Hati-hati! Polusi Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Otak Anak

Aug 27, 2019 12:00 PM

Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di Jakarta terus jadi sorotan publik. Menurut situs AirVisual, dalam beberapa hari terakhir Jakarta menduduki peringkat papan atas sebagai kota dengan polusi udara paling parah di dunia (selalu memasuki 3 besar di dunia). 

Banyak upaya yang dilakukan pihak Pemerintah Daerah untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta, dari mulai memberlakukan kembali sistem ganjil genap, menyarankan untuk memasang air purifier, hingga rencana membagi-bagikan tanaman lidah mertua. 

Bukan tanpa alasan, buruknya kualitas udara di Jakarta tidak hanya berimbas kepada masalah kesehatan serius saja, terutama masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem pernafasan, tapi juga bisa berdampak pada tumbuh kembang anak balita. 

Bisa Ancam Kecerdasan Anak


Polusi ancam kecerdasan anakSource TribunNews
Polusi ancam kecerdasan anak

Menurut dr Gatut Priyo Nugroho, SpP, dokter spesialis kesehatan Paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (UI), menjelaskan jika pihak yang paling rawan terkena dampak buruk dari polusi udara adalah anak-anak, terutama mereka yang masih balita. 

Selain menyebabkan masalah kanker karena paparan radikal bebas yang tinggi, masalah kesehatan pernafasan dan menurunnya sistem kekebalan tubuh, anak yang terpapar polusi udara pun berisiko besar mengalami gangguan tumbuh kembang, terutama kecerdasannya. 

Baca Juga: Benarkah "Tajamnya" Lidah Mertua Bisa Atasi Polusi Udara?

Hal ini sebenarnya sudah dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan Centre for Research in Environmental Epidemiology di Barcelona, yang memantau perkembangan sebanyak 2.715 orang anak di 39 sekolah di Spanyol selama satu tahun.

Dalam penelitian ini, tim peneliti mengamati kemampuan memori dan tingkat perhatian anak-anak terhadap pelajaran. Hasilnya, anak yang bersekolah di lingkungan yang bebas polusi, lebih berprestasi di bidang akademik ketimbang mereka yang bersekolah di lingkungan dengan kualitas udara buruk.


Polusi udara JakartaSource Media Indonesia
Polusi udara Jakarta yang makin parah

Anak yang belajar di sekolah yang mendapat udara bersih, berhasil meningkatkan kemampuan memori rata-ratanya hingga 11,5% dalam setahun. Sementara anak-anak yang sering terpapar polusi udara, hanya mengalami peningkatan maksimal 7,4% saja.

Dalam keterangannya, tim peneliti menyebut jika udara yang tercemar umumnya mengandung nitrogen dioksida dan partikel lainnya yang cukup tinggi. Kondisi inilah yang membuat pertumbuhan sel otak mereka terganggu, hingga membuat pertumbuhan otak mereka sulit meningkat.

Solusi Terbaik Sebagai Pencegahan


Pastikan anak-anak menggunakan maskerSource Okezone
Pastikan anak menggunakan masker

Mengatasi polusi udara bukan pekerjaan mudah, dan tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu 1-2 hari saja. Butuh upaya jangka panjang untuk memperbaiki kualitas udara di suatu daerah, tentu saja upaya ini harus didukung dengan kesadaran masyarakat terkait jahatnya polusi udara.

Solusi jangka pendek, kamu disarankan untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, hal ini berlaku bagi anak-anak saat mereka akan berangkat dan pulang sekolah. Selain itu, gunakan kendaraan umum untuk mengurangi jumlah polusi dari asap kendaraan bermotor. 

Baca Juga: Tahun 2019, Kadar CO2 di Bumi Catat Rekor Tertinggi Dalam Sejarah

Selain itu, kamu pun wajib untuk memperbanyak penghijauan di sekitar rumah, minimalnya dengan memprioritaskan menanam tanaman yang dapat menyerap polutan, seperti lidah mertua, horsetail, sirih gading, herbras, tanaman pakis, dan lainnya.

Sementara pihak pemerintah wajib untuk memperbanyak pembangunan ruang terbuka hijau untuk menyerap polutan dalam jumlah yang lebih besar. Membuat kebijakan untuk mengurangi kemacetan dan pengelolaan limbah pun wajib dilakukan, ini demi terciptanya lingkungan yang lebih sehat. 

Bagaimana dengan kamu. Sudahkah melakukan upaya nyata untuk memperbaiki lingkungan dengan mengurangi polusi udara, minimalnya dari penggunaan kendaraan bermotor.