Trend Masker Wajah Menggunakan Sperma Pasangan, Amankah Bagi Kesehatan?

May 14, 2019 11:00 AM

Dunia kecantikan memang kerap menghadirkan hal-hal yang aneh, terutama dalam produk perawatan kulit. Contohnya saja, ada masker wajah yang terbuat dari emas 24 karat, facial dari kotoran burung, produk perawatan kulit dari lumpur hingga perawatan kulit yang berasal dari serbuk gergaji.

Produk-produk perawatan tersebut memang terdengar absurd pada awalnya, tapi seiring berkembangnya zaman para peneliti mulai menemukan faktanya, dan ternyata beberapa produk skincare absurd tersebut memang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit. 

Baca Juga : Perawatan Anti Mainstream, Khasiat Ajaib Lendir Bekicot Bikin Cantik

Bahkan tren perawatan kecantikan dengan menggunakan masker lumpur sempat populer di dunia, dan bahkan di Indonesia. Salah satu buktinya adalah, munculnya produk skincare mud mask atau masker lumpur. Tapi bagaimana dengan masker sperma?


Masker Sperma Diklaim Bikin Awet Muda


Ilustrasi masker spermaSource Wollipop.com
Masker sperma dipercaya mengandung banyak senyawa aktif yang berperan untuk kesehatan dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Adalah Chelsee Lewis, pakar facial kulit asal Amerika, yang dikenal sebagai langganan selebriti papan atas, menyarankan agar kamu menggunakan sperma sebagai masker wajah. Fungsinya banyak, salah satunya membuat kulit jadi lebih kencang dan awet muda. 

Menurutnya, masker sperma mengandung banyak senyawa aktif yang berperan untuk kesehatan dan menjaga kekencangan kulit wajah, salah satunya spermine yang terdiri antioksidan. Bahkan konon katanya, masker sperma bisa memperhalus wajah, melindungi kulit dari jerawat. 

Baca Juga : Kaum Adam, Seberapa Sehat dan Subur Sperma Kamu? Ini Cirinya!

Tentu saja saran ini dianggap sebagai trik baru dalam dunia perawatan kecantikan. Banyak orang yang mengaku sudah mempraktekkan trik kecantikan ini. Bahkan mereka mengaku sudah melakukannya jauh sebelum Chelsee menyarankan untuk melakukannya. FYI, Chelsee Lewis bukan orang baru di dunia kecantikan. Dia dikenal sebagai salah satu pakar kecantikan yang sudah terbiasa menangani pasien-pasien kelas kakap, misalnya Gwyneth Paltrow dan Stella McCartney, dikabarkan merupakan salah satu langganannya. 


Bagaimana Menurut Dokter Terkait Tren Nyeleneh Ini?


Masker sperma yang kontroversialSource: Daily Mail
Doris Day, MD, pakar kesehatan kulit dari New York, mengakui jika sperma mengandung sejumlah nutrisi.

Beberapa orang mungkin akan langsung percaya karena faktanya trik ini diberikan oleh seorang pakar yang cukup berpengalaman dan punya nama di dunia kecantikan. Tapi bagaimana menurut dokter, apakah trik nyeleneh ini aman?

Doris Day, MD, pakar kesehatan kulit dari New York, mengakui jika sperma mengandung sejumlah nutrisi. Selain itu, sperma pun bersifat anti-inflamasi. Tapi sayang, Doris menjelaskan jika sperma tidak disarankan diaplikasikan langsung pada kulit wajah. 

Baca Juga : 5 Mitos Malam Pertama Yang Paling Sering Dipercaya, Apa Benar?

Menurutnya, kandungan nutrisi pada sperma belum tentu bisa masuk menembus kulit, seperti cara kerja moisturizer pada umumnya. Justru sebaliknya, kandungan air pada sperma akan mengering dan berisiko membuat kulit semakin kering.

Senada dengan itu, Karyn Grossman, MD, pakar kesehatan kulit dari New York, menyebut jika tren tren masker sperma pasangan sebenarnya sudah pernah booming di tahun 2015 silam, dengan klaim dapat meningkatkan kecantikan dan membuat wanita lebih awet muda. Dalam sebuah wawancara dengan Refinery29, Dr. Karyn dengan tegas menentang tren nyeleneh ini. Menurutnya, sperma bukan untuk dipakai di kulit. Alih-alih bermanfaat, justru sperma yang diaplikasikan pada kulit bisa menularkan penyakit herpes. 

Menurutnya, potensi penyakit kelamin bisa saja dialami pasangan, meskipun kamu menggunakan sperma pasangan resmi. Area yang paling berpotensi terkena infeksi adalah, area mata. Dalam kondisi tertentu, sperma yang masuk ke mata bisa menyebabkan jaringan parut dan gangguan mata. Duh, lagian ada-ada aja sih. Kalau mau merawat kecantikan, kenapa harus cari yang beresiko sih. Mendingan gunakan saja bahan-bahan alami seperti sayuran atau buah-buahan sebagai masker alami. Kalau ingin lebih praktis, pakai saja masker instan yang banyak dijual di toko kosmetik.