Lempeng Indo-Australia, Penyebab Terjadinya Gempa Bumi Banten 2019

August 3, 2019 4:25 AM

Indonesia kembali diguncang gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter yang terjadi di selatan pulau Jawa, atau lebih tepatnya di selatan kota Sumur, Banten yang berlokasi di laut pada jarak 164 km arah barat daya. Sebelumnya gempa yang terjadi pada jam 19.23 WIB itu sempat menjadi ancaman bagi warga sekitar karena adanya potensi Tsunami dari BMKG, yang pada akhirnya peringatan tersebut diakhiri.

Gempa tersebut memang cukup menimbulkan getaran yang cukup besar di beberapa daerah di pulau Jawa, bahkan kota Jakarta pun ikut terkena efek gempa yang terjadi di selatan Jawa tersebut. Selain itu beberapa wilayah lainnya di pulau Jawa juga merasakan efek tersebut. Kabupaten Sukabumi misalnya yang terkena dampak dari gempa tersebut yang menyebabkan 26 rumah alami kerusakan baik yang minor ataupun sedang.


Source: BMKG
Titik pusat gempa yang terjadi di Banten hari Jumat (2/8/2019)

Baca Juga: Kenapa Jepang Jadi Negara yang Sering Gempa? Ternyata Ini Sebabnya 


Sebelumnya menurut info dari Pusat Pengendali Operasi BNPB dari CNN Indonesia (3/8/2018), jumlah rumah yang alami kerusakan mencapai 15 rumah yang terdeteksi di wilayah kabupaten Sukabumi dan Bandung Barat. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan bertambah sewaktu-waktu jika ditemukan rumah yang alami kerusakan akibat gempa yang terjadi di laut selatan Jawa tersebut.

Menurut pernyataan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dikutip dari Kompas, guncangan gempa ini dirasakan di Lebak dan Pandeglang IV-V MMI; Jakarta III-IV MMI; Bandung, Serang, Bekasi, Tangerang, Bandar Lampung, Purwakarta, Bantul, Kebumen, II-III MMI; Nganjuk, Malang, Kuta, Denpasar, II MMI. Dengan info ini maka gempa tersebut cukup luas berdampak di beberapa kota di Jawa, Lampung, dan bahkan Bali.


Source: Antara Foto
Gempa Banten berkekuatan 6,9 Skala Richter yang terasa hingga di Jakarta
Analisis dari BMKG pun menyebut jika gempa yang terjadi pada hari Jumat lalu adalah berjenis gempa dangkal akibat deformasi batuan di lempeng Indo-Australia. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, pihak BMKG menyebut jika gempa tersebut adalah akibat dari aktivitas dari lempeng Indo-Australia yang terletak di Samudera Hindia.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia," kata Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono seperti yang dikutip dari Kompas (2/8/2019).

Baca Juga: Melawan Takdir! Inilah 5 Proyek Tak Masuk Akal Demi Hindari Kiamat

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dipicu penyesaran oblique yaitu kombinasi gerakan mendatar dan naik," tambahnya.

Dengan hasil analisis tersebut maka hampir dipastikan gempa yang terjadi di selatan Jawa itu berasal dari lempeng Indo-Australia. Meski begitu, sebelum adanya pernyataan langsung dari pihak BMKG, ada yang menyebut jika pusat gempa tersebut berasal dari Megathrust Selat Sunda yang juga terdapat lempeng Indo-Australia.


Source: WIkipedia
Lempeng Indo-Australia yang terletak diantara selatan pulau Jawa dan Australia
Lempeng Indo-Australia sendiri memang tak asing didengar jika kita mengetahui tentang sumber gempa yang terjadi di laut Selatan dan Samudera Hindia. Lempeng bumi yang menyelimuti wilayah Australia dan selatan Jawa itu terkenal aktif dan sering memperlihatkan aktivitas yang cenderung berujung adanya gempa dan tsunami.

Baca Juga: Kenapa Jepang Jadi Negara yang Sering Gempa? Ternyata Ini Sebabnya!

Kejadian gempa yang terjadi di Jawa-Bali pun sebagian besar terjadi karena dampak dari lempeng tersebut. Bahkan kejadian gempa bumi dan tsunami di Pangandaran pada tahun 2006 terjadi akibat lempeng Indo-Australia. Selain itu ada beberapa kejadian gempa di Jawa-Bali lainnya yang terjadi karena efek lempeng bumi tersebut.

Gempa yang terjadi hari Jumat (2/8/2019) ini hingga saat ini masih belum timbulkan korban jiwa. Namun para warga tetap waspada terhadap gempa susulan yang akan terjadi dalam waktu yang tidak ditentukan. Bahkan pada Sabtu (3/8/2019) dini hari tercatat kembali terjadi gempa di Sukabumi dengan kekuatan 4,4 Skala Richter.