Ini Alasan Di Balik Internet Indonesia Itu Mahal

Mar 21, 2019 7:00 AM

Sebagai pengguna internet yang aktif, kamu pastinya pernah mengeluhkan dari harga paket atau kuota yang mahal. Bisa jadi pengeluaranmu juga banyak habis di kuota internet. Mungkin beberapa provider menyediakan internet yang murah tetapi begitu dipakai justru lemot.

Padahal kamu tahu bahwa di luar negeri internet sangat kencang bahkan bisa didapatkan dengan cuma-cuma. Kalaupun berbayar biasanya tidak memakai kuota seperti yang terjadi di Indonesia. Sebenarnya mengapa ada perbedaan tersebut ya?

Ada beberapa alasan yang wajib kamu ketahui yang akhirnya menyebabkan internet mahal. Alasan pertama adalah infrastruktur yang mahal. Tentu saja internet tidak akan ada di sebuah wilayah jika tidak ada infrastruktur. Nah, biaya tersebut bisa dibilang cukup tinggi. Apalagi jika membutuhkan jangkauan luas tentu saja biayanya semakin mahal.

internetInfrastruktur adalah salah satu alasan kenapa biaya internet di Indonesia. (Photo: pixabay)

Selain itu, provider harus juga memikirkan maintenance hingga ongkos kerja lainnya supaya pembangunan infrastruktur semakin emmadai. Biaya yang mahal ini membuat provider mematok harga yang cukup tinggi. Tidak hanya biaya infrastruktur, biaya operasional juga cukup tinggi bagi penyedia jasa telekomunikasi.

Biaya operasional tidak hanya membayar perawatannya saja tetapi juga memikirkan biaya pegawai, perbaikan hingga biaya lainnya agar perusahaan tetap berjalan. Hal ini tentu harus dipikirkan penyedia jasa telekomunikasi bukan?

Hal lain yang wajib diperhatikan adalah sambungan ke internasional yang cukup mahal. Situs besar yang banyak diakses oleh orang Indonesia rata-rata memiliki server di luar negeri. Misalnya saja Facebook, Google dan Twitter. Hal ini akhirnya membuat internet Indonesia perlu terhubung dengan server luar negeri. Biaya sambungan ini tentu tidak murah sebab harus mengeluarkan uang agar para pengguna bisa tersambung dengan situs tersebut.

Faktor lain yang membuat biaya internet menjadi mahal adalah biaya frekuensi. Tiap operator memakai frekuensi radio atau nirkabel dan wajib untuk membayar biaya tersebut atau biasa disebut biaya penggunaan frekuensi. Biaya tersebut wajib dibayar terlebih dulu setiap tahunnya dan harus disetor ke kas negara.

internetBeragamnya platform sosial media membuat orang Indoensia semakin betah berlama-lama bermain internet. (Photo: pixabay)

Kemajuan internet membuat banyak orang sudah tidak memakai telepon atau SMS untuk berkomunikasi. Berbagai aplikasi messenger yang bermunculan membuat orang lebih senang memakai berbagai macam aplikasi tersebut untuk komunikasi mereka. Cukup membeli paket internet, kemudian pengguna dengan mudah melakukan panggilan. Bahkan, untuk panggilan video atau video call tak perlu lagi mengeluarkan pulsa.

Di sisi lain, pemasukan provider banyak dari pulsa. Telepon dan SMS adalah sumber pemasukan karena orang harus membeli pulsa. Kini setelah tak banyak orang memakainya tentu tak heran jika akhirnya operator ini menaikkan harga paket internet. Jadi jangan kaget jika harganya melambung tinggi ya! (gn)