Meski Suka Menyengat, Inilah yang Terjadi Jika Lebah Hilang dari Muka Bumi

May 11, 2019 8:00 AM

Meski termasuk serangga yang tidak begitu bersahabat dengan manusia, lebah masih menjadi salah satu serangga yang cukup banyak dibudidayakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Salah satu tujuan lebah diternakkan tentu saja adalah untuk diambil madunya yang memiliki banyak khasiat baik untuk tubuh manusia.

Beribu-ribu spesies lebah menyebar di muka bumi dan telah singgah dan mengukuhkan perannya sebagai penyebar benih bunga serta mengambil sari-sari bunga selain kupu-kupu. Namun tak ayal keberadaan lebah di kehidupan manusia sering ditakuti karena serangga tersebut suka menyengat yang membuat kulit merasa gatal-gatal dan kemudian muncul bentol-bentol di kulit. Hal itu pun membuat manusia tak jarang menyemprotkan cairan pembasmi serangga untuk mengusir bahkan mematikan serangga penghasil madu tersebut.

Baca Juga: Jika Separuh Umat Manusia Musnah Seperti dalam Endgame, Kengerian Inilah yang Bakal Terjadi!


LebahSource: paktanidigital.com
Lebah sebagai serangga penebar benih yang berkontribusi atas kehidupan tanaman, termasuk bunga.
Efek dari cairan pembasmi serangga yang disemprotkan terus menerus untuk para lebah bisa membuat populasi mereka makin lama makin menghilang. Lalu, apa yang terjadi jika semua populasi lebah lenyap tak bersisa?

Jika kita membicarakan tentang nasib lingkungan ketika lebah hilang dari muka bumi, salah satu dampak yang paling terasa adalah ekosistem lingkungan tumbuhan yang makin lama makin menurun. Ditambah dengan banyaknya bunga dan tanaman yang mati karena tak ada kontribusi dari lebah yang biasanya melakukan penyerbukan benih terhadap tanaman agar mampu berkembang biak dengan baik.

Baca Juga: Bisakah Kita Bahagia Tanpa Internet?

Selain itu hilangnya lebah juga berdampak pada hewan pemakan lebah seperti burung bee-eater yang sering memangsa hewan seperti lebah dan tawon. Ketiadaan lebah di dunia akan semakin menurunkan populasi dari burung pemakan lebah itu sendiri dan mengacaukan ekosistem lingkungan yang membutuhkan serangga tersebut sebagai media untuk penyerbukan benih.


Bee-eaterSource: San Diego Zoo
Bee-Eater, burung pemakan lebah
Ternyata lebah pun juga memiliki peran di bidang agrikultur, khususnya untuk para pemilik kebun bluberi dan buah ceri. Berdasarkan info dari Encyclopedia Britannica, buah ceri dan bluberi mengandalkan lebah sebagai penyerbuk tanaman, bahkan tingkat kebutuhan lebah untuk dua tanaman tersebut adalah 90 persen.

Untuk manusia, tidak adanya lebah sudah pasti tidak akan ada madu. Madu sendiri saat ini sering digunakan sebagai pengganti gula sebagai bahan pemanis alami. Selain itu khasiat madu pun tak akan dirasakan lagi oleh manusia seiring dengan hilangnya populasi lebah.

Baca Juga: Jika Bumi Kotak, Begini Rasanya Kehidupan Kita


Lebah MaduSource: boingboing.net
Tanpa lebah, madu tak akan bisa dinikmati manusia
Meski merupakan hewan yang cukup berbahaya ketika menyengat manusia, lebah memiliki kontribusi paling besar untuk ekosistem lingkungan di dunia. Dengan tidak menyemprotkan cairan insektisida atau pembasmi serangga, kita telah berkontribusi menjaga populasi lebah dan tentu saja menjaga madu tetap bisa dinikmati semua orang.