Film Soal Kiamat Kalah Seram, Jika Bumi Berhenti Berputar Ini Yang Bakal Terjadi

Mar 25, 2019 12:58 PM

Kengerian yang tergambarkan dalam special effect film-film bertemakan kiamat berbiaya produksi jutaan dolar tidak seberapa dasyatnya bila dibandingkan dengan apa yang bakal terjadi bila bumi ini berhenti berputar.


Baca juga: FIlm Black Mirror: Bandersnatch Menjadi Film Yang Paling Sulit Dibajak

Pernah menonton film-film Hollywood seperti 2012 dan The Day After Tomorrow, kan? Menyeramkan sekali ya membayangkan peradaban umat manusia di planet bumi mendadak tersapu oleh keganasan alam? Entah berapa banyak yang akan tersisa dan mampu bertahan bila benar kejadian di dunia nyata.


Mari bayangkan bila planet yang jadi tempat tinggal bagi 7,7 milyar manusia ini tiba-tiba berhenti berputar karena suatu alasan. Karena film tidak ada apa-apanya.

Baca juga: Ini Bedanya Film Box Office dengan Blockbuster

Seperti dirangkum dari berbagai sumber, berpusat pada katulistiwa, kecepatan rotasi bumi mencapai 1770 km/jam. Bila bumi mendadak berputar, maka atmosfer tetap akan bergerak mengikuti kecepatan tersebut. Akibatnya, segala sesuatu yang ada di permukaan bumi, terutama di daerah katulistiwa seperti Indonesia, akan tersapu habis. Semuanya hilang sebelum kita sempat mengucapkan selamat tinggal.

Source: Pixabay Ngerinya bila bumi mendadak berhenti berputar.Source: Pixabay
Ngerinya bila bumi mendadak berhenti berputar.

Pasalnya, bumi yang tidak berputar ditambah pergerakan atmosfer tadi akan menciptakan angin maha kencang yang kekuatannya bisa menyamai ledakan bom atom. Momentum tersebut juga akan menyebabkan tsunami raksasa yang akan menyapu bersih daratan sejauh 27 km dalam waktu satu menit saja.

Bumi selalu berputar. Makanya ada siang dan malam yang kurang lebih 12 jam masing-masing di negara seperti Indonesia. Jika bumi berhenti berputar, saking panasnya, di sisi planet yang terang, air laut akan menguap. Di sisi gelap, suhu akan turun drastis. Satu hari akan terasa seperti satu tahun. Siang hari akan berlangsung selama enam bulan, dan malam hari nan dingin sepanjang enam bulan berikutnya.


Perputaran bumi menghasilkan gaya sentrifugal alias gaya yang membuat benda untuk bergerak melingkar. Gaya ini menghasilkan tonjolan pada katulistiwa. Jika bumi berhenti berputar, lama kelamaan tonjolan itu akan menjadi pipih. Akibatnya, air laut akan berpindah ke tempat dengan gravitasi terkuat yaitu kutub. Hal ini menciptakan dua samudera besar di masing-masing kutub, dan sebuah benua tunggal melingkar seperti selotip di tengah bola.

Dampak lanjutannya, medan magnetik akan perlahan menghilang. Hilangnya medan magnetik berarti hilang pula perlindungan bumi dari sinar atau radiasi kosmik berbahaya. Hasilnya? Segelintir manusia yang berhasil selamat dari bencana-bencana yang terjadi sebelumnya hampir dipastikan tidak akan mampu bertahan hidup. Dan kita pun punah.

Baca juga: Kenapa Ya Genie Di Film Aladdin Selalu Berwarna Biru?

Mengerikan, ya? Tapi jangan khawatir, kemungkinan planet ini untuk berhenti berputar sendiri adalah nol, setidaknya dalam beberapa miliar tahun kedepan menurut astronom Dr. Sten Odenwald dikutip dari website Nasa.

Meski begitu, meski bumi akan selalu berputar, bencana lainnya bisa saja timbul bila kita tidak menjaganya dengan baik. Seperti misalnya pemanasan global.

Jadi sebelum semua yang kita cintai dan butuhkan menghilang, jangan take things for granted. Tidak usah muluk-muluk dengan memikirkan pindah ke Mars dulu, mengurangi atau menghilangkan pemakaian kantong plastik saja sudah akan banyak manfaatnya bagi lingkungan hidup.

(ruw)