Hiperandrogen, Jenis Jerawat Berbahaya Karena Sulit Disembuhkan

Oct 8, 2019 5:42 AM

Sudah bukan rahasia lagi jika kerawat kerap mengganggu penampilan seseorang, bahkan dapat membuat hilangnya rasa percaya diri ketika wajah dipenuhi jerawat. Kemunculan jerawat bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai adanya pengaruh hormon hingga pengaruh lingkungan dan gaya hidup. Jika kamu memiliki jerawat yang sulit disembuhkan, kamu wajib waspada karena ada kemungkinan itu merupakan jerawat jenis Hiperandrogen.

Jerawat yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan gaya hidup umumnya bisa dicegah dengan menerapkan kebiasaan sehat, seperti mencuci muka setiap kali selesai beraktivitas di luar ruangan atau setelah menggunakan riasan make up  pada wajah.

Berbeda dengan jerawat yang disebabkan karena faktor pengaruh lingkungan seperti yang disebutkan di atas, jerawat yang timbul disebabkan oleh pengaruh hormon, biasanya memerlukan penanganan yang lebih serius untuk dapat menghilangkannya. Karena apabila terlambat ditangani, jerawat bisa menimbulkan bekas pada kulit wajah secara permanen.

Faktor hormonal yang dimaksud di sini adalah berlebihnya hormon androgen dalam tubuh seseorang. Hormon androgen biasanya terdapat pada pria. Namun wanita juga membutuhkan 1 persen hormon androgen untuk dapat membantu pertumbuhan rambut dan sel telur mereka. Jika kadar hormon androgen yang ada dalam tubuh seorang wanita melebihi angka 1 persen, maka berpotensi menyebabkan terjadinya kelainan hormonal atau dikenal juga dengan kondisi hiperandrogen.


Jerawat Hiperandrogen, Jerawat yang Susah Disembuhkan Pengertian, penyebab, perbedaan, dan cara mengatasi jerawat hiperandrogenSource: novi.ba
Kelebihan androgen sebabkan jerawat.

Baca Juga: Kenapa Ada Orang yang Bisa Tak Jerawatan?

Kondisi hiperandrogen dapat membuat kulit wanita memproduksi sebum atau minyak berlebih terutama pada bagian wajahnya, sehingga memicu timbulnya jerawat dengan tingkat keparahan sedang hingga berat. Hal ini disebakan oleh minyak berlebih yang menutupi folikel kulit yang terbuka. Mengingat sebum atau minyak merupakan media yang ideal bagi bakteri untuk bermkembangbiak, maka penumpukan sebum akan meningkatkan jumlah bakteri P. acne, kemudian menyebabkan peradangan atau jerawat pada kulit terutama kulit wajah. Jerawat inilah yang disebut sebagai jerawat hiperandrogen yang sulit dihilangkan.

Untuk mengenali jerawat hiperandrogen dengan jerawat biasa sebenarnya bisa dilihat dari bentuk jerawat tersebut. Umumnya jerawat hiperandrogen berbentuk besar dan juga meradang. Selain itu, jerawat hiperandrogen biasa tumbuh di area permukaan kulit tubuh dengan densitas minyak yang banyak. Contohnya adalah area T pada rahang, wajah,  hingga lipatan dada, dan juga pada bagian kulit punggung.

Selanjutnya, jika Kamu sudah mengupayakan pengurangan minyak tetapi jerawat masih belum sembuh ataupun berkurang, maka kemungkinan besar jerawat tersebut merupakan jerawat hiperandrogen. Pertanyaan, adakah cara mudah untuk mengenali jerawat hiperandrogen? 

Setidaknya terdapat 2 cara mudah untuk mengenali jerawat hiperandrogen ini, yakni dengan melihat apakah siklus haid tidak teratur dan langsung timbul jerawat.


Jerawat Hiperandrogen, Jerawat yang Susah Disembuhkan Pengertian, penyebab, perbedaan, dan cara mengatasi jerawat hiperandrogenSource: www.medicalacademic.co.za
Ciri jerawat hiperandrogen

Baca Juga: Hindari 5 Makanan Ini Jika Ingin Punya Wajah Mulus Tanpa Jerawat

Jerawat hiperandrogen yang memiliki ukuran lebih besar bahkan kerap meradang tentu membuat wanita merasa tidak percaya diri akan penampilannya. Untuk itu, segera lakukan pengobatan agar jerawat tidak semakin bertambah parah. Kamu juga bisa mengatasi jerawat hiperandrogen adalah dengan mengonsumsi obat oral seperti pil kontrasepsi. Pil kontrasepsi telah disetujui oleh US Food and Drugs Association (US FDA) untuk mengobati kasus jerawat ringan hingga sedang pada wanita.

Selain berfungsi sebagai obat penunda kehamilan, pil kontrasepsi juga dapat mengatasi jerawat hiperandrogen, karena memiliki kombinasi yang bersifat antiandrogenik yang kuat. Kombinasi antiandrogenik ini membuat produksi sebum atau minyak berkurang, sehingga sangat efektif sebagai terapi jerawat hiperandrogen dan mengatur kelenjar minyak pada wanita. Namun, konsumsi pil kontrasepsi untuk mengatasi jerawat hiperandrogen harus dilakukan secara rutin dan sesuai dengan resep dokter. Sebab tidak semua pil kontrasepsi memiliki efek antiandrogen. Jika Kamu sudah berkonsultasi dengan dokter mengenai pil kontrasepsi yang dapat dikonsumsi, biasanya dokter juga akan meresepkan obat lain untuk perawatan jerawat, misalnya obat-obatan luar atau antibiotik, sehingga wajah benar-benar bersih dari jerawat.

Yang tidak kalah penting untuk mecegah jerawat semakin parah adalah dengan menjaga kebersihan kulit dan menghindari kebiasaan memegang jerawat. Pasalnya, kebiasaan tersebut dapat memperparah peradangan pada kulit yang berjerawat.

Baca Juga: Jurus Jitu Menghilangkan Jerawat Dengan Mudah Dan Cepat