Gara-Gara Mikroba, Bangkai Kapal Titanic Kini Makin Terkikis Lautan

Oct 3, 2019 4:30 AM

Kita mungkin sudah tahu bahwa Titanic adalah salah satu kapal pesiar terbesar yang pernah dibuat manusia pada masanya. Dengan ciri khas empat cerobong asap besar, kapal laut yang awalnya dibuat untuk perjalanan dari Southampton, Inggris ke New York itu hingga saat ini menjadi legenda karena dua hal, yaitu kisah kecelakaan tragis dan cerita cinta antara Jack dan Rose yang kemudian diabadikan dalam sebuah film bertajuk Titanic garapan James Cameron di tahun 1997.

Sejak kecelakaan tragis di tahun 1912, kapal RMS Titanic memang sudah tenggelam dalam lautan karena menabrak bongkahan gunung es dan karam di samudera Atlantik Utara dan kini bangkainya ada di sekitar lepas pantai Newfoundland di Kanada dengan kedalaman 3.810 meter. Setelah kejadian tersebut, ekspedisi untuk menyelami bangkai kapal pesiar besar tersebut dimulai dan menemukan kondisi kapal yang tentu saja sudah sangat berbeda dibanding pada saat masih bisa berlayar.

Baca Juga: 5 Kapal Pesiar dengan Ongkos Pelesir Paling Mahal di Dunia

Kemudian tahun ini para peneliti kembali lakukan ekspedisi untuk menyelidiki kondisi bangkai kapal Titanic lalu mereka temukan hasil yang cukup mengejutkan karena bangkai tersebut diketahui alami penurunan kondisi yang cukup besar untuk ukuran bangkai kapal besar. Salah satu di antaranya adalah beberapa bagian dari kapal yang sudah keropos dan "membusuk".

Bahkan menurut para tim peneliti yang ikut lakukan eksplorasi, beberapa bagian dari kapal tersebut hilang karena berbagai faktor. Salah satunya adalah dari mikroba dan bakteri yang hidup di laut yang menggerogoti bagian-bagian dari kapal Titanic hingga nyaris tak tersisa. 


bangkai kapal titanicSource: sciencealert.com
Bangkai kapal Titanic

Parks Stephenson, sejarawan yang ikut meneliti Titanic dalam ekspedisi ini menyebut beberapa area di kapal tersebut sudah "hilang" dimakan makhluk laut di dalamnya, termasuk pula bagian geladak kapten yang ikut hilang. Kemudian ia pun menyebut jika sisa bangkai kapal tersebut nantinya akan hilang seluruhnya.

"Titanic telah kembali ke alam. Seluruh sisi geladak hilang. Dan perlahan tapi pasti, Titanic akan hilang seutuhnya," kata Stephenson dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Science Alert.

Kemudian Patrick Lahey, kepala tim penjelajahan dengan kapal selam Triton menyebut jika hal yang menarik dari eksplorasi ini adalah melihat bagaimana bangkai kapal Titanic yang digerogoti oleh lautan, baik dari mikroba atau bakteri.


Bagian lainnya dari bangkai kapal RMS Titanic yang karam di Samudera AtlantikSource: usatoday.com
Bagian lain dari bangkai kapal Titanic 

"Aspek yang paling menarik adalah melihat bagaimana Titanic dikonsumsi oleh lautan dan kembali ke bentuk unsurnya sembari menyediakan perlindungan bagi sejumlah hewan yang sangat beragam," kata Patrick Lahey.

Baca Juga: Wow! Rusia Sukses Luncurkan Kapal Selam Terpanjang di Dunia

Selain itu, menurut Clare Fitzsimmons, ilmuwan serta peneliti lingkungan laut dari Newcastle University mengungkapkan jika memang ada mikroba dan bakteri yang memakan bangkai kapal Titanic dan membuat beberapa bagian menjadi keropos. Kemudian titik-titik tersebut semakin larut menjadi fragmen-fragmen yang lebih halus, akhirnya berubah menjadi bentuk bubuk yang dapat tersapu oleh arus.

Hal ini ditunjang dengan studi 2018 yang mengungkap, bakteri Halomonas titanicae terus menggerogoti logam kapal dan hal ini dapat menghancurkan Titanic hanya dalam beberapa dekade.

Dilansir Newsweek, tujuan ekspedisi ini adalah untuk mendokumentasikan kapal Titanic untuk pembuatan film dokumenter oleh Atlantic Productions. Mereka melakukan survei terhadap puing-puing dan kehidupan lain di kapal karam itu. 


Kapal RMS Titanic yang termahsyur karena perjalanannya dan kisah tragisnya.Source: mentalfloss.com
Kapal RMS Titanic 

Baca Juga: Mikroba Punya Andil Kurangi Sampah Plastik di Lautan

Menjelang peringatan seabad tenggelamnya Titanic, National Oceanic and Atmospheric Administrations (NOAA) mengatakan bahwa bangkai kapal itu harus dilindungi. Pihaknya telah mengeluarkan aturan bahwa situs Titanic hanya bisa dikunjungi untuk keperluan penelitian ilmiah dan pendidikan.

Menurut prediksi sebelumnya, bangkai kapal Titanic akan lenyap sekitar tahun 2030. Namun, dengan adanya penemuan tersebut, kemungkinan kapal Titanic yang sudah menjadi bangkai itu akan hilang digerus lautan bisa makin lama atau bisa jadi makin singkat.