Kloset Jongkok vs Kloset Duduk, Mana Yang Lebih Sehat?

Jul 26, 2019 12:00 PM

Secara umum, jenis toilet atau kloset yang paling sering digunakan saat ini hanyalah bertipe dua macam. Dua jenis yang dimaksud adalah kloset duduk dan kloset jongkok. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun pertanyaannya manakah jenis kloset yang lebih sehat?

Infia.co akan berusaha menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kloset secara ilmiah. Agar tidak ketinggalan info penting di dalamnya, simak baik-baik ya penjelasan satu ini!


Kelebihan dan Kekurangan Kloset Duduk

 

toilet dudukSource : klikmjm.com
Kloset Duduk

Membahas kloset duduk, jenis kloset ini memang lebih digemari oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Sebab, penggunaannya yang lebih praktis serta tidak melelahkan menjadi faktor utama mengapa jenis kloset ini lebih laris ketimbang kloset jongkok. Hal ini memang benar adanya dan bermanfaat bagi mereka yang mempunyai riwayat cedera kaki ataupun sudah lanjut usia. Ketika buang air besar ataupun buang air kecil dengan duduk, resiko seperti keseleo, tulang linu, dan lain-lainnya akan lebih bisa diminimalisir.

Namun, kloset duduk juga mempunyai kekurangan yang wajib diperhatikan demi kesehatan masing-masing orang. Permukaan dudukan kloset yang dipakai oleh banyak orang tentunya akan menjadi sarang bakteri jahat. Bakteri ini dapat dengan mudah menempel pada bagian pantat orang lain dan menyebabkan infeksi. Oleh karena itu, ada baiknya kita selalu mengelap permukaan dudukan kloset dengan tisu antiseptik sebelum menggunakannya.

Baca Juga: Desain Toilet Gaming, Kontribusi Jepang Untuk Masa Depan Gaming


Kelebihan dan Kekurangan dari Kloset Jongkok


toilet jongkokSource : dekoruma.com
Kloset Jongkok

Setelah membahas mengenai kloset duduk, kloset jongkok juga mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Membahas kelebihan terlebih dahulu, kloset jongkok dapat membuat seseorang yang buang air besar tidak mengejan terlalu keras. Posisi jongkok dianggap dokter dapat mengoptimalkan ruang pembuangan tinja dalam usus sehingga dapat dikeluarkan dengan lebih mudah. Hal ini dapat mencegah penyakit-penyakit yang menyerang daerah dubur seperti wasir dan lain-lainnya.

Akan tetapi, sama halnya dengan kloset duduk, kloset jongkok juga mempunyai resiko atau kekurangan yang patut diperhatikan. Bagi mereka yang mempunyai kaki besar atau tubuh gemuk, tentu jongkok akan membutuhkan tenaga ekstra dan cepat membuat kaki lelah. Oleh karena itu, penggunaan kloset jongkok untuk mereka yang mempunyai berat badan berlebih memang sangat tidak disarankan. Bagi mereka yang juga sudah lanjut usia, kloset jongkok dapat beresiko besar menyebabkan gangguan pada tulang kaki seperti keseleo, radang sendi, dan patah tulang jika memang posisinya tidak tepat.

Baca Juga: Toilet Canggih yang Dapat Dilipat Akan Hadir di Masa Depan

Kesimpulan


Untuk mengambil poin penting dari plus minus di atas, maka akan dijelaskan dalam narasi berikut ini. Secara umum, penggunaan kloset jongkok ataupun duduk memang menyesuaikan dari masing-masing orang. Kondisi seseorang itu akan menentukan bagaimana mereka bisa menggunakan kloset yang tepat dan nyaman ketika digunakan untuk buang air besar ataupun buang air kecil.

Namun, beberapa dokter ternama di Indonesia memang lebih menyarangkan agar orang-orang memilih toilet jongkok ketimbang toilet duduk. Sebab, kloset jongkok dapat meminimalisir penularan penyakit yang mudah menempel pada dudukan kloset pada umumnya. Bakteri yang menempel pada kaki juga akan lebih mudah dibersihkan ketimbang sudah menempel dan masuk ke dalam dubur.

Baca Juga: HP Ternyata Lebih Jorok Dari Toilet, Ini Buktinya!

Selain itu, posisi jongkok juga memudahkan seseorang untuk bisa mengeluarkan tinja atau feses dengan lebih mudah. Hal ini tergolong baik karena mengejan terlalu keras untuk buang air besar juga tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dubur bisa berdarah dan bahkan terasa sakit ketika mengeluarkan feses.