Mikroba Punya Andil Kurangi Sampah Plastik di Lautan

May 29, 2019 4:30 AM

Membuang sampah plastik memang menimbulkan adanya polusi sampah di laut yang sudah tak terhitung berapa kali kegiatan tersebut berlangsung sejak lama. Manusia pun berperan dalam kegiatan buruk itu yang menyebabkan banyaknya sampah ditemukan di lautan luas.

Seperti yang sudah diketahui jika sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang sangat sulit diurai dan membutuhkan waktu puluhan tahun agar bisa terurai oleh mikroorganisme. Ditambah jika itu didapatkan di lautan yang tentunya makin sulit diurai karena berbagai faktor.

Namun dalam penelitian terbaru, problematika sampah plastik yang ada di laut ternyata bisa diatasi dengan hadirnya para mikroba yang hinggap di area laut yang mampu menghancurkan limbah plastik. Sesuatu yang cukup menggembirakan di tengah ancaman laut yang mulai tercemar akibat limbah-limbah yang sulit diurai tersebut.

Baca Juga: Bahaya Bakteri yang Mengintai di Balik Uang Kertas!


Sampah plastikSource: National Geographic
Sampah plastik yang masih ada di lautan menimbulkan polusi di laut.

Dilansir dari Science Alert, tim ilmuwan internasional sudah mempelajari bagaimana para mikroba mampu berkontribusi dalam hal mengurangan limbah plastik di laut, selain karena berbagai faktor non-biologis seperti sinar ultraviolet dan suhu di dalam laut yang panas.

"Degradasi atau pengurangan limbah secara non-biologis mendahului dan merangsang biodegradasi sejak banyak karbonil yang dihasilkan pada permukaan plastik" kata insinyur lingkungan Evdokia Syranidou dari Universitas Teknik Kreta di Yunani.

"Oleh karena itu, berbagai organisme dapat mengendap di permukaan lapuk, menggunakannya sebagai substrat dan sumber karbon." tambahnya.

Baca Juga: Inilah Bakteri yang Wajib Diwaspadai Dari Sepiring Nasi Goreng


Sampah plastikSource: mnn.com
Sampah plastik yang telah lama ada di laut mampu dikurangi dengan adanya mikroba laut.

Para ilmuwan membuktikan hal itu dengan melakukan percobaan bagaimana efisiennya mikroba dalam mengurai plastik dengan mengumpulkan sampel jadi potongan dua jenis plastik berbeda yaitu polietilen (PE) dan Polistiren (PS) dari dua pantai di Yunani. Dua sampel tersebut kemudian dicelupkan ke dalam larutan garam yang menjadi semacam tiruan dari air laut yang telah diisi dua macam mikroba yaitu mikroba laut asli dan buatan.

Setelah menunggu lima bulan, potongan plastik tersebut ditimbang dan diketahui hasilnya bahwa mikroorganisme asli berhasil kurangi berat dua plastik tersebut dari 7 hingga 11 persen. Sementara yang buatan tercatat tidak terlalu memakan banyak plastik namun lebih efisien.

Baca Juga: Atasi Masalah Sampah, Bisakah Kita Membuangnya ke Gunung Berapi?

Sejauh ini hasil tersebut membuktikan bahwa mikroorganisme laut bisa berperan penting dalam pengurangan limbah plastik di laut. Meski begitu masih perlu banyak penelitian lagi untuk lebih mempelajari tentang peran mikroba laut sebagai pemakan sampah plastik dan mencari cara untuk memanfaatkannya.

Namun yang pasti, perlahan-lahan solusi manusia untuk mengurangi sampah plastik di lautan bisa berkurang berkat mikroba laut yang sangat kecil.