Hal Inilah yang Terjadi Bila Ibukota Indonesia Pindah dari Jakarta

May 2, 2019 1:30 AM

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali buka wacana soal pemindahan ibukota Indonesia. Hal tersebut Jokowi sampaikan saat menggelar Rapat Terbatas di Kantor Presiden di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam cuitan di akun twitternya Kepala Negara menyebutkan alasan mengapa ibukota harus dipindahkan




“DKI Jakarta kini memikul dua beban sekaligus: sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik, juga pusat bisnis. Banyak negara memindahkan ibu kotanya, sementara kita hanya menjadikannya gagasan di setiap era Presiden. Menurut Anda, di mana sebaiknya ibu kota negara Indonesia?” ujar presiden dalam akun pribadinya @jokowi

Sejumlah negara pun pernah melakukan pemindahan ibukota, seperti Thailand yang memindahkan ibukotanya dari Ayuthaya ke Bangkok, Myanmar memindahkan ibukotanya dari Yangon ke Naypyidaw, dan Jepang yang sebelumnya beribukota di Kyoto, kini menjadi di Tokyo

Baca Juga: Ini Hal yang Bikin Singapura Jadi Negara Kecil yang Maju

Sebenarnya, dampak apa saja sih yang akan terjadi kalau ibukota dipindahkan?


Gedung Pemerintahan akan Pindah ke Ibukota Baru

Selain Istana Kepresidenan yang pasti akan berpindah ke ibukota baru, tentunya gedung DPR dan MPR serta gedung para pembantunya alias Kementerian juga harus pindah ke ibukota baru tersebut. Menteri Perencanaan Pembangunan Bambang Brodjonegoro menyebutkan "Usulan kami untuk ibu kota ini yang diposisikan adalah hanya fungsi pemerintahan, yaitu eksekutif, legislatif, parlemen, yudikatif dan seterusnya. Lalu TNI, Polri, serta kedutaan besar dan perwakilan organisasi internasional yang ada di Indonesia. Ini konsep yang coba kita tiru dari beberapa best practice yang sudah dilakukan negara lain," ujar Bambang di Kantor Presiden, Senin (29/4/2019).


Jumlah Penduduk Jabodetabek akan Berkurang Karena PNS harus Ikut Pindah!         

Aparatur Sipil Negara alias Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di instansi-instansi tersebut di atas pun harus ikut pindah karena gedung pemerintahan tempat mereka mengabdi harus berpindah. Bambang menjelaskan ada dua kemungkinan pemindahan PNS, yaitu rightsizing atau tidak. Rightsizing adalah pemangkasan pekerjaan dimana hanya yang diprioritaskan yang dipindahkan, dan jabatan yang tidak termasuk prioritas akan dihilangkan. Jika rightsizing diberlakukan, hanya 110 ribu PNS yang akan pindah ke ibukota baru. Sementara kalau tidak diberlakukan rightsizing, semua PNS akan diangkut ke ibukota baru tersebut.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Negara Tak Cetak Uang Sebanyak-banyaknya Untuk Menghapus Kemiskinan!


Ibukota pindah dari JakartaSource: unsplash
Perekonomian selalu tumbuh di sekitar ibukota.


Pertumbuhan Ekonomi akan Bergeser ke Ibukota Baru

Seiring dengan kehidupan baru di ibukota baru, tentunya ekonomi akan tumbuh di kota tersebut. Negara-negara yang memindahkan ibukotanya ke kota-kota lain yang lebih kecil cenderung memiliki sistem perkotaan yang lebih seimbang, dan akibatnya perkembangan ekonomi menjadi lebih merata. Australia, Brasil, Kanada, dan AS mencontohkan pola ini. Nigeria perlahan-lahan menuju ke arah yang sama. Sementara pemerintah nasional yang tetap di kota terbesar mereka terlalu lama biasanya mulai mengabaikan daerah-daerah terpencil


Indonesia tidak lagi Jawa-SentrisSelama ini Indonesia kerap disebut Jawa-Sentris. 

Hal ini wajar terjadi karena Ibukota berada di Pulau Jawa dan tentunya membuat pembangunan lebih banyak terjadi di Pulau Jawa. Dengan pemindahan ibukota ke luar Jawa tentunya pembangunan akan semakin merata dan daerah-daerah di luar Jawa akan mendapat perhatian lebih dari pemerintah

Baca Juga: Asal Usul Nama “Indonesia”, Ternyata Dicetuskan Oleh Orang Luar Negeri


Ibukota pindah dari JakartaSource: unsplash
Lingkungan yang berpotensi rusak akibat pembukaan lahan.


Lingkungan di Sekitar Ibukota Baru Berpotensi Rusak

Dalam pembangunan wilayah baru tentu saja ada kemungkinan kerusakan alam akan terjadi, misalnya untuk pemukiman, tentu saja harus mengorbankan pembukaan lahan hutan. Yang terpenting, jangan lupa untuk menanam kembali pohon dan merawat baik-baik alam sekitar kita seperti dengan cara menggunakan panel tenaga surya sebagai sumber listrik, meminimalisir produksi sampah terutama sampah yang tidak bisa di daur ulang, dan sebagainya