Jelang Lawan Thailand, Pasukan Garuda Berjuang Atasi Trauma Kekalahan

Sep 10, 2019 3:35 AM

Dua pelatih asing akan beradu strategi dalam laga Timnas Indonesia kontra Thailand di pertandingan kedua Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Timnas Indonesia bersama Simon McMenemy asal Skotlandia, sementara Thailand bersama Akira Nishino yang merupakan pelatih asal Jepang.

 Bicara soal kiprah bersama tim masing-masing, kedua pelatih tergolong baru. Simon McMenemy baru resmi menangani Timnas Indonesia sejak Januari 2019, sementara Akira Nishino ditunjuk FAT menangani Timnas Thailand pada Juli 2019.

Baca Juga: 7 Stadion Sepak Bola Berkapasitas Besar di Dunia, Ada Dari Indonesia!

Hasil Pertandingan Sebelumnya


source: https://tirto.id Hasil pertandingan sebelumnyaSource: https://tirto.id
Dibayangi trauma 

Simon McMenemy Setelah lebih dari delapan bulan menangani Timnas Indonesia dan melakukan sejumlah laga uji coba, termasuk saat FIFA matchday, pelatih asal Skotlandia itu justru harus melihat timnya mengalami kekalahan 2-3 ketika menjamu Malaysia di SUGBK, Kamis (5/9/2019). Laga kontra Vietnam di pertandingan pertama Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang digelar Kamis (5/9/2019) menjadi debut Akira Nishino di laga resmi bersama Thailand. 

Hasilnya, pelatih asal Jepang itu belum berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik Thailand yang ditahan imbang oleh Vietnam. Dengan hasil tersebut, tentu kedua pelatih akan mempersiapkan dengan lebih baik tim masing-masing untuk pertemuan di SUGBK kali ini. Namun, dari konferensi pers yang dilakukan oleh kedua pelatih, sudah terlihat ada sedikit perbedaan yang akan ditampilkan dalam laga kali ini.

Baca Juga: Canggih, Lima Stadion Ini Punya Teknologi Lapangan yang Bisa Digeser

Indonesia Masih Terbayang Kekalahan dengan Malaysia


source: https://bola.kompas.com Indonesia Masih Terbayang Kekalahan dengan MalaysiaSource: https://bola.kompas.com
Masih terbayang kekalahan 

Indonesia masih dibayangi kekalahan dari Malaysia di laga perdana dengan skor 2-3. Kekalahan tersebut begitu sangat menyakitkan, selain kebobolan di injury time, pertandingan juga diwarnai kericuhan yang melibatkan suporter. Simon mengakui sangat sulit untuk Skuat Garuda melupakan kekalahan tersebut. Namun, tim bakal mencoba untuk bangkit agar bisa tampil lebih baik di pertandingan melawan Thailand. 

"Besok adalah laga besar, tentu masih susah move on lawan Malaysia. Mungkin masih ada orang yang sedih dan sakit. Tetapi kami profesional. Hidup kami ditentukan menang atau kalah," ujar Simon kepada pewarta di Stadion GBK, Senin (9/9/2019).

"Tantangan sekarang, kepada para pemain, memang kami kalah, habis kalah, responsnya bagaimana? Dan kami tahu semua tim bakal merasakan kalah," sambungnya. 

"Sebuah tim akan dinilai kalau bangkit dari kekalahan dan membuktikan ini tim yang diharapkan penonton. Semua pemain ingin bangkit. Sedih saat kalah. Apalagi 20 menit terakhir. Masih banyak yang perlu ditingkatkan. Mereka kini termotivasi dan tak sabar menghadapi laga besok," tegasnya.

Baca Juga: Dibuka Akhir 2019, Seperti Apa Bentuk Kolam Renang Terdalam Dunia di Polandia?

Perubahan Strategi Permainan


timnasSource: bola.com
Perubahan strategi

Pelatih Thailand, Akira Nishino mengatakan, timnya mengalami permasalahan di penyelesaian akhir. Terbukti pada partai sebelumnya, tim berjulukan Changsuek itu bermain kacatama melawan Vietnam. Klaim Nishino, Thailand mendominasi partai itu dengan menciptakan sejumlah peluang. Namun, gagal berujung menjadi gol diakibatkan, satu di antaranya Changsuek krisis striker. Nishino hanya membawa Supachai Jaided sebagai satu-satunya penyerang di Thailand. Pemain berusia 20 tahun itu turun dari bangku cadangan ketika melawan Vietnam. 

"Setelah melawan Vietnam, isu kami adalah mencetak gol. Masalahnya beberapa peluang terjadi namun tak berbuah gol. Itu yang perlu diperbaiki," imbuh Nishino. Nishino tak menyertakan penyerang flamboyan Thailand, Teerasil Dangda dan Adisak Kraisorn pada dua partai awal Grup G karena cedera. Derita Changsuek bertambah tatkala dua gelandangnya, Thitipan Puangchan dan Anon Amornlerdsak terpaksa dipulangkan seusai partai melawan Vietnam lantaran cedera.

Nishino memutuskan untuk mengganti penjaga gawang timnya, di mana dalam laga kontra Vietnam ia menurunkan Siwarak Tedsungnoen dan kini ia akan memainkan Kawin Thamsatchanan. Hal tersebut terlihat dari keputusan Nishino membawa Kawin dalam konferensi pers jelang laga. Padahal Thailand tak kebobolan dalam laga kontra Vietnam. Sementara di lain pihak, Simon McMenemy tetap mempercayakan Andritany untuk mengawal gawang Tim Garuda. Andritany yang bobol tiga kali saat menghadapi Malaysia akan tetap menjadi kiper andalan sekaligus kapten Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand.