Sebuah Penelitian Ungkap Fakta Terbaru, Menangisi Mantan Bisa Turunkan Berat Badan

May 8, 2019 7:30 AM

Kamu tahu dong jika urusan berat badan bukan cuma tentang penampilan saja. Ada banyak potensi bahaya yang mungkin bisa menimpa kamu saat membiarkan tubuh tetap gemuk, salah satunya serangan diabetes, hipertensi dan berbagai penyakit lainnya.

Belakangan ini banyak orang yang mulai peduli dengan perubahan berat badannya. Salah satu buktinya adalah, banyak orang yang mulai menjalankan berbagai program diet sehat, contohnya diet keto, diet mayo, hingga diet OCD yang digagas oleh Deddy Corbuzier.

Baca Juga : Hati-Hati! Ini Lima Makanan yang Sebabkan Depresi

Sayang, berbeda orang berbeda juga hasil diet yang dia lakukan. Ada yang berhasil dengan diet mayo, tapi banyak juga yang menganggap diet tersebut hanya menghasilkan kegagalan. Tentu saja ini berlaku untuk program diet lainnya. 


Menangisi Mantan Bisa Turunkan Berat Badan


Menangisi mantanSource tempo.co
penelitian yang dilakukan di St Paul Ramsey Medical Center, menyebut jika perasaan sedih, menangis, stres dan patah hati saat ditinggal kekasih, bisa membuat berat badan kamu menurun drastis.

Nah baru-baru ini ada sebuah penelitian yang dilakukan di St Paul Ramsey Medical Center, menyebut jika perasaan sedih, menangis, stres dan patah hati saat ditinggal kekasih, bisa membuat berat badan kamu menurun drastis. Perasaan tersebut akan terasa semakin perih saat kamu mengingat kebersamaan indah bersama sang mantan. Dilansir dalam Bright Side, para ahli berpendapat jika menangisi mantan akan membuat kamu melepas lebih banyak hormon kortisol, atau yang dikenal juga sebagai hormon stres. Menariknya, banyak penelitian yang menyebut jika hormon tersebut berkaitan langsung dengan obesitas.

Di dalam tubuh, hormon kortisol bekerja dengan cara melawan rasa stres yang muncul. Tapi sayang, kebanyakan orang justru memilih pasrah pada keadaan, hingga membuat stres dan kesedihan (tanpa menangis) menguasai seluruh sendi kehidupannya. 

Baca Juga : Waspada Kalau Lagi Diet! Risiko Kematian Akibat Diet Tak Sehat Lebih Parah Dari Merokok

Alhasil, tubuh akan menganggap jika kamu sudah menggunakan sebagian besar kalori untuk menangani stres yang berkembang, dan memunculkan sinyal untuk kembali mengisinya. Inilah biang keladi munculnya emotional eating yang menyebabkan obesitas. 


Menangis sedih dihibur orang lainSource motherandbaby.co.id
Para ahli sepakat jika menumpahkan air mata merupakan salah satu cara paling efektif untuk melawan kemunculan emotional eating.


Untuk melawannya, para ahli sepakat jika menumpahkan air mata merupakan salah satu cara paling efektif untuk melawan kemunculan emotional eating. Hal ini disebabkan karena air mata emosional mengandung hormon prolaktin, leu-enkefalin dan adrenokortikotropik. Semua hormon tersebut diproduksi ketika kita berada di bawah tekanan besar, dan memacu produksi hormon kortisol. Selain itu, hormon-hormon tersebut akan bekerja dengan cara mengirimkan sinyal jika kita tidak perlu menahan lemak karena situasi yang membuat stres sudah usai.

Hal inilah yang membuat menangis saat sedang bersedih, termasuk saat mengingat mantan, tidak hanya akan membuat perasaanmu menjadi lebih lega, tapi juga efektif untuk membakar lebih banyak lemak dan mempercepat proses penurunan berat badan.

Baca Juga : 10 Film Horor Ini Bisa bantu Turunkan Berat Badan

Yang paling menarik, penelitian ini pun merinci secara detail waktu terbaik untuk menangisi kesedihan, yakni sekitar jam 7-10 malam. Hal senada diungkapkan dr Robert Petros, peneliti dari Yerevan State Medical University, yang menyebut jika menangisi lepas cukup efektif untuk membakar kalori, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. Tapi hal ini cukup berpengaruh kepada berat badan. 


Menangisi mantanSource womantalk.com
Dalam beberapa kondisi, menangisi kesedihan pun dapat membuat nafsu makan seseorang menurun drastis.

Pasalnya, selain membakar kalori dan melepaskan banyak lemak, menangis pun dapat membuat banyak orang terhindar dari emotional eating. Dalam beberapa kondisi, menangisi kesedihan pun dapat membuat nafsu makan seseorang menurun drastis.

Tapi hati-hati, dr Robert mengingatkan jika penurunan berat badan yang terjadi karena penurunan nafsu makan yang disertai depresi, bisa sangat berbahaya karena tidak hanya menyebabkan laju metabolisme yang tidak normal, kamu pun beresiko mengalami kekurangan nutrisi. Maka dari itu, menangis boleh-boleh saja dilakukan. Tapi jangan lupa tetap olahraga dan sayangi diri sendiri dengan konsumsi makanan sehat. Jangan sampai deh tubuhmu kurus kering kayak tengkorak!