Apel Organik Punya Lebih Banyak Bakteri Baik Daripada Apel Biasa

Aug 8, 2019 3:00 AM

Buah-buahan organik masih menjadi pilihan untuk menikmati buah yang diyakini lebih sehat dan tanpa ada zat-zat kimia. Salah satunya adalah buah apel yang tentu banyak dikonsumsi oleh semua orang di dunia. Buah yang menjadi inspirasi Sir Isaac Newton dalam menemukan teori gravitasi ini ternyata mempunyai satu fakta yang mungkin belum kalian tahu.

Menurut sebuah penelitian baru yang dikutip Live Science, buah apel yang ditanam secara organik dan segar ternyata memiliki sekitar 90 juta bakteri di dalamnya. Bakteri tersebut tentu saja bakteri yang baik untuk tubuh kita, terutama untuk organ usus kita. Selain itu, bakteri yang disebut mikrobioma itu lebih banyak ditemui pada buah apel organik daripada yang bukan organik.

Baca Juga: Manfaat Makan Buah Pir Setiap Pagi


Apple organik memiliki banyak bakteri baik untuk tubuhSource: biotropic.com
Memiliki banyak bakteri baik untuk tubuh

Sebelum kita membahas penelitian tentang apel organik tersebut, Mikrobioma sendiri adalah kumpulan bakteri, virus, dan sel eukariotik yang mendiami dan berinteraksi dengan tubuh makhluk hidup, dalam kasus ini tubuh manusia. 

Dilansir dari SainsPOP, Mikrobioma sendiri nyatanya memiliki manfaat yang baik untuk tubuh kita meski hingga saat ini kita menganggap bakteri itu jahat untuk manusia, salah satu manfaatnya adalah membantu mencerna karbohidrat kompleks yang tak bisa dicerna oleh enzim tubuh manusia.

Baca Juga: 6 Buah Penurun Kolesterol Setelah Puas Makan Yang Bersantan

Kembali ke masalah fakta mengenai apel organik, buah apel yang diproduksi secara organik diklaim memiliki mikrobioma lebih banyak dan lebih beragam daripada yang dipunyai oleh buah apel yang ditanam secara konvensional. Kemudian hal itu membuat para peneliti menyarankan kita untuk berpikir kembali untuk membuang bagian tengah apel yang hanya miliki sedikit daging buah dan berisi biji dan tangkai buah.

Hal itu dikemukakan oleh para peneliti karena sebagian besar bakteri di dalam sebuah apel hidup di bagian tengah apel yang meliputi daerah biji apel yang terdapat 38 juta bakteri, ujung kelopak apel (22 juta), dan ujung batang (10 juta). Daging buah memiliki sekitar 20 juta sel bakteri, sementara kulitnya hanya menampung 1,6 juta sel.


Tengah buah apel organik miliki jumlah bakteri baik Source: thenakedscientist.com
Tengah buah apel miliki jumlah bakteri baik

Kemudian lebih beragamnya "bakteri" yang ada di apel organik juga memengaruhi rasa dari buah tersebut. Lalu itu menjadi faktor mengapa para peneliti menyarankan untuk kita menghabiskan buah apel hingga tak tersisa. Salah satunya yang berikan pernyataan tersebut adalah Birgit Wassermann, salah satu mahasiswa doktoral di Graz University of Technology, Austria yang menulis jurnal penelitian ini.

Selain itu, mikrobioma yang terdapat dalam apel organik yang diuji oleh para peneliti tersebut diyakini mampu mencegah penyebaran patogen di tubuh manusia.

Setelah diteliti, buah apel organik kebanyakan mengandung Lactobacilli, suatu bakteri untuk usus yang sama sekali tidak ada dari apel yang ditanam dan dikelola secara konvensional. Sebagian besar apel konvensional justru mengandung sekelompok bakteri yang mencakup bakteri patogen yang dikenal dapat membahayakan kesehatan manusia.

Baca Juga: Buah Durian Ternyata Meningkatkan Kesuburan Wanita, Ini Manfaat Lainnya

Birgit Wassermann juga menambahkan bahwa suatu hari nanti kandungan mikrobioma dan antioksidan dari produk segar bisa masuk ke dalam daftar informasi gizi standar dan ditampilkan bersama dengan nutrisi makro, vitamin dan mineral untuk memandu konsumen.

Namun, sayangnya buah apel organik yang diteliti baru dari varietas apel yang berasal dari Austria dan hasil ini pun juga belum tentu sama dengan varietas apel di wilayah lainnya. Namun yang pasti, kita sudah mengetahui bahwa mengonsumsi apel organik ternyata miliki manfaat yang baik untuk tubuh manusia dibanding buah apel yang tidak ditanam secara organik.