Kenapa Roti Buaya Bisa Jadi Lambang Budaya Betawi?

Jun 18, 2019 12:30 PM

Indonesia adalah negara dengan suku paling banyak di dunia. Indonesia memiliki 714 suku yang tersebar diseluruh penjuru negara dan tentunya dengan Bahasa daerah dan kebudayaan yang beragam.

Dengan tetap menjaga kebudayaan, menjadi sarana membangun relasi dengan banyak negara lain. Saat ini sudah banyak negara yang mulai memasukan beberapa kebudayaan Indonesia ke dalam kurikulum di negara mereka. Kita sebut saja gamelan, reog, hingga angklung, itu semua adalah kebudayaan yang jelas berasal dari Indonesia dan ternyata bisa dinikmati dan diminati oleh banyak orang yang tidak berasal dari Indonesia.

Salah satu kebudayaan yang banyak bisa kita lihat adalah dalam pernikahan. Masing – masing daerah memiliki tradisi urutan pernikahannya masing – masing. Salah satu adat yang pastinya sama dan ada di semua adat adalah bagian seserahan.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Filosofi Keren Mengapa Sarung Bermotif Kotak-kotak


roti buayaSumber foto: Travel Indonesia
Barang atau sesuatu yang diberikan saat seserahan punya makna dan arti baik untuk pernikahan yang akan dilangsungkan.


Dalam tradisi ini digambarkan pihak pria datang melamar perempuan. Dalam seserahan kamu tidak boleh sembarangan memberikan barang atau hal lainnya. Barang atau sesuatu yang diberikan saat seserahan punya makna dan arti baik untuk pernikahan yang akan dilangsungkan. Salah satu seserahan yang menarik adalah roti buaya yang biasa dilakukan masyarakat khas Betawi.

Buaya saat ini memiliki arti yang kurang baik yaitu playboy atau pria yang memiliki banyak wanita, tetapi tidak dalam pandangan banyak orang Betawi. Justru dalam tradisi khas Betawi buaya adalah bentuk kesetiaan. Buaya adalah hewan yang hanya kawin dengan satu betina saja. Berangkat dari situ roti buaya dimasukan dalam salah satu seserahan wajib ada dalam adat pernikahan Betawi. Selain melambangkan kesetiaan karena buaya hanya kawin dengan satu betina, roti buaya yang dibawa juga melambangkan kesabaran sertta kestabilan ekonomi masyarakat Betawi.

Masuknya simbol dalam adat Betawi terinspirasi sejak dahulu kala, tepatnya saat Belanda hadir dan menjajah Indonesia. Saat itu orang Belanda memberikan bunga kepada orang yang dikasihinya sebagai bentuk sayangnya kepada orang itu. Dari situ masyarakat Betawi melihat bahwa perlu juga memiliki tanda atau bukti fisik seperti bunga yang diberikan, lalu dipilihlah roti dengan bentuk buaya sebagai bentuk kesetiaan, kesabaran, dan kestabilan ekonomi untuk keluarga wanita yang mau dipinang.

Baca Juga: Penasaran Kenapa Ada Titik di Dahi Orang India?


roti buayaSumber foto: Pusatis
Berangkat dari pemikiran positif mengenai kebiasaan buaya, roti buaya dibuat sepasang dan buaya jenis betina akan diletakan diatas atau disampping buaya jantan.


Berangkat dari pemikiran positif mengenai kebiasaan buaya, roti buaya dibuat sepasang dan buaya jenis betina akan diletakan diatas atau disampping buaya jantan. Hal ini mau diartikan sebagai doa kesetiaan dalam rumah tangga hingga memiliki anakl cucu yang akan mewariskan kebudayaan dan menjadi kebanggaan keluarga dan sekitar.

Awalnya tekstur dan rasa roti buaya tidak menjadi perhatian, karena dahulu roti buaya dibentuk dengan tekstur keras dan dibiarkan hingga membusuk. Hal itu mau diartikan sebagai keluarga yang kuat dan setia hingga akhir hayat yang memisahkan.

baca Juga: Kenapa Orang Jawa dan Orang Sunda Tidak Boleh Menikah?

Berbeda dengan saat ini roti buaya dibuat dengan tekstur lembut dan nikmat saat dimakan. Setelah diberikan roti buaya akan dipotong dan dibagi kepada seluruh yang hadir dan sekitar sebagai bentuk rasa syukur dan doa untuk yang belum menikah agar bisa cepat menikah dengan pasangan yang baik. Perubahan yang tidak mengurangi makna baik yang terdapat di roti buaya membuat tradisi ini terus bertahan hingga saat ini. Kesadaran akan baiknya memelihara tradisi baik juga terus ditanamkan dari generasi ke generasi. (gn)