Hidup di Hamparan Salju, Kemanakah Kotoran Sisa Pencernaan Penduduk Antarika Dibuang?

Apr 10, 2019 5:00 AM

Lebih dari 40,000 orang akan mendatangi Antartica di saat musim kemarau tiba. Sempat terpikirkankah, jika yang datang membuang air, kemana mereka akan mengalir?

Antartika ternyata menjadi salah satu destinasi ketika musim kemarau tiba. Bahkan, pengunjungnya bisa mencapai 40.000 saat liburan musim panas. Lalu apakah ada masalah dengan hal ini?

Kalau dipikir-pikir, dengan banyaknya jumlah orang yang mendatangi tempat yang penuh hamparan salju tersebut, kemana mereka saat ingin buang air atau sisa pencernaan mereka? Pastinya ke toilet, itu sudah pasti.

Baca Juga: Saat Air Laut Surut, Kemana Perginya Air?

Lalu kemana aliran para kotoran tersebut berlabuh?


AntartikaSource: Elie Duke Flickr
Toilet di Antartika.

Dilansir dari Mental Floss, China baru saja mengumumkan bahwa, para pendaki dibagian tertinggi Tibet  kotoran berjumlah 66 ton di atas, harus mulai dibuang secara pribadi. Hal ini dikarenakan, para peneliti melihat bahwa, global warming saat ini bisa menjadi salah satu alasan untuk cairnya para kotoran manusia itu.

Namun, sebagai suatu yang dipenuhi dengan salju, Antartika memiliki caranya sendiri untuk membuang limbah dari perut manusia itu.

Baca Juga: Bila Bulan Jatuh ke Bumi, Kengeriannya Bakal Mengagumkan


AntartikaSource: Elie Duke Flickr
Salah satu bagian Antartika.


Di pulau Ross Antartika, sebuah penelitian membuat cara untuk mengolah kotoran manusia yang muncul akibat banyaknya pengunjung di benua tersebut. Awalnya, kotoran sisa pencernaan para manusia itu langsung dibuang ke laut. Namun, hal ini membuat laut di Antartika menjadi tercemar.

Kemudian di tahun 2003, hal ini berubah. Stasiun McMurdo membuat sebuah pabrik untuk mengolah kotoran manusia tersebut, agar tidak mencemarkan laut dan tidak menumpuk. Dengan mesin penggiling JWC Monster Muffin para feses dihancurkan dan diproses agar aman untuk dibuang ke laut. Kemudian yang tersisa, akan dikemas dan dikirim ke Amerika bersama dengan sampah sisa makanan dan barang daur ulang lainnya.

Baca Juga: Inilah Bahaya yang Terjadi Bila Pesawat Menabrak Burung


AntartikaSource: Mental Floss
Bagian pantai Christensen di Antartika.


Selain itu, di bagian pantai Christensen yang berada di pulau Princess Elizabeth menggunakan metode mikroba yang memakan kotoran-kotoran tersebut di dalam air. Hal ini bahkan berhasil membuat air yang tercemar kembali menjadi air bersih. Sementara kotoran yang tersisa, akan masuk ke dalam sebuah botol yang kemudian dikirim ke Australia untuk diolah kembali.

Oleh sebab itu, jika Anda berniat untuk pergi berlibur ke Antartika, jangan lupa untuk membawa wadah untuk menampung sisa pencernaan yang keluar dari tubuh Anda.