Instagram Akan Hapus "Like" Dalam Postingan, Bagaimana Respon Pengguna?

Apr 22, 2019 1:00 PM

Akankah penghilangan salah satu fitur penting akan mengundang protes bagi para penggunanya? Terlebih, aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Seperti dikutip ANTARA, Instagram dikabarkan mempertimbangkan merombak platform mereka dan menghilangkan fitur unggulan menyukai atau "like" di dalamnya. Pihak Instagram sendiri memiliki alasan dibalik ini karena supaya pengguna mereka bisa fokus terhadap konten yang diunggah.

Baca juga: Setelah Facebook, Kini Instagram yang Diterpa Masalah Privasi Pengguna

Seorang pengamat teknis media sosial dan aplikasi, Jane Wong dalam cuitan menyiarkan temuannya berdasarkan kode di prototipe Instagram. Instagram tidak benar-benar menghilangkan "like", namun, menyembunyikan jumlah "like" di sebuah foto.

Menurut Jane Wong, Instagram ingin "para pengikut fokus ke apa yang Anda bagikan, bukan berapa banyak 'like' yang didapat", seperti dikutip dari laman The Verge. Hanya si pemilik akun yang dapat melihat berapa banyak "like" yang didapat dari foto atau video yang dia unggah.

Instagram belum menguji coba fitur ini, mereka menyatakan "mencari cara untuk mengurangi tekanan di Instagram, sesuatu yang selalu kami pikirkan," tutur Jane.

Instagram.Source: TheVerge
Akankah penghilangan fitur "Like" akan menurunkan jumlah pengguna Instagram?

Sejumlah penelitian menuding media sosial sebagai salah satu penyebab penyakit mental, antara lain depresi, pada para penggunanya. Peneliti di University College London dalam studi yang dimuat di jurnal EclinicalMedicine awal tahun ini mengemukakan media sosial menyebabkan gangguan tidur dan pelecehan daring pada remaja. 

Tapi, berdasarkan studi mereka, remaja perempuan cenderung lebih menderita akibat masalah ini—mungkin karena mereka lebih aktif dalam obrolan di situs.

Baca juga: Fitur Verifikasi Akun Instagram Untuk Warganet

Penulis penelitian tersebut, Profesor Yvonne Kelly, mengatakan remaja perempuan lebih banyak menggunakan media sosial setiap hari dan hal tersebut meningkatkan gejala depresi secara bertahap. Sementara itu, skor gejala depresi lebih tinggi terhadap remaja lelaki yang menggunakan media sosial selama tiga jam atau lebih per hari.

Bagaimana? Setuju kah kalian kalo fitur "like" akan dirombak tampilannya?