Sering Ditolak Saat Melamar Pekerjaan? Mungkin Ini Penyebabnya!

Aug 14, 2019 4:00 AM

Melamar pekerjaan menjadi suatu hal yang kerap membuat jantung menjadi berdebar. Sebab, kita diharuskan menunggu keputusan dari pihak HRD apakah akan diterima atau justru ditolak. Pada saat ditolak, kita seringkali merasa sakit hati dan bertanya-tanya mengapa kita ditolak?

Yang jelas pihak HRD dari suatu perusahaan tentu memiliki kriteria masing-masing dalam memilih karyawan baru untuk dipekerjakan. Tidak hanya itu saja, HRD juga mencari tahu informasi mengenai pelamar berdasarkan dengan curriculum vitae (CV) sebelum akhirnya membuat keputusan final. Lantas, apa saja yang membuat HRD menolak pelamar meskipun sudah memenuhi kriteria secara keseluruhan?

Baca Juga: Contoh CV yang Baik, Menarik, Kreatif dan Ampuh Luluhkan Hati Perusahaan


1. Kurangnya Pengalaman Bekerja



kurang pengalaman

Source : idntimes.com
Pelamar Kurang Berpengalaman.

Beberapa orang khususnya fresh graduate kerap kali bertanya-tanya mengapa mereka sulit diterima pada perusahaan idaman meski nilai ijazah mereka tergolong bagus. Satu hal yang patut dicermati adalah nilai ataupun ijazah memang menjadi satu hal yang diprioritaskan oleh perusahaan. Namun, mereka juga melihat segi pengalaman bekerja ataupun berorganisasi sebelumnya. Seseorang yang mempunyai nilai atau indeks prestasi tinggi masih akan kalah dari mereka yang sudah memiliki pengalaman bekerja meskipun nilainya tidak maksimal. Sebab, kebutuhan lapangan memang kerapkali berbeda dengan sesuatu yang dipelajari secara teori.


2. Lalai Dalam Mengumpulkan Persyaratan Pendukung


dokumen pendukung

Source : fispol.com
Dokumen Pendukung Tidak Lengkap

Saat melamar pekerjaan, kebanyakan dari pihak perusahaan akan meminta beberapa dokumen pendukung seperti ijazah, CV, transkrip nilai, dan bahkan SKCK dari pihak kepolisian. Sebagai pelamar, terkadang kita akan mengabaikan hal-hal yang dianggap tidak penting seperti SKCK karena memang malas mengurusnya. Hal-hal seperti ini juga akan menjadi perhatian dari pihak HRD sendiri. Sebab, mereka tentu akan mencari seseorang pekerja yang dapat mematuhi perintah secara penuh sekaligus memperhatikan hal-hal kecil dalam pekerjaan mereka sehari-hari.

Baca Juga: Tempat Impian Para Pekerja, 5 Negara ini Punya Durasi Kerja Terpendek di Dunia


3. Membuat Lamaran dengan Bahasa yang Kurang Baik


surat lamaran pekerjaan

Source : dentmasoci.com
Surat Lamaran Kurang Baik.

Pada beberapa perusahaan, pihak HRD akan membaca setiap resume atau CV yang dikirimkan oleh pelamar sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Dari tulisan-tulisan tersebut, pihak HRD juga dapat membaca karakter seseorang tersebut apakah benar-benar mencermati kriteria yang diberikan sebelumnya atau tidak. Jika lamaran dalam bentuk online, terkadang seseorang pelamar yang lalai kerap kali melupakan salam pembuka dan salam penutup kepada pihak HRD sehingga terkesan kasar dan tidak sopan. Meskipun sepele dan kecil, namun hal ini juga masuk ke dalam penilaian HRD sebelum menerima menuju tahapan wawancara.


4. Kurang Membaca Kriteria yang Diberikan Perusahaan


kriteria bekerja

Source : pixelsbug.com
Kriteria Pelamar Tidak Sesuai

Dengan penyebaran lowongan pekerjaan yang mudah saat ini, banyak sekali orang-orang yang bisa mengirimkan lamaran pekerjaan kepada perusahaan yang diingini. Namun permasalahannya, terkadang mereka tidak begitu memperhatikan kriteria yang diberikan atau juga masih memaksakan diri untuk bisa masuk meskipun tidak sesuai dengan kriteria yang ada. Pihak HRD tentunya tidak akan menggubris semua lamaran pekerjaan yang diberikan jika memang tidak sesuai dengan kriteria yang ada. Apalagi sesuatu yang tidak sesuai tersebut adalah kriteria utama seperti pengalaman bekerja, pendidikan terakhir, dan kemampuan khusus.

Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Tahu! Ini 5 Jenis Wawancara yang Dapat Dialami Saat Melamar Kerja


5. Postingan di Sosial Media


sosial media

Source : qerja.com
Postingan Sosial Media

Satu hal terakhir yang juga luput dari pikiran kita adalah sosial media. Dengan era teknologi yang sudah berkembang dengan canggih, tidak heran orang-orang sudah hampir semuanya memiliki akun sosial media masing-masing. Tujuan dari sosial media tentunya untuk membagikan informasi dengan baik, namun tidak semua orang memanfaatkan platform sosial media sesuai dengan kegunaannya. Sebagai contoh, ada orang yang kerap melakukan hate speech, ungkapan SARA, perkataan kebencian pada postingan masing-masing. HRD akan melihat perilaku di sosial media karena hal itu dapat menggambarkan karakter seseorang dalam kehidupan sehari-harinya.