Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama, Hoax atau Nyata?

Mar 21, 2019 8:00 AM

Love (Sumber foto: Pixabay)Love (Sumber foto: Pixabay)


Masa sih baru lihat langsung jatuh cinta? Itu mah tertarik doang atau malah nafsu semata!

Mungkin begitu komentar yang bakal terlontar dari mulut mereka yang kelewat apatis dan realistis. 


Cinta mah bisa datang kapan saja dan di mana saja!

Mungkin begitu pula kata mereka yang romantis seperti drama Korea.

Well, bebas-bebas saja mau percaya tidak. Selain sekedar ungkapan, namanya juga cinta. Lebih enak dirasakan daripada diperdebatkan.

Tapi apakah cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada?

Dikutip dari berbagi sumber ilmiah, jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada. Tapi mungkin, tidak seperti cara kita memandangnya selama ini.

Jatuh cinta pada pandangan pertama adalah ketertarikan seksual bila dipandang dari sudut pandang sains.

Saking kagumnya dengan kecantikan atau kegantengan seseorang saat pertama kali bertemu, kita jadi seakan mau melakukan apa pun demi cinta. Padahal kita belum tahu apa manfaat dia bagi kehidupan kita, atau apakah dia pantas untuk dicintai.

Saat bertemu dengan seseorang yang kita sukai, seketika otak dalam waktu 1/5 detik langsung melepaskan berbagai hormon dan zat kimia seperti dopamine, oxytocin, dan adrenaline ke dalam aliran darah.

Hal ini yang kemudian membuat kita merasakan senang dan bersemangat. Reaksi tersebut mirip dengan yang terjadi saat seseorang kecanduan narkoba. Meski baru dalam hitungan detik, kita seolah tidak bisa hidup tanpanya.

Di sisi lain, pepatah Jawa witing tresno jalaran soko kulino alias "jadi cinta karena terbiasa" juga merupakan hal kurang lebih sama.

Meski pada awalnya tidak mengalami ketertarikan seksual sama sekali, karena sudah akrab dan melilhat berbagai hal menarik dan mengagumkan dari si dia, berbagai informasi tambahan yang otak kita terima itu menjelma sebagai informasi baru layaknya cinta pada pandangan pertama tadi.

Jadi apakah cinta pada pandangan pertama benar-benar ada atau ilusi semata? Mungkin bukan sains, melainkan hanya hatimu yang mampu menjawabnya!

Yang jelas, cinta sejati itu urusan hati, bukan rupa. Hubungan percintaan pun bagaikan tanaman. Jika tidak dirawat, disirami dan diberi pupuk, akan layu dan mati mau secantik atau seganteng apa pun kekasih kita.

Bagaimana menurutmu?

(ruw)