Ketakutan Yang Terjadi Bila Tak Ada Kucing di Dunia Ini

Feb 19, 2019 12:43 PM

Foto cover: Pixabay

Bak selebriti, kucing punya banyak fans sekaligus haters. Entah kamu suka banget karena kelakuannya yang menggemaskan, atau benci banget karena doyan mencuri ikan di dapur.

Tapi pernahkah kamu bayangkan apa yang bakal terjadi bila tak ada lagi kucing di muka bumi? Nyatanya, kita tidak bisa hidup tanpa kucing, lho.

Ya, tanpa kehadiran hewan yang konon punya sembilan nyawa ini, kelangsungan umat manusia bisa terancam. Semua terkuak dalam video ‘What If There Were No More Cats’ lansiran Insh.world, belum lama.

Pertama, wabah penyakit. Kucing memang kelihatan pemalas, mereka menghabiskan 16 jam sehari untuk tidur. Tapi jangan salah, kucing salah satu hewan pemburu paling mematikan di dunia. Kucing domestik berhasil membunuh 32% calon mangsanya, sedangkan tingkat keberhasilan seekor harimau hanya 5%.

Kucing diperkirakan membunuh 20 milyar hewan mamalia kecil seperti tikus setiap tahunnya. Jadi berterima kasih lah pada mereka yang telah mengendalikan populasi tikus dan mencegah kita terkena berbagai penyakit yang dibawanya.

Tahu kan kalau tikus memiliki ribuan patogen (parasit penyakit) di rambutnya? Terkena satu saja bisa berakibat fatal bagi kita. Well, mungkin satu tak akan membuat kita jatuh sakit karena sistem kekebalan tubuh yang prima. Tapi, sepasang tikus bisa menghasilkan keturunan sebanyak 2.000 keturunan per tahunnya dan menimbulkan epidemi alias wabah penyakit. Tak cuma gigitannya yang berbahaya, kotoran tikus juga bisa meracuni udara yang kita hirup, memenuhi paru-paru dengan cairan, dan membunuh kita secara cepat.

Sudah merasa ngeri? Tunggu dulu, masih ada lagi yang bakal terjadi bila tak ada kucing di dunia ini.

Kelangkaan pangan dan kelaparan. Para petani banyak yang memelihara kucing di lumbungnya. Tahu kan kalau tikus adalah pemakan segala? Kabel saja bisa putus! Nah bayangkan tanpa kucing, tikus-tikus bisa dengan bebas memakan apa saja mulai dari biji gandum, padi, sampai tanaman sayur-sayuran. Dalam jumlah yang masif, makan pertanian kita bisa ambruk sehingga terjadi kelangkaan bahan makanan lalu kelaparan. 

Belum lagi ditambah dengan wabah penyakit. Akhirnya manusia akan menjadi seperti tikus, mencari sisa-sisa makanan  hanya untuk bertahan hidup.

Menyeramkan bukan? Makanya, sanyangi kucing peliharaanmu di rumah dan jangan take for granted kehadiran kucing liar di sekitar kita. Kalau tidak bisa menolong atau memberi makan, setidaknya jangan disakiti. Jasanya bagi kemanusiaan mungkin jauh lebih banyak dari apa yang kamu lakukan selama ini.

(hrd/ruw)