Masih Rame “Ikan Asin”, Emang Bau Vagina Normal Kayak Gimana Sih?

Jul 15, 2019 4:47 AM

Belakangan ini dunia maya masih ramai membicarakan kasus ditangkapnya Galih Ginanjar karena dianggap melakukan kekerasan seksual secara verbal kepada mantan istrinya, Fairuz A Rafiq, dengan menyebut bau area kewanitaan mantan istrinya tersebut seperti “ikan asin”. 

Menariknya, ternyata banyak netizen yang tidak hanya fokus kepada pemberitaan seputar kasus “ikan asinnya” saja, tapi mencoba mencari informasi lainnya terkait kenapa bisa bau ikan asin, apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya, hingga jenis-jenis aroma vagina.

Lantas, Seperti Apa Bau Vagina yang Normal atau Sehat?

Aroma vagina normalSource Liputan6

Terkait hal ini, sebenarnya jawabannya sudah disajikan dalam sebuah studi yang dipublikasi dalam jurnal Archives of Gynecology and Obstetrics yang terbit di tahun 1975 silam. Ketika itu, tim peneliti asal Amerika menganalisa sekitar 90 sampel cairan vagina. 

Hasilnya, dalam penelitian tersebut ditemukan jika dalam 90 sampel cairan vagina, ditemukan sekitar 2.100 molekul bau-bauan. Hal ini seolah mengkonfirmasi anggapan yang menyebut jika bau vagina setiap orang berbeda-beda, dan ini bersifat sangat pribadi.

Baca juga: 5 Hal Yang Harus di Hindari Setelah Berhubungan Itim

Dengan kata lain, tidak ada aroma vagina yang bisa disebut normal. Yang ada, dalam dunia medis hanya mengenal vagina yang sehat dan tidak sehat. Tentu saja ini akan berhubungan langsung dengan kondisi kesehatan, perilaku seksual, dan bagaimana cara menjaga kebersihan area intim.

Hanya saja, tim peneliti meyakini jika aroma vagina yang sehat dan bersih tidak akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Selain itu, vagina yang sehat pun tidak akan mengalami infeksi jamur, seperti keputihan, dan masalah organ intim lainnya. 

Aroma vagina normalSource Hello Sehat

Sementara itu, dr. Heather Rupa, dokter spesialis kandungan dan kesehatan reproduksi dari WebMD, menjelaskan jika aroma vagina yang sehat secara spesifik seperti bau cuka (sangat asam), dan umumnya aroma ini akan bisa tercium dari jarak sekitar 30 cm. 

Bau asam ini umumnya datang dari koloni bakteri alami dan cairan khusus yang memang secara alami diproduksi oleh vagina, dengan pH normal 4,5. Tingkat keasaman yang cukup tinggi ini sangat penting untuk mencegah infeksi bakteri atau virus. 

Jadi tak perlu khawatir, seharusnya tingkat keasaman yang ini tidak akan mengganggu siapapun, termasuk pasangan. Tapi jika kamu khawatir, dr. Heather menyarankan agar kamu mandi, atau minimalnya mencuci vagina sebelum berhubungan badan. 

Selain itu, sering-sering mengganti celana dalam, dan pakai celana dalam yang dapat menyerap keringat. Jika memungkinkan, menggunakan celana dalam berbahan sutra alami jauh lebih baik. 

Aroma Ikan Asin Bisa Disebabkan Bakteri

Bau Ikan asinSource GenPi

Sementara itu, dr. Mary Jane Minkin, MD, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Yale New Haven Hospital, menyebut jika beberapa wanita memiliki aroma vagina yang khas. Untuk bau yang sangat amis seperti ikan busuk, bisa disebabkan karena bakteriosis vagina. 

Selain itu, dilansir dalam Healthline, vagina berbau menyengat yang disertai dengan cairan berlebihan (seperti keputihan), terasa gatal, dan (dalam beberapa kondisi) terasa panas, kemungkinan besar mengindikasikan adanya infeksi bakteri atau infeksi ragi vagina.

Baca juga: Benarkah Mitos yang Mengatakan Bau Bawang Bisa Membuat Bau Badan?

Kemungkinan lainnya bisa juga disebabkan karena kamu mengidap penyakit kelamin seperti klamidia atau gonore. Maka dari itu, jika kamu merasa ada yang tidak beser dengan bau vagina, seperti terlalu amis, menyengat atau bau busuk, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Ini sangat penting dilakukan, bagaimanapun juga organ kewanitaan bukan hanya berpengaruh kepada keharmonisan hubungan suami-istri, dan bisa meningkatkan kepercayaan diri kamu, tapi juga bisa menentukan masa depan dan status kesehatan kamu sekarang.