Hidup Tanpa Internet Hingga Tak Ada Lampu Lalu Lintas, Inilah Fakta Unik Bhutan

Jun 19, 2019 12:54 PM

Bagi kalian mendengar nama negara Bhutan tentu akan terasa cukup asing. Ya, negara berbentuk kerajaan itu terketak di wilayah Asia Selatan yang luas wilayahnya tidak terlalu besar. Dahulu negara ini terkenal sangat misterius dan ditutup untuk wisatawan. Namun pada tahun 1974 mereka mulai terbuka dengan turis asing.

Kendati demikian, Bhutan ternyata memiliki delapan fakta unik yang tidak bisa kalian temukan di belahan bumi lainnya. Nah, daripada penasaran, di bawah ini adalah kedelapan fakta unik yang dimaksud:

1. Tak punya jaringan internet dan televisi

Tak punya jaringan internet dan televisiSource: bandt.com.au
Tak punya jaringan internet dan televisi

Pada tahun 1999 Kerajaan Bhutan mengeluarkan peraturan yang melarang adanya jaringan internet serta televisi. Namun karena tak ingin warganya terisolasi dari teknologi modern, maka Raja membatalkan peraturan tersebut. Alhasil kini Bhutan menjadi negara terakhir yang mulai menggunakan televisi.

Baca juga: Hanya di 5 Negara ini Pengangguran Punya Penghasilan Rutin Tiap Bulan

2. Kementrian Kebahagiaan

Kementrian KebahagiaanSource: dralanviau.com
Kementrian Kebahagiaan

Demi menjaga ketentraman batin warga negaranya, pada 2008 Kerajaan Bhutan membentuk Komite Kebahagiaan Nasional Bruto. Tugas badan ini adalah membagikan kuosioner kepada warganya untuk mengetahui apakah mereka puas dengan kehidupannya pada saat ini atau tidak.

Bukan hanya itu, Bhutan juga membentuk Kementrian Kebahagiaan yang bertugas untuk mengukur Kebahagiaan Nasional Bruto. Tujuan pembentukan kementrian tersebut tak lain hanyalah untuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keuangan dan mental mereka.

3. Perawatan kesehatan gratis

Perawatan kesehatan gratisSource: sarpang.gov.bt
Perawatan kesehatan gratis

Salah satu hal yang membuat penduduk Bhutan bahagia adalah pihak kerajaan membebaskan biaya perawatan kesehatan yang meliputi pengobatan tradisional serta pengobatan modern. Bahkan warganya bisa memilih sendiri metode kesehatan apa yang ingin mereka gunakan.

4. Tak perlu takut jadi gelandangan

Tak perlu takut jadi gelandanganSource: druktails.com
Tak perlu takut jadi gelandangan

Salah satu kebijakan Kerajaan Bhutan untuk membuat warganya bahagia adalah menjamin kebutuhan rumah bagi setiap orang. Jika ada salah seorang warga yang kehilangan rumahnya, maka orang itu hanya perlu menghubungi raja dan dalam sekejap sang pemimpin akan memerintahkan untuk memberikannya rumah yang baru. Bukan hanya itu, Raja bahkan akan memberikan mereka sebidang tanah untuk digunakan sebagai lahan pertanian.

5. Dilarang merokok

Dilarang merokokSource: medium.com
Dilarang merokok

Bukan hanya masalah kesejahteraan rakyatnya saja yang diperhatikan oleh Raja Bhutan, pemimpin tertinggi negara itu juga sangat peduli dengan kesehatan warganya. Salah satu kebijakan yang diambil oleh sang Raja adalah larangan menanam, memanen, serta memasarkan tembakau di wilayah negara tersebut. Jika wisatawan sampai ketahuan melanggar aturan ini maka mereka akan mendapatkan denda yang tidak sedikit.

6. Tradisi bagi-bagi warisan

Tradisi bagi-bagi warisanSource: druktails.com
Tradisi bagi-bagi warisan

Bhutan sendiri merupakan salah satu negara yang sangat menghormati perempuan, termasuk dalam pembagian harta warisan. Jika di Indonesia anak laki-laki berhak atas bagian yang lebih besar, lain halnya dengan yang terjjadi di Bhutan. Pasalnya anak perempuan sulung akan lebih banyak mendapatkan bagian terutama aset berupa rumah, ternak, hingga tanah.

7. Dilarang menikah dengan orang asing

Dilarang menikah dengan orang asingSource: pinterest.com
Dilarang menikah dengan orang asing

Meski mulai terbuka dengan dunia modern, namun dalam urusan pernikahan Bhutan ternyata masih memegang teguh tradisi mereka. Salah satunya adalah tradisi melarang orang Bhutan untuk menikahi orang asing. Bahkan jika perlu Raja akan turun tangan demi menjaga tradisi turun temurun tersebut.

Baca juga: Inilah 5 Negara Yang Nyatakan Perang Pada Makanan Cepat Saji, Indonesia Kapan?

Selain itu ada juga ritual bernama Changphoed, yakni mempersembahkan minuman khas di sana kepada para dewa. Setelah melakukan persembahan, sisa minuman akan dibagikan oleh pengantin.

8. Tak perlu lampu lalu lintas

Tak perlu lampu lalu lintasSource: hillpost.in
Tak perlu lampu lalu lintas

Jika kalian berkunjung ke Bhutan, jangan heran jika tak melihat satu pun lampu lalu lintas di sana. Yang bikin lebih unik, rambu di pinggir jalan semuanya digambar dengan menggunakan tangan.