Sering Dianggap Sama, HIV dan AIDS Ternyata Berbeda Loh!

Jul 19, 2019 6:00 AM

Mendengar kata HIV/AIDS mungkin kita akan langsung memasang perisai tersendiri, apalagi bila mendengar di sekitar kita ada yang menderita AIDS.

Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu bahayanya penyakit AIDS tetapi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tidak perlu dijauhi loh karena mereka sendiri butuh dukungan kita. Apa perbedaan HIV dan AIDS? Kenapa berteman dengan ODHA tidak berbahaya?

HIV dan AIDS itu berbeda! Apa perbedaannya?

HIV/AIDSSource : youtube.com
HIV dan AIDS Berbeda
HIV memiliki kepanjangan Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel T CD4. Sel T CD4 merupakan sel imun yang berperan melawan penyakit. Saat sel T CD4 terinfeksi dan dirusak oleh virus HIV maka kekebalan tubuh akan melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit. Maka tak jarang, ODHA tidak meninggal karena infeksi virus HIVnya tetapi meninggal karena infeksi sekunder akibat daya kekebalan tubuhnya menurun. Infeksi HIV memiliki tiga tahap :

1. Fase Infeksi Akut

Pada fase infeksi akut, virus HIV diproduksi dalam jumlah besar pada tubuh. Gejalanya, banyak orang tetapi tidak semua orang pada fase ini menderita flu yang berkepanjangan.

2. Fase Latensi Klinis

Pada fase ini, virus HIV diproduksi dalam jumlah sangat sedikit tetapi masih memiliki aktivitas. Fase ini tidak menimbulkan gejala dan terjadi selama beberapa dekade. Virus HIV memiliki fase laten. Artinya, bila anda dinyatakan terkena AIDS pada usia 30 tahun, sebenarnya virus HIV sudah menginfeksi tubuh anda sejak anda berusia 20 tahun.

3. Fase AIDS

Fase AIDS terjadi ketika kadar sel T CD4 dalam tubuh sangat rendah (di bawah 200 sel per milimeter kubik). Tanpa pengobatan, seseorang yang menderita AIDS dapat bertahan selama tiga tahun. Jadi HIV dan AIDS itu berbeda ya. AIDS terjadi saat kadar sel T CD4 sangat rendah dalam tubuh. Infeksi lain seperti TBC, candidiasis, dan meningitis dapat terjadi pada penderita. Orang yang menderita AIDS pasti HIV tetapi orang menderita HIV belum tentu mengalami AIDS.

Baca juga: Percaya atau Tidak, 4 Penyakit ini Cuma Ada di Indonesia

Apa penyebab seseorang menderita HIV/AIDS?

BersalamanSource : suaramuslim.net
Berjabat Tangan Tidak Menularkan HIV
HIV ditularkan melalui kontak dengan darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI) dari orang yang terinfeksi virus HIV. Oleh karena itu, bersentuhan, berjabat tangan, berpelukan atau berciuman, batuk dan bersin, menggunakan kolam renang atau dudukan toilet yang sama, berbagi sprei dan peralatan makan tidak akan menularkan penyakit HIV. Jadi tidak apa-apa bila kita berteman dengan ODHA.

Bagaimana pengobatan pasien HIV?

BerpelukanSource : myhivteam.com
Dukungan Keluarga untuk Penderita HIV
Pasien HIV harus benar-benar rajin dan tidak boleh lalai dalam mengonsumsi obatnya. Obat yang diberikan hanya untuk mempertahankan pasien agar tidak terinfeksi lebih parah dengan cara menurunkan kadar virus HIV dalam plasma darah karena sampai saat ini obat untuk menyembuhkan HIV belum ditemukan. Pengobatan untuk memertahankan masa hidup pasien yaitu berupa kombinasi obat :

-2 obat golongan analog nukleosida (NRTIs)+1 obat golongan Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTIs), contohnya Zidovudin+Lamivudin+Nevirapin

-2 obat golongan NRTIs + 1 obat golongan Protease Inhibitor, contohnya Tenofovir+Didanosin+Saquinavir

Selain pengobatan tersebut, upaya lain adalah dengan memberikan dukungan untuk memperbaiki kualitas hidupnya supaya penderita tidak patah semangat. Keluarga dan orang-orang terdekat dapat mendukung penderita misalnya dengan motivasi dari tokoh-tokoh terkenal, meyakinkan penderita bahwa ia tidak sendirian dan perenungan agama.

Baca juga: Tau Gak Sih? Ternyata Hewan Juga Bisa Mendeteksi Penyakit Layaknya Seorang Dokter

Sudah tahu ya perbedaan HIV dan AIDS? Para remaja, selalu jaga pergaulan. Perbanyak teman sebanyak mungkin dan jangan rusak masa depanmu. Ingat, jauhi penyakitnya bukan orangnya!