Mengapa Kita Perlu Mencuci Baju Baru Sebelum Memakainya?

May 12, 2019 6:56 AM

Sandang adalah kebutuhan utama manusia dalam hidupnya dan membeli pakaian baru bisa dilakukan kapan saja, entah untuk hari raya ataupun acara penting yang mendesak. Terkadang saking mendesaknya, kita langsung memakainya tanpa mencucinya terlebih dulu, namun ada beberapa hal yang mengancam kesehatan jika tidak mencuci baju baru terlebih dulu.

Baju yang baru dibeli biasanya sudah berada di dalam plastik dan karenanya, banyak yang berpikir bahwa baju tersebut dalam keadaan bersih. Namun menurut Philip Tierno, seorang profesor mikrobiologi dan patologi di New York University, blus yang Anda beli di toko mungkin sudah dicoba oleh jauh lebih banyak orang daripada yang dibayangkan sebelumnya.

"Itu tidak berjumlah empat atau lima atau enam orang saja; itu sudah dicoba oleh lusinan orang, jika pakaian itu sudah ada di sana selama beberapa pekan atau sebulan," ucapnya, dikutip dari Huffington Post.

Tentu saja itu bergantung kepada berbagai faktor, seperti ukuran toko dan kecepatan item di toko terjual. Namun apakah Anda benar-benar bersedia memakai sesuatu yang sebelumnya pernah dipakai oleh orang lain?

Baju di tokoSumber: wikihow.com
Baju yang dipajang di toko biasanya sudah dicoba berkali-kali oleh pengunjung.

Baju baru dari toko dapat menularkan berbagai bakteri dan kuman


Tierno pernah melaksanakan penelitian tentang baju yang sudah pernah dicoba dari toko baju popular hingga bisnis fashion kelas atas untuk bakteria dan kuman lain yang ditinggalkan oleh pembeli yang mencobanya namun tak jadi membelinya. Dalam penelitiannya, dia menemukan bahwa dia menemukan norovirus pada baju tersebut, bakteria termasuk strep dan staph, dan bahkan kuman tinja.

Baca juga: Kenapa Pink Identik Dengan Perempuan? Ini Sejarahnya!

Tierno mengatakan bahwa ada tiga cara utama kita menyebarkan kuman: yaitu dari kulit ke kulit, sistem pernafasan dan anus. Jika Anda menyentuh baju yang dipenuhi kuman dan kemudian menyentuhnya dengan mulut, mata atau hidung, maka Anda berada dalam bahaya.

Donald Belsito, seorang profesor dermatologi di Columbia University Medical Center, mengatakan bahwa mengenakan baju yang baru dibeli di toko tanpa mencucinya bisa menyebabkan iritasi pada kulit, kudis, tertular kutu rambut atau bahkan jamuran.

Iritasi pada kulitSumber: synergieskin.com
Baju baru dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Sebab, tak hanya Anda yang menyukai kaos atau gaun yang baru saja Anda beli, ada banyak orang yang mencobanya, namun mengembalikannya ke toko karena berbagai alasan dan mereka mungkin saja membawa penyakit.

Berbicara kepada Today Show dikutip dari Independent, Belsito mengatakan bahwa penularan kutu rambut dan kudis sangat mungkin terjadi ketika mencoba baju di toko.

Baca juga: Inilah Warna Baju yang Wajib Dihindari Ketika Wawancara Kerja!

Dan jikalau serangga tidaklah cukup membuat Anda cemas, baju yang Anda beli di toko juga bisa mengandung berbagai macam senyawa kimia yang bisa mendatangkan malapetaka kepada kulit Anda.

Membeli baju baru secara online juga menularkan penyakit


Menurut seorang dermatolog lain dari Columbia University Medical Center, Lindsey Bordone, mencuci baju baru sebelum mengenakannya, bahkan meskipun Anda membelinya secara online bukan dari toko, adalah satu hal yang krusial.

"Ketika baju dikirimkan, mereka juga diberikan pengawet untuk menjaga bentuknya tidak mengembang ketika dalam proses pengiriman jika ada kelembaban," ucapnya kepada Self.

Pengemasan bajuSumber: blog.cheapism.com
Dalam proses pengemasan, pakaian menularkan kuman.

Satu senyawa kimia yang sering menempel di baju baru adalah resin formaldehida, yang biasanya digunakan kepada baju untuk mencegah berkembangnya jamur dan menjaga pakaian tidak mengkerut. Baju yang dibuat dengan formaldehida bisa menyebabkan berbagai macam reaksi seperti eksem ketika bersentuhan dengan kulit, terutama jika kandungan formaldehida melebihi jumlah yang diperbolehkan yang sayangnya, sering terjadi.

Baca juga: Sejarah Panjang Pemberian Nama-nama Hari untuk Pasar di Jakarta

Menurut Wall Street Journal, yang melakukan penelitian terkait pada tahun 2010, jumlah formaldehida yang digunakan ini sering melewati jumlah dari aturan yang ditetapkan. Dan juga pewarna dalam pakaian juga bisa menyebabkan reaksi alergi.

Namun demikian, kebanyakan dari masalah ini bisa dengan mudah dihindari jika Anda mencuci terlebih dulu baju yang baru Anda beli sebelum mengenakannya. Jauh lebih baik untuk mencegah 'kan daripada mengobati?