Mana Lebih Sehat Makan Nasi, Ketupat atau Lontong?

May 18, 2019 5:17 AM

Saat tinggal di negara seperti Indonesia kamu akan dengan mudah menemui banyak pilihan makanan untuk bisa kamu konsumsi untuk setiap harinya. Mulai dari olahan makanan berkuah hingga olahan kering kamu bisa menemukan banyak varian.

Tak jarang juga orang Indonesia kebingungan karena beberapa jenis makanan punya bahan dasar yang sama dan rasa yang tak jauh berbeda. Misalnya seperti yang kita tahu yaitu nasi, lontong, dan ketupat. Ketiga makanan tersebut berbahan dasar beras yang mengandung karbohidrat. Sementara masyarakat bingung dengan kandungan mana yang lebih baik untuk tubuh kita.

Menu yang selalu hadir saat lebaran akan membuat kamu malas berpikir mana makanan yang lebih baik dan sehat untuk tubuh kita karena ketiganya punya rasa yang enak dan mengenyangkan.

Meski berbahan dasar beras, ketiga makanan ini punya ciri khasnya masing – masing dan berbeda jelas dari segi teksturnya. Dari bahan dasar yang sama banyak orang tidak bisa membedakan kandungan gizi mana yang lebih baik untuk tubuh.

perbedan nasi ketupat lontongSumber foto: Resep Koki
Dari cara memasak dan kandungan air yang ada di makanan tersebut akan menjadi cara pertama untuk mengetahui kandungan gizi yang terdapat di dalamnya.

Cara memasak

Dari cara memasak dan kandungan air yang ada di makanan tersebut akan menjadi cara pertama untuk mengetahui kandungan gizi yang terdapat di dalamnya. Ketiga jenis makanan ini memiliki kandungan yang berbeda dari segi air dan cara memasaknnya.

Hal ini disebabkan karena kandungan beras dan air yang digunakan saat awal membuat ketiga jenis makanan tersebut. Dari situ bisa kita simpulkan bahwa masing – masing punya perbedaan kandungan gizi untuk tubuh.

Baca juga: Ini Nama-nama Ketupat di Beberapa Daerah Indonesia

Lontong dan ketupat memiliki sedikit persamaan dari segi cara memasaknya yaitu saat dimasak biasanya menggunkaan cara dikukus. Beras akan dimasukan ke dalam daun dalam kondisi setengah terisi sehingga beras bisa mengisi sebagian wadan yang kosong saat mulai dimasak atau dikukus. Dari situ bisa kita simpulkan dengan sedikitnya kandungan air dalam lontong dan ketupat akan mempengaruhi kandungan kalori di makanan tersebut menjadi semakin sedikit.

Berbeda dengan nasi yang dimasak dengan kandungan air lebih sedikit dan sama hal itu cukup untuk meningkatkan kandungan gizi dalam nasi karena nasi akan menyerap kandungan air yang lebih sedikit. Maka dari situ tekstur dari lontong dan ketupat akan lembek dan padat sementara nasi akan lebih pulen dan berdiri sendiri – sendiri meski dengan bahan dasar beras.

perbedaan nasi ketupat lontongSumber foto: Bisnis Wisata
Maka dari situ tekstur dari lontong dan ketupat akan lembek dan padat sementara nasi akan lebih pulen dan berdiri sendiri – sendiri meski dengan bahan dasar beras.

Kandungan gizi

Dalam 100 gram nasi putih yang sama dengan setengan centong, kamu akan mendapatkan kurang lebih 180kkal, 0,3 gram lemak, 3 gram protein, dan 39,8 gram karbohidrat. Dengan porsi yang cukup kurang lebih setengah piring nasi biasa kamu akan mendapatkan manfaat tersebut dan tubuh bisa menyerapnya dnegan baik.

Baca juga: Kenapa Tanggal Idul Fitri Selalu Maju Setiap Tahunnya?

Sementara untuk lontong, dengan tekstur yang benyek di 100gram lontong yang setara dengan 1 buah utuh kamu akan mendapatkan 144kkal, 2,72protein, 0,82 gram lemak, dan 31,56gram karbo. Tentu jumlah itu sangat sedikit dan kamu butuh mengkonsumsi lontong lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuhmu.

Lalu, bagaimana dengan ketupat? Saat ketupat mentah akan langsung dimasukan beras kedalam daun dan hanya berukuran ¾ saja, artinya ketupat juga punya kadar air yang rendah. Dari situ akan menghasilkan gizi 119kkal, 1,4gram protein, 0,07gram lemak, dan 27gram karbohidrat dari 100gram ketupat.(gn)