Ketika Jatuh Cinta dengan Sahabat, Kenapa Perempuan Cenderung Gagal?

Jan 24, 2019 7:13 AM

Jatuh cinta memang berjuta rasanya, tak ada yang pernah bisa mengontrol cinta yang tumbuh dihati setiap anak manusia. Kita boleh saja menginginkan sosok idaman sebagai pendamping hidup. Tapi siapa sangka bila hatimu memilih berlabuh pada sahabatmu sendiri?

C:\Users\Sharefaulia\Downloads\christin-hume-316554-unsplash.jpg

Banyak orang bilang kalau persahabatan antara perempuan dan laki-laki itu hanya omong kosong. Salah satunya, pasti mengalami jatuh cinta, entah dari sisi laki-laki maupun sisi perempuan. Sekitar 60% laki-laki yang jatuh cinta pada sahabat perempuannya berhasil menjalin hubungan yang lebih serius. Sedangkan 60% perempuan yang jatuh cinta dengan sahabat laki-lakinya justru mengalami kegagalan, kenapa ya?

Cinta itu butuh keberanian, tapi sayangnya kebanyakan perempuan lebih memilih diam seribu bahasa dan berharap sahabat kesayangannya itu menyadari akan perasaaan yang telah tumbuh dihati. Hanya sekitar 40% perempuan yang memilih bersikap agresif untuk mendapatkan cinta dari sahabat laki-lakinya. 

Perempuan bisa menahan dan menyimpan rasa cinta lebih lama dari pada laki-laki. Kedekatan dan perhatian yang diberikan sahabat yang dicintainya akan menjadi bayang-bayang manis yang bisa menguatkan.  Meskipun melelahkan, penantian dirasa jauh lebih aman bila dibandingkan dengan pengakuan. Seperti yang sering dikatakan, bahwa perempuan lebih sering menggunakan hati daripada otaknya. 

Sebagai makhluk yang memiliki kegengsian yang cukup tinggi, perempuan kerap kali merasa tersakiti oleh hal-hal kecil. Misalnya, ketika ingin pergi bersama-sama, tapi ternyata dia sudah lebih dulu menumpangi teman perempuan yang lain, seketika kamu langsung merasa kalau dia enggak peka dan jahat banget sih. Girls, sahabatmu itu bukan Tuhan yang maha tau segala isi hatimu.  

Selain itu, hal yang membuat kegagalan cinta yang dialami perempuan terhadap sahabatnya adalah terlalu banyak pertimbangan. Namanya juga perempuan selalu ingin semuanya berjalan dengan sempurna. Rasa cinta yang dimiliki rupanya tidak mampu mendorong otak untuk berpikir dan bertindak lebih berani. Ujung-ujungnya, cuma bisa mengeluh, "Enak yah jadi laki-laki, bisa bilang cinta kapan aja". 

Sebenarnya ketakutan dan kekhawatiran seperti itu sudah basi banget loh. Sebagai perempuan, kamu juga bisa melakukan hal yang sama seperti saat laki-laki jatuh cinta dengan sahabatnya. Kebersamaan yang jauh lebih lama dan kedekatan yang enggak perlu ditanyakan lagi, seharusnya bisa menjadi kekuatan untuk lebih jujur dan mengakui perasaanmu. 

Ubah mindset kamu agar bisa memiliki kualitas persahabatan yang lebih baik dari sebelumnya. Enggak perlu terlalu serius saat mengajaknya bicara, lakukanlah seperti biasanya, selipkan guyonan recehmu saat bilang kamu menyimpan perasaan lebih dari sahabat dengannya. 

Jika dia memang benar-benar sahabat baikmu, dijamin dia justru akan memberikan respon yang lebih baik dari yang kamu duga. Enggak perlu malu dengan respon pertama yang akan diberikan, misalnya ketawa, kaget atau malah ngecengin kamu balik. Ikuti saja arusnya, lama kelamaan dia akan mengerti, harus bersikap bagaimana untuk memposisikan hatimu. 

Ini semua adalah perjuangan dan pengorbanan. Meskipun terlihat 'lebih enak', laki-laki juga membutuhkan nyali besar loh saat mengungkapkan cinta terutama dengan sahabatnya. Oleh sebab itu, sebagai perempuan dan sahabat terbaiknya, kamu bisa menunjukan cinta yang tumbuh diantara kalian bukan kesalahan melainkan babak baru dalam sebuah persahabatan yang kalian miliki.(ayi)