Fresh Graduate Wajib Tahu! Ini 5 Jenis Wawancara Yang Dapat Dialami Saat Melamar Kerja

July 10, 2019 9:59 AM

Melamar pekerjaan menjadi sesuatu yang terasa menegangkan bagi seorang fresh graduate. Mereka yang baru lulus dari jenjang pendidikan masing-masing umumnya akan kaget mengenai sistem dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Untuk memasuki tahapan pekerjaan, tidak jarang mereka diharuskan untuk melalui proses wawancara terlebih dahulu.

Dalam benak banyak fresh graduate atau lulusan baru, wawancara dianggap selalu berbentuk sesi tanya jawab antara atasan dan pelamar. Padahal, jenis wawancara mempunyai ragam yang cukup banyak. Untuk mencegah penolakan dari tempat kerja, infia.co akan merangkum beberapa jenis wawancara yang perlu diketahui sebelum mencoba melamar pekerjaan. Simak yuk penjelasannya!

1. Wawancara Langsung

wawancara tatap mukaSource : satriabajahitam.com
Wawancara Langsung

Jenis wawancara pertama yang paling sering dilakukan adalah wawancara langsung. Jenis wawancara seperti ini adalah yang banyak orang-orang ketahui di luar sana. Untuk prosesnya pihak HRD atau atasan akan memanggil pelamar yang dianggap sudah lulus kriteria.

Kemudian mereka akan berjanji pada satu waktu dan tempat untuk menanyakan hal-hal teknis terkait pelamar yang ingin bekerja di tempatnya. Pada saat mendengarkan jawaban langsung dari pelamar, pihak HRD umumnya akan mengevaluasi secara keseluruhan sebelum akhirnya mengambil keputusan final akan masa depan pelamar tersebut.

2. Wawancara Jarak Jauh

wawancara jarak jauhSource : blog.payrollbozz.com
Wawancara Online

Selain wawancara langsung, terdapat pula wawancara jarak jauh. Hal ini umumnya terpaksa dilakukan apabila pihak perwakilan dari perusahaan mempunyai lokasi yang berbeda dengan pihak pelamar pekerjaan. Untuk menanyakan kualitas lebih lanjut dari pelamar, maka diputuskan bisa melakukan wawancara dengan jarak jauh.

Dengan era teknologi yang sudah berkembang pesat saat ini, proses wawancara jarak jauh bisa dilakukan melalui telepon langsung (hanya suara), video call (menggunakan fitur kamera dan suara), serta menggunakan aplikasi dari gadget masing-masing.

3. Wawancara Panel

wawancara bersamaSource : magazine.job-like.com
Wawancara Panel

Wawancara panel secara sederhana memiliki konsep yang mirip dengan wawancara langsung atau tatap muka. Kedua belah pihak yakni pihak perusahaan dan pihak pelamar melakukan perjanjian untuk bertemu di suatu tempat demi melakukan wawancara lebih detail.

Baca juga: Inilah Warna Baju yang Wajib Dihindari Ketika Wawancara Kerja!

Perbedaan yang paling mencolok di antara jenis wawancara ini adalah orang yang menanyai pertanyaan kepada pihak pelamar. Umumnya, wawancara panel akan membawa lebih dari satu orang dari pihak perusahaan untuk memberi sejumlah pertanyaan yang lebih banyak kepada pelamar. Nantinya, gabungan dari evaluasi penanya akan menjadi penentu lolos tidaknya pelamar.

4. Wawancara Kasus

wawancara berbentuk kasusSource : magazine.job-like.com
Wawancara Kasus

Meskipun jarang diterapkan, wawancara kasus terkadang masih digunakan oleh beberapa perusahaan konsultan untuk mencari karyawan-karyawan baru. Biasanya, pihak perusahaan yang akan meminta pelamar untuk menyelesaikan kasus yang sudah disediakan.

Pada titik ini, pihak perusahaan akan menilai seberapa tajam kemampuan analisa serta pemikiran dari calon pekerja baru yang mereka wawancarai tersebut. Hal ini juga berguna untuk mencari tahu bagaimana sikap dan ketenangan pelamar apabila mengalami permasalah di tempat kerjanya.

5. Wawancara Presentasi

presentasi materiSource : mohdyunus.id
Wawancara Presentasi

Jenis wawancara yang terakhir adalah wawancara presentasi. Biasanya, pihak perusahaan akan menyuruh pelamar yang lolos seleksi awal untuk menyiapkan sebuah materi untuk dipresentasikan di depan perusahaan nantinya. Pihak pelamar diharuskan bisa menyajikan presentasi dengan singkat, padat, jelas, dan tidak bertele-tele.

Baca juga: Inilah 5 Kebiasaan Buruk yang Dapat Menurunkan Produktivitas Kerja

Wawancara dengan tipe seperti ini umumnya digunakan untuk merekrut karyawan yang memang membutuhkan kemampuan public speaking dalam kesehariannya seperti marketing communication, manajer umum, dan lain-lainnya. Sebab, kemampuan komunikasi seseorang terkadang akan mengambil peranan besar dalam kesuksesan sebuah perusahaan tersebut.