Lendir Saat Flu Ternyata Banyak Manfaatnya

June 21, 2019 8:59 AM

Kondisi flu kadang bisa sangat menyebalkan. Bikin pusing kepala dan tak enak badan dalam menjalani aktivitas. Apalagi flu juga seringkali bikin hidung meler. Disebabkan kelenjar mukosa menghasilkan cairan ingus dari hidung begitu sering. Namun jangan salah. Cairan yang sering dianggap menjijikkan ini ternyata bermanfaat buat tubuh. 

Sebab, ingus yang keluar dari hidung membantu tubuh melawan serangan patogen negatif seperti bakteri dan virus penyebab penyakit yang tersebar di udara. Dengan cara menjebaknya di dalam hidung, lalu menyingkirkannya keluar bersamaan dengan cairan ingus. Lendir juga mengandung protein dan antibodi khusus untuk melawan kuman. 

Tubuh sebenarnya memproduksi banyak lendir, walau tubuh kita tidak sakit, karena fungsinya menjaga beberapa bagian tubuh agar tidak kering. Seperti di mulut, hidung dan area sinus, serta di beberapa dinding jaringan. Cairan ini juga membantu membuat lapisan hidung tetap lembap. Mencegah iritasi dan mengadang patogen tadi masuk bergerak mencapai paru-paru. Setelah menjebak virus dan bakteri tadi, rambut-rambut kecil yang ada di dalam hidung akan mendorong bakteri dan virus ke luar hidung dalam bentuk cairan ingus. Sementara sebagian cairan yang terjebak di dalam hidung akan mengering menjadi kotoran hidung atau upil (ingus kering dalam hidung).

Manfaat Minum Air Putih Sebelum Tidur

source http://www.ledisia.com jenis-jenis cairansource http://www.ledisia.com jenis-jenis cairan 

Tapi sebenarnya Saat dalam keadaan sehat, ingus tidak akan menumpuk dan mengalir ke tenggorokan, sehingga kita tidak sadar bahwa sebenarnya tubuh memproduksi 1,5 liter ingus setiap harinya. Tapi ketika tubuh diserang mikroorganisme penyebab penyakit, termasuk oleh virus penyebab pilek, bakteri, maupun pemicu alergi, ingus akan memproduksi zat yang disebut histamin.

Histamin ini menyebabkan pembengkakan di jalur pernapasan. Produksi ingus pun kemudian akan bertambah untuk melindungi tubuh. Akibatnya, kamu akan mengalami meler sekaligus hidung terasa gatal yang juga merupakan gejala awal dari pilek. Semakin lama, ingus pun akan menjadi semakin kental dan lengket, sehingga sulit untuk masuk ke dalam tenggorokan. Yang terjadi adalah, hidung akan tersumbat dan kamu akan sulit bernapas. Ingus umumnya memiliki warna yang bening.

Namun, saat sedang bertarung melawan penyebab penyakit dan alergi, warna ingus akan berubah, bisa menjadi kehijauhan atau kuning. Dilansir Everyday Health, perubahan warna ingus ini terjadi karena saat pilek, tubuh akan memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan infeksi. Sel darah putih memiliki zat yang disebut neutrophils yang menyebabkan ingus berubah warna. Bila ada bercak warna merah atau kecokelatan pada ingus, hal ini menandakan ada darah di dalam ingus.  Tapi akan tetapi ada dari lendir-lendir tersebut banyak manfaat.

https://www.infia.co/news/adakah-pengaruh-saat-mengganti-jam-tidur-ke-akhir_TVAydQzz

berikut manfaat dari lendir tersebut  

source www.suara.com Lendir meningkat saat tertentu source www.suara.com Lendir meningkat saat tertentu

Tubuh menghasilkan lendir hingga 1 liter setiap harinya dan jumlah ini akan terus meningkat jika Anda masuk angin. Lendir ini ditemukan di seluruh bagian tubuh termasuk perut dan usus. Kebiasaan ngupil ternyata juga menyehatkan Alasannya, lendir yang dihasilkan dari kegiatan ngupil dapat menghalangi bakteri jahat untuk menginfeksi tubuh Anda. Bahkan peneliti dari Austria, Prof Friedrich Bischinger mengatakan bahwa orang-orang yang sering ngupil lebih bahagia dan sehat dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.

Tahukah Kamu? Bahwa Meminum Air Putih di Saat Kondisi Seperti ini Sangatlah Berbahaya!

source www.hipwee.com menikmati mengupil akibat pileksource www.hipwee.com menikmati mengupil akibat pilek

 Ketika Anda jatuh sakit lendir yang ada di tubuh Anda menjadi lebih kental. Keluarnya ingus kental berwarna kuning atau kehijauan adalah tanda utama infeksi sinus. Lendir berwarna ini disebabkan karena sel darah putih sebagai tanda sistem imun tubuh sedang melawan infeksi. dan Ketika seseorang menjadi terobsesi untuk mengupil, kelainan ini dikenal sebagai rhinotiiiexomania. Banyak orang yang merasa bahwa ngupil memberi perasaan lega dan bahagia.