Kengerian Yang Bakal Terjadi Kalau Kita Hanya Makan Daging

Mar 25, 2019 3:01 PM

Bagi karnivora sejati, bisa hanya memakan daging setiap hari pastinya akan terdengar seperti surga di dunia. Burger, steak, ayam panggang, kambing guling, hmmm.


Source: PixabaySource: Pixabay
Apakah hanya makan daging setiap hari merupakan ide yang bagus?

Siapa di antara kamu yang waktu kecil dulu susah sekali disuruh makan sayur dan buah-buahan oleh orang tua? Entah kenapa, bagi sebagian anak-anak, sayur mayur tak terasa seenak daging ayam atau sapi. Kalau bisa ayam goreng, kenapa tumis kangkung? Mungkin begitu di dalam pikiran kita dulu.

Baca juga: Apakah Memakan Daging Manusia Buruk Bagi Kesehatan?

Padahal, selain perkataan orang tua banyak benarnya. Sayur dan buah-buahan adalah bagian tak terpisahkan dari menu makan kita sejak zaman purbakala.

Source: Pixabay Manusia purba tadinya merupakan vegan.Source: Pixabay
Manusia purba tadinya merupakan vegan.

Menurut ilmu pengetahuan, manusia pertama kali memakan daging hewan yaitu sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Sebelumnya, kita semua vegan dan hanya makan buah berry serta bunga. Tubuh manusia mulai mampu menerima daging hewan yang berlemak tinggi setelah mereka terbiasa mengonsumsi lebih banyak kacang-kacangan dan biji-bijian.

Lalu memang apa yang bakal terjadi kalau kita hanya memakan daging tanpa makanan nabati sama sekali? Mungkin di pikiran kita hanya akan terlintas beberapa penyakit seperti kolesterol tinggi dan obesitas alias kegemukan.

Namun, dirangkum dari video Asap Science berjudul  What If You Only Ate Meat?, selain hal-hal tersebut, berbagai akibatnya terdengar lebih menyeramkan.

Baca juga: Kenapa Ayam Goreng Makanan yang Paling Sering Dihidangkan?

Gangguan kesehatan pertama, tanpa makanan kaya serat seperti kacang-kacangan dan brokoli dalam keseharian, pencernaan kita akan tidak lancar dan mudah terkena sembelit. Pokoknya menderita. Bayangkan saja susah kesakitan saat buang air besar.

Absennya karbohidrat dari kentang atau beras misalnya, juga akan membuat kita kehilangan sumber energi. Karena seperti kita tahu, sumber tenaga diperoleh dengan cara membakar karbohidrat menjadi glukosa.

Tanpa karbohidrat, tubuh kita terpaksa membakar lemak dan mengurai protein-protein penting untuk mendapatkan energi. Glukosa dari protein dihasilkan di dalam liver, dan disebut dengan gluconeogenesis. Proses tersebut menghasilkan sampah nitrogen yang kemudian terkonversi menjadi urea.


Terlalu banyak akan hal ini  bisa menyebabkan keracunan protein dan menimbulkan gejala-gejala seperti mual, diare, dan yang terburuk dapat menyebabkan kematian.

Tak hanya itu, hanya memakan daging bisa membuat kita sangat kekurangan vitamin c. Tanpa vitamin c dari sayur dan buah-buahan, tubuh kita tidak akan mampu menghasilkan cukup protein bernama kolagen yang banyak ditemukan di persendian dan kulit.

Source: Pixabay Makan sayur tidak boleh disepelekan.Source: Pixabay
Makan sayur tidak boleh disepelekan.

Hal ini bisa menyebabkan luka sulit sembuh, gusi keropos, hingga perubahan kepribadian. Dan jika tidak mendapat penanganan yang baik, akibatnya kita bisa tewas akibat infeksi dan pendarahan.

Memang, suku Inuit yang tinggal di kutub utara sehat-sehat saja hanya memakan daging-dagingan. Tapi kalau kamu tidak didukung faktor genetis seperti mereka, tidak tinggal di daerah bersuhu sangat dingin, serta tidak harus berburu paus untuk bertahan hidup, sepertinya jangan berharap akan sama sehatnya.

Baca juga: Dari Manakah Kuliner Bakso Berasal?

Jadi, masih ogah makan sayur atau ingin hidup sehat dan berumur panjang? Hidup cuma sekali loh, jangan dihabiskan dengan sakit saja. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

(ruw)