Yuk Mengenal Deepfake, Teknologi Mengerikan yang Digunakan untuk Membuat Hoaks!

Aug 12, 2019 10:00 AM

Zaman semakin canggih, begitu pula dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Saking canggihnya, kini segalanya seolah mudah untuk dimanipulasi. Bahkan, makin lama kita semakin kesulitan membedakan mana hoaks dan mana fakta.

Tahukah kamu, ada teknologi baru bernama deepfake? Teknologi berdasarkan kecerdasan buatan ini kerap dipakai untuk membuat hoaks. Mari kenali deepfake lebih dalam agar kita tak tertipu!

Baca Juga: 5 Aplikasi Berikut Ini Wajib Dihapus dari Android, Begini Alasannya

1. Mengenal lebih dekat seputar deepfake


1Source : today.com
Teknologi hoaks yang paling canggih

Deepfake pertama kali dicetuskan pada 2017. Ini merupakan teknik rekayasa atau sintetis citra manusia menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Deepfake dilakukan dengan cara menggabungkan gambar atau video original dengan gambar atau video yang ingin dimanipulasi. 

Akibat kemampuannya ini, deepfake sering dipakai untuk tindak kejahatan, seperti membuat video porno selebriti atau tokoh publik, revenge porn, berita palsu atau digunakan untuk tipuan jahat.

2. Selebriti dan publik figur jadi korban deepfake


Mengenal Deepfake, Teknologi Ngeri yang Digunakan untuk Membuat Hoaks!Source : businessinsider.sg
Menyerang artis, public figure, bahkan tokoh negara!

Tak sedikit selebriti atau tokoh publik yang menjadi korban deepfake. Di antaranya adalah Daisy Ridley dan Gal Gadot. Korban lainnya adalah Emma Watson, Katy Perry, Taylor Swift sampai Scarlett Johansson. Para selebriti perempuan umumnya dijadikan target deepfake yang berkaitan dengan pornografi.

Tentu saja adegan-adegan di deepfake itu tidak nyata dan segera dibantah oleh para selebriti itu. Scarlett Johansson menuturkan bahwa dirinya dan publik figur lain yang telah memiliki nama besar akan dilindungi oleh ketenaran mereka, sehingga publik tak begitu saja percaya. Tetapi, deepfake akan membahayakan bagi perempuan yang kurang terkenal dan bisa merusak reputasinya dalam sekejap mata. 

3. Para politisi juga bisa jadi korban


Mengenal Deepfake, Teknologi Ngeri yang Digunakan untuk Membuat Hoaks!Source : iflscience.com
Donald Trump juga korban Deepfake

Korban deepfake tidak hanya datang dari kalangan selebritis, tetapi juga dari kalangan politisi. Misalnya, wajah Presiden Argentina, Mauricio Macri yang diganti dengan wajah Adolf Hitler, atau wajah Angela Merkel yang diganti dengan Donald Trump. Apabila sulit untuk membayangkan bagaimana deepfake bekerja, cukup bayangkan dua orang yang wajahnya diganti dengan face-swap, namun dengan hasil yang lebih halus.

Baca Juga: Serupa Tapi Gak Sama, Inilah Perbedaan Aplikasi Tantan dan Tinder!

Para politisi ini foto dan videonya diedit sedemikian rupa dengan berbagai alasan. Selain sebagai bentuk ejekan, olok-olok atau hinaan, deepfake juga dipakai sebagai bentuk protes. Ketua Komite Intelijen Rumah Amerika Serikat menyebut deepfake sebagai "berita palsu murah yang sangat mudah dibuat".

4. Perangkat apa yang digunakan untuk mengedit?


Mengenal Deepfake, Teknologi Ngeri yang Digunakan untuk Membuat Hoaks!Source : trendycrunch.com
Software canggih ini untuk Deepfake!

Penasaran, software apa yang dipakai untuk membuat deepfake? Mundur ke tahun 2018 silam, aplikasi FakeApp diluncurkan. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mengedit dan menukar wajah antar orang dengan output berupa video. 

Aplikasi ini menggunakan algoritma dan teknologi khusus. Aplikasi lain yang serupa adalah DeepFaceLab, FaceSwap, dan myFakeApp. FakeApp, misalnya bisa membuat rekonstruksi wajah yang akurat dan menerapkannya dalam video atau gambar bergerak.       

5. Apa pengaruh deepfake bagi korban?


Mengenal Deepfake, Teknologi Ngeri yang Digunakan untuk Membuat Hoaks!Source : electronics.howstuffworks.com
Sangatlah merugikan!

Apa saja efek deepfake pada korban? Pertama, manipulasi gambar dan video menggunakan kecerdasan buatan bisa berbahaya. Seperti pornografi deepfake yang bertujuan untuk mempermalukan targetnya. Selain itu, deepfake juga digunakan untuk tipuan tertarget dan balas dendam (revenge porn).

Deepfake juga bisa mengancam reputasi, citra dan kredibilitas seseorang. Apalagi jika deepfake yang dihasilkan terlihat real dan mirip dengan aslinya. Deepfake yang terlanjur tersebar bisa mengancam kedudukan dan pekerjaan seseorang.

6. Apakah deepfake bisa diproses hukum?


Mengenal Deepfake, Teknologi Ngeri yang Digunakan untuk Membuat Hoaks!Source : phys.org
Hukuman penjara hingga 12 bulan

Karena punya efek merugikan, apakah deepfake bisa ditindak hukum? Negara bagian AS, Virginia, adalah tempat pertama yang melarang pornografi berbasis deepfake. Virginia secara resmi memperluas larangan pornografi non-konsensual, termasuk deepfake yang merupakan hasil olah imaji lewat teknologi komputer.

Sejak 2014, Virginia telah melarang penyebaran gambar telanjang atau video dengan tujuan memaksa, melecehkan atau mengintimidasi orang lain. Ini melanggar aturan pelanggaran ringan kelas 1 yang bisa dijatuhi hukuman penjara hingga 12 bulan dan denda hingga US$2.500 (atau sekitar Rp35 juta), tegas laman The Verge.

7. Ini cara kita untuk melawan deepfake!


Mengenal Deepfake, Teknologi Ngeri yang Digunakan untuk Membuat Hoaks!Source : verywellmind.com
Bedakaan mana Deepfake, mana Asli!

Pada intinya, melawan kejahatan deepfake tak jauh berbeda dengan melawan hoaks dan berita palsu. Pertama, jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar. Selalu pastikan kebenarannya berulang-ulang dari berbagai sumber terpercaya. 

Selain itu, jangan mudah untuk menyebarkan sesuatu yang kita belum ketahui kebenarannya. Karena ini nantinya bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Apabila mampu, lakukan edukasi terkait deepfake terhadap keluarga atau orang terdekat.

Baca Juga: Waspada! Aplikasi Berkedok "Virus Iklan" Marak Beredar di Play Store

Nah, itulah kumpulan fakta mengenai teknologi deepfake yang sedang banyak beredar. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!