Kenapa Orang Jawa dan Orang Sunda Tidak Boleh Menikah?

Mar 18, 2019 3:01 PM

"Pada dasarnya setiap individu itu unik, jadi untuk menilai seseorang , ya paling engga dari tingkah lakunya, pola pikirnya, bagaimana dia menghadapi masalah, hobi dan kebiasaanya," begitulah ujar Joseph Pradipta, laki-laki berusia 22 tahun dengan ras Jawa.

Sejarah masa lalu antara Jawa dan Sunda, memang tak lagi asing di telinga masyarakat. Dendam antara kerajaan Majapahit dan kerajaan Padjajaran, masih saja mengalir pada darah-darah keturunan.

Berawal dari lukisan Sungging Prabangkara yang mengambarkan kecantikan Putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda, Raja Hayam Wuruk jatuh cinta, yang juga dilandasi oleh dunia politik.

Hayam Wuruk pun berniat untuk melamar sang putri cantik tersebut. Segala persiapan upacara pernikahan pun telah dipersiapkan, namun apa daya mahapatih Gajah Mada merusak segalanya.

Melihat hal ini, Gajah Mada justru menjadikan kesempatan untuk mendapatkan tahta kerajaan Sunda. Alih-alih mau menjadikan Dyah Pitaloka sebagai istri, malah disebut-sebut akan hanya menjadi seorang selir.

Hal tersebut menyalakan sumbu peperangan antara kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Padjajaran, hingga pertumpahan darah. Dari kejadian itulah, orang berdarah Jawa dan Sunda sulit mendapatkan restu untuk menikah.

"beberapa hari yang lalu, temen gw ada yang masalah dengan itu. temen gw cowo dia orang jawa selama ini pacaran tuh sama orang sunda, disuruh putus sama emaknya gara-gara emaknya gamau punya menantu orang sunda," ujar Bambang.

Sebetulnya ras bukanlah utama untuk memilih pasangan, alangkah baiknya kita menilai seseorang dari sifatnya bukanlah dari ras nya.