Kenapa Kita Pakai Bantal Untuk Tidur?

Apr 18, 2019 1:32 PM

Istirahat menjadi hal yang selalu dibutuhkan setiap harinya oleh tubuh. Dengan mendapatkan istirahat yang cukup tubuh akan bisa memaksimalkan diri untuk melakukan banyak hal. Dengan istirahat miniumal 6-8 jam sehari akan membuat bada kamu segar dan prima segarian.

Tidur juga sangat erat kaitannya dengan kasur dan perlatan lainnya seperti bantal, guling, selimut, dan lainnya. Memiliki kualitas tidur yang baik juga bisa didukung dengan terpenuhinya keperluan tidur. Dengan Kasur yang emouk akan membuat badan kamu terasa nyaman saat tidur dan segar ketika banyak di pagi hari. Bantal dan guling juga seakan manjadi hal yang penting dan utama untuk menemani waktu tidur kamu.

tidurilustrasi wanita tidur. (Photo: pixabay)

Bantal menjadi salah satu alat tidur yang banyak dibutuhkan orang saat tidur. Bantal akan berfungsi menyanggah bagian kepala kita sehingga membuat bagian kepala kita khususnya bagian belakang kepala mendapatkan tekanan yang besar dengan kasur. Dengan bantal kita bisa membuat tidur lebih nyenyak karena saat tidur bagian otak kita akan bekerja untuk memerintahkan tubuh untuk melakukan perbaikan akan kerusakan yang dialami saat bangun.

Bagaimana awalnya adanya bantal? Bantal sudah ada sejak dahulu kala, percaya atau tidak bahwa bantal ditemukan bahkan sebelum baju ditemukan oleh manusia. Saat itu masyarakat Mesir Kuno membuat bantal menjadi barang yang istimewa dan berharga. Bantal menjadi salah satu ciri untuk orang kaya saat itu. Dari situ kita tahu bagaimana manusia sejak dahulu kala membutuhkan tidur yang nyaman.

Baca juga: Waspada! Main Gadget Sebelum Tidur Bisa Membuat Tubuh Cepat Lelah

Seiring berjalannya waktu bantal mulai berpindah dan digunakan di berbagai daerah di dunia. Bahkan lebih menarik lagi di setiap negara punya komposisi khusus untuk bantalnya, missal Eropa akan suka bantal dengan sarung berbulu, sementara Cina memiliki bantal dengan kondisi empuk dan lembut akan merusak vitalitas tubuh manusia. Akhirnya orang Cina membuat bantal dengan bahan dasar kayu, kulit atau porselin. Kita yang di Indonesia sangat suka menggunakan bahan dasar kapuk untuk bantal.

Kurang lebih 7.000 tahun lalu sudah mulai kebiasaan orang tidur dengan bantal. Dari situ mulailah teknologi berkembang demi menjaga alam tetap baik. Dengan menjaga kualitas kenyamanan tetapi tidak mengeksploitasi alam berlebihan banyak bantal terbuat dari serat sintesis sebagai pengganti bahan alami. Pertama kali bantal digunakan oleh orang Mesopotamia yang saat itu menghuni daerah sungai efrat dan Tigris yang saat ini kita kenal dengan nama Irak.

tidurTidur menggunakan bantal. (Photo: pixabay)

Dahulu bantal mulai dengan bahan dasar batu. Saat itu fokusnya adalah bagaimana membuat posisi tubuh rata sehingga tidak menyebabkan penyakit pada bagian leher dan kepala. Terbukti dengan ditemukannya barang arkeolog di Mesir.

Baca juga: Benarkah Tidur Di Ayunan Lebih Nyenyak?

Selanjutnya baru digunakan di Mesir dan membuat bantal dengan bahan yang lebih nyaman. Meskipun begitu banyak aorang mesir tidak menyukai bantal dan lebih suka tidur dengan gaya menyenderkan kepalanya di pilar – pilar bangunan yang ada.

Di Cina seiring berjalannya waktu banyak bantal dengan ukiran bunga dan gambar – gambar prasejarah disana. Diperkirakan waktu sebelum saat ditemukan adalah 960 masehi. Sama seperti Mesir, orang Cina tidak terlalu suka dengan bantal karena dianggap menurunkan vitalitas.

Baca juga: Sering Dibenci Tapi Ini Manfaat Tidur Siang Saat Kecil

Mulai masuk abad pertengahan bantal mulai digunakan di Eropa sebagai lambang kesuksesan dan kerajaan. Kaum menengah keatas menjadi orang yang menggunakan bantal saat tidur. Bahkan raja Henry VII yang adalah Raja Inggris merubah stigma orang yang menggunakan bantal hanyalah orang lemah khususnya pria. Mulai dari situ bantal hanya digunakan untuk wanita yang hamil dan pria yang menggunakannya akan dicemooh lemah.

Hingga saat ini sejarah Panjang akan bantal seakan terlupakan. Cina sudah menggunakan bantal dengan kualitas lembut dan tidak takut dengan menurunnya vitalitas dan Inggris juga menggunakan bantal sebagai teman di saat tidur. (gn)