Jangan Memutuskan Menikah Karena 3 Hal ini!

Jun 17, 2019 8:00 AM

Sebelum menikah, pasti ada beberapa pertimbangan yang biasa dipikirkan oleh setiap pasangan. Tentunya ada berbagai harapan dan fantasi yang berkembang yang terbentuk dari hubungan yang sedang dijalani sebelum menikah. Harapan tersebut sering dijadikan pertimbangan yang paling berat untuk memutuskan menikah atau tidak.

Misalnya saja, “Walaupun baru kenal, kami merasa sudah saling mengenal sejak lama sekali,” atau, “Aku pasti bakal hidup bahagia dengannya selamanya,”.

Ternyata, harapan-harapan tersebut belum tentu jadi alasan menikah yang cukup kuat. Namun, di kemudian hari setelah beberapa waktu menjalani pernikahan, Kamu bisa jadi akan mendapatkan kenyataan-kenyataan lain yang berbeda dari apa yang Kamu impikan di awal. Dengan kata lain, alasan-alasan di atas adalah alasan yang tidak tepat untuk memulai pernikahan.

Di bawah ini, ada tiga alasan yang kurang tepat untuk menikah. Lebih jelasnya, simak ketiga alasan tersebut di bawah ini. 


1. Menikah Karena Hidup Kamu Kurang Bahagia Saat Sendiri


bahagia

Source: magazine.com

Baiknya kamu happy dulu saat single.

Ya memang betul menikah itu bisa membawa kebahagiaan karena kamu punya pasangan yang menemanimu. Tapi alasan menikah ini kurang tepat, karena jika saat single hidup kamu kurang bahagia, maka saat menikah dengan tidak langsung kamu berharap dan menuntut pasanganmu untuk membahagiakan kamu. Kalo boleh saya sarankan, menikahlah bila kamu telah hidup single dan bahagia. Karena nanti saat menikah kamu akan saling berbagi kebahagian, jika salah satu dari kamu tidak bahagia saat single, maka saat menikah salah satu dituntut untuk selalu memberikan kebahagian, sehingga tidak adil.

Baca Juga: 4 Prinsip yang Harus Kamu Pegang Bila Ingin Menikah Muda di Bawah Usia 25 Tahun

 “Dia cinta mati sama aku dan dia akan selalu membuat aku merasa spesial.” Apakah kalimat ini menggambarkan perasaan Kamu terhadap pasangan? Atau Kamu ingin bergegas menikah karena Kamu butuh jaminan bahwa ada orang yang mau dengan Kamu? 

Kamu berharap bahwa dengan menikah, Kamu bisa mengisi suatu kekosongan dalam diri Kamu. Kamu percaya bahwa satu-satunya hal yang bisa membuat Kamu cukup berharga di mata orang lain atau di mata Kamu sendiri adalah status sebagai suami atau istri seseorang. Padahal, belum tentu calon pasangan Kamu adalah orang yang tepat buatmu. Bisa juga dalam hati sebenarnya Kamu belum siap berkomitmen penuh dengan orang lain, tapi Kamu tak kuasa menahan hasrat untuk segera menikah. 


2. Menikah Karena Cemas Teman Lain Sudah Banyak yang Menikah


 cemas

Source: Siopung.com

Jangan menikah karena cemas.

“Semua teman-teman SD, SMP, dan SMA sudah melepas masa lajangnya. Masa aku belum?” Sering berpikiran seperti ini? Atau Kamu pernah mempertimbangkan hal ini, “Dia datang ke aku dan langsung bicara, jelas ini kesempatan emas. Kalau tidak aku terima sekarang, aku tidak yakin akan ada kesempatan lain nantinya.”

Pernyataan-pernyataan di atas didasari oleh rasa takut dan cemas. Kamu mungkin ketakutan bahwa kalau tidak segera menikah, maka Kamu akan ketinggalan dari orang-orang dan tidak akan berhasil dalam hidup. Atau Kamu percaya bahwa dengan menikah, perasaan ketakutan itu akan hilang segera.

Baca Juga: Di Umur Berapakah Seharusnya Seseorang Menikah?

Orang-orang yang memiliki alasan di atas, bisa jadi sangat percaya bahwa pasangan yang akan dinikahinya merupakan “obat” bagi ketakutan-ketakutan Kamu Namun, ketika perasaan takut itu ternyata tidak hilang, otak akan menyatakan bahwa “obat” Kamu tidak manjur. Dampaknya bisa jadi adalah umur pernikahan yang hanya seumur jagung. Jadi jangan jadikan alasan cemas untuk segera menikah ya.


3. Menikah Supaya Hidup Jadi Lebih Mudah


mudah

Source: siopung.com

Jangan berharap menikah agar hidup lebih mudah.

Mengapa Kamu ingin menikah? Supaya ada orang yang akan membelikan rumah atau membantu Kamu mencicil KPR? Atau supaya ada orang yang akan memasak buat Kamu setiap hari? Atau karena Kamu sudah lelah bolak-balik mencari pasangan tanpa kepastian? Bisa juga karena hanya dengan menikah, Kamu bisa melakukan hal-hal yang sepatutnya dilakukan sepasang suami istri.  

Berbagai alasan menikah di atas disebut dengan alasan pragmatis. Bila Kamu termasuk orang yang pragmatis, maka sederhananya Kamu menikahi pasangan karena itu menguntungkan buat Kamu. Jangan salah kaprah. Sah-sah saja, kok, kalau Kamu menikah karena punya kebutuhan tertentu yang harus dipenuhi. Namun, alasan menikah seperti itu tidak sehat bila Kamu jadi mengabaikan faktor-faktor penting lainnya dalam mengambil keputusan menikah. Misalnya Kamu sebenarnya belum begitu mengenal sifat-sifat calon pasangan atau keluarganya secara mendalam. 

Baca Juga: Kenapa Orang Jawa dan Orang Sunda Tidak Boleh Menikah?

Tidak jarang pasangan yang menikah karena alasan-alasan pragmatis tersebut akhirnya merasa tidak puas dengan pernikahannya. Pasalnya, di tengah-tengah pernikahan, Kamu mungkin baru menyadari bahwa hubungan yang sehat itu bukan cuma urusan masakan yang enak atau rumah mewah saja. Kamu harus bisa menyatukan dua pribadi yang berbeda dan hal ini memang tidak mudah.