Tradisi Iftar di Berbagai Belahan Dunia, Ada Kuliner Roti Ular!

May 27, 2019 9:00 AM

Iftar atau berbuka bagi umat Muslim adalah waktu yang membahagiakan, selain karena sudah berhasil menamatkan puasa pada hari tersebut, makanan yang dimakan pun biasanya terasa lebih nikmat karena sudah menahan lapar dan haus seharian.

Rasulullah pun menyunnahkan ummatnya untuk berbuka dahulu dengan tiga butir kurma. Di Indonesia sendiri kebanyakan penduduknya berbuka dengan macam-macam kolak, atau ragam es, bahkan gorengan, baru disusul dengan makanan berat seperti nasi dan lauk pauknya. Nah beda negara tentunya beda pula makanannya, yuk kita intip apa saja makanan iftar berbagai negara di bawah.


Gorengan Samosa - India, Pakistan, Bangladesh


SamosaSource: myfoodstory.com
Gorengan Samosa dari negara India, Pakistan, dan Bangladesh
Tiga negara ini mempunya menu berbuka puasa yang hampir sama, yaitu samosa. Samosa adalah penganan berbentuk seperti lumpia segitiga goreng yang diisi dengan campuran kentang rebus berbumbu rempah, kacang kapri, bawang bombay, cincang daging domba atau ikan juga paneer. Untuk versi vegetariannya, samosa sendiri tidak memakai daging.

Baca Juga: Makan Pakai Tangan Lebih Sehat? Ini Penjelasannya!


Si renyah Baklava dan kunefe - Turki


Pastri renyah BaklavaSource: www.thespruceeats.com
Baklava yang renyah dari negara Turki

Baklava adalah pastri renyah yang diberi topping isian kacang walnut atau pistachio cincang yang sudah diberi madu. Baklava sendiri adalah cemilan yang sudah ada dari abad ke 14. Jadi gak heran kalau penduduk Turki terbiasa berbuka dengan cemilan manis satu ini.

Kunefe juga  berbentuk pastri, yang terbuat dari tepung semolina yang diberi topping keju, krim, kacang pistachio dan dilumuri sirup gula. Selain Turki, kunefe sendiri sangat populer di negara negara bagian Arab seperti Mesir, Yaman, Syam dan lain-lain.


Roti ular (M'hanncha) dan bunga wijen (Chebakia) - Maroko


Roti ular kesukaan orang MarokoSource: craftlog.com
M'hanncha atau roti ular dari negara MAroko

Orang Maroko senang makanan yang berempah tajam, karena itu mereka juga berbuka dengan makanan yang rasanya kuat seperti M'hanncha. M'hanncha dikenal dengan nama roti ular. Eits, tapi jangan salah sangka, ini bukan roti dengan topping ular, disebut roti ular karena bentuknya mirip ular yang sedang melingkar. Roti ini biasanya diberi perasa lemon, jeruk atau mawar yang cukup kuat dan juga diberi topping kacang almong atau pistachio, lalu ditaburi lagi dengan gula halus.

Baca Juga: Alasan Kenapa Junk Food Tak Boleh Dimakan Saat Buka Puasa

Chebakia atau shebakia adalah penganan yang banyak dijual di pinggir jalan di Maroko sana, jadi mereka juga terbiasa berbuka dengan chebakia. Chebakia adalah sejenis biskuit yang dibentuk bunga dan digoreng, lalu diberi lumuran madu dan biji wijen yang membuat rasanya gurih dan manis.


Si manis Om Ali dan Qatayef - Mesir


Om Ali, Umm Ali, Oum Ali atau ibunya AliSource: www.sinamontales.com
Makanan manis si om ali dari negra Mesir

Om Ali, Umm Ali, Oum Ali atau ibunya Ali ini memang manis. Gimana gak manis, makanan satu ini terdiri dari roti, pastri atau puff pastri yang dihancurkan dan dicampur dengan kacang pistachio, daging kelapa, kismis, susu, krim dan gula yang dipanggang.

Orang Mesir juga biasanya makan Qatayef untuk berbuka. Qatayef ini adalah sejenis pastel manis. Isiannya ada bermacam-macam, bisa dengan campuran berbagai macam keju dan irisan pisang atau isian berbagai macam kacang seperti almond, hazelnut, walnut. Isian qatayef ini dimasukkan ke dalam semacam kulit pastel, lalu digoreng di minyak canola, setelah matang lalu dilumuri dengan simpel sirup dan lemon.

Baca Juga: Daftar Negara dengan Durasi Berpuasanya Hampir 24 Jam


Kumis dan Shubat - Kazakhstan 


susu kumis kazakhstanSource pic: caloriebee.com
Susu kumis dari negara Kazakhstan.

Dikarenakan cuaca di Kazakhstan sana cukup ekstrem, maka makanannya pun banyak bernutrisi, terutama ketika berbuka di Ramadan.

Biasanya orang Kazakhstan berbuka dengan kumis atau shubat. Kumis dan shubat ini adalah fermentasi susu yang sudah dihilangkan kandungan laktosanya, sangat cocok untuk orang alergi laktosa. Perbedaannya adalah kumiss terbuat dari susu kuda betina dan shubat dari susu unta. keduanya juga dikatakan memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan.