Melebihi Palung, ini Dia Lubang Terdalam yang Pernah Digali Manusia!

Sep 30, 2019 3:30 AM

Sejauh ini kita tahu jika palung Mariana adalah palung yang miliki titik terdalam di dunia dengan jarak sejauh sekitar 11 kilometer dari permukaan. Namun, sepertinya predikat tersebut bisa dipinggirkan lebih dahulu setelah melihat apa yang ditemukan di barat Rusia ini.

Ya, pada sebuah tempat di daerah barat Rusia ditemukan semacam tutup disk yang terbuat dari besi dan tertutup oleh beberapa baut besar. Kemudian tutup tersebut ketika dibuka adalah bekas lubang bor yang dinamakan Kola Superdeep Borehole, yang mana itu adalah lubang yang dibuat oleh para peneliti Uni Soviet yang penasaran tentang apakah kita bisa menggali lubang sedalam mungkin di Bumi.


Lubang KolaSource: sciencealert.com
Lubang sedalam 12 kilometer

Kemudian lubang bor tersebut diketahui memiliki kedalaman sekitar 12 kilometer, atau sekitar satu kilometer lebih dalam dari palung Mariana yang notabene adalah titik terendah Bumi yang pernah ditemukan. Uniknya, lubang terdalam tersebut terbentuk akibat kegiatan menggalian yang dilakukan para peneliti Uni Soviet tahun 1970an untuk mencari tahu lebih banyak tentang bagian kerak bumi.

Dikutip dari berbagai sumber, lubang galian tersebut dibuat oleh para peneliti Uni Soviet sebagai proyek untuk mengetahui apa saja yang ditemukan di dalam bumi. Dari lubang tersebut, para peneliti juga mempelajari berbagai hal menarik mengenai bumi, seperti tidak adanya transisi dari granit ke basalt dari tiga ke enam kilometer di bawah permukaan bumi.

Baca Juga: Seberapa Dalam Kita Bisa Menggali Bumi? 

Proyek tersebut kemudian dilakukan oleh pihak Uni Soviet dengan menggunakan Uralmash 4E, mesin bor besar yang berfungsi untuk menggali tanah secara dalam pada 24 Mei 1970. 

Selama kurang lebih 25 tahun, para peneliti yang bertugas memantau proses penggalian tersebut temukan berbagai hal yang jarang kita temui, seperti penemuan banyaknya batu granit setelah menggali sejauh 3 hingga 6 kilometer dan air yang diduga berasa dari atom hidrogen dan oksigen yang dikeluarkan oleh batu granit di dalam karena tekanan luar biasa.


Lubang KolaSource: amusingplanet.com
Miliki kedalaman sekitar 12.266 meter.

Latar belakang para pihak Uni Soviet melakukan proyek tersbeut tak lain dan tak bukan adalah respon dari apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat yang juga lakukan hal serupa beberapa tahun sebelumnya. Kala itu Amerika Serikat yang sedang perang dingin dengan Uni Soviet melaksanakan proyek Mohole yang mana mereka menggali laut hingga kedalaman 3,6 Kilometer pada 1960an, namun terhenti di tahun 1966.

Baca Juga: Dari Uni Soviet Hingga Cekoslovakia, Inilah Daftar Negara yang Dihapus dari Peta Dunia

Bryan Nelson dari Mother Nature Network pada 31 Mei 2014 melaporkan penemuan yang paling luar biasa dari proyek ini adalah fosil plankton mikrokopis berusia 2 miliar tahun pada batu yang terletak enam kilometer di bawah tanah. Mikrofosil tersebut berasal dari 24 spesies kuno yang dibungkus dengan senyawa organik dan mampu bertahan di bawah tekanan dan temperatur ekstrim di bawah tanah.


Kola Superdeep BoreholeSource: imgur.com
Kola Superdeep Borehole

Baca Juga: Penemuan yang Membuktikan Bahwa Telepon Sudah Ada Sejak 1200 Tahun Yang Lalu!

Kemudian proyek Kola Superdeep Borehole terhenti di tahun 1995 akibat negara Uni Soviet yang membubarkan diri. Lalu di tahun 2005 situs yang berada di Semenanjung Kola yang ada di distrik Murmansk, Rusia ditutup seluruhnya dan hanya menjadi bangunan tua dengan berbagai puing-puing hasil proyek penggalian tanah yang cukup dalam tersebut.

Meski lubang galian tersebut beserta tempatnya sudah tinggal menjadi bangunan tua yang tak terurus dan lubangnya sudah tertutup rapat oleh baut-baut besi, namun tempat itu tetap menjadi saksi bagaimana manusia sebegitu penasaran tentang apa yang ada di dalam bumi dengan menggalinya sangat dalam dan kemudian menemukan hal-hal yang tak terduga di dalamnya.