Fakta Bayi di Kandungan yang Harus Diketahui Oleh Calon Ibu

Jun 17, 2019 3:30 AM

Setelah mendapatkan bayi justru terkadang calon orang tua tidak mengeri kejadian-kediaan unik di dalam kandungan yang harus diperhatikan oleh calon orang tua untuk perkembangan banyi. Berikut adalah fakta unik bayi di daam kandungan Setiap pasangan yang sudah nikah pasti menginkan momongan untuk melengkapi hidupnya. Keinginan pasangan tersebut akan diusahan dengan berbagai cara baik dengan cara alami bahkan dengan cara medis yang terkadang mengeluaarkan uang yang cukup banyak. 


Bayi Sudah Memiliki Rambut Sejak di Rahim


sumber hellosehat.com Bayi sudah memili rambut sejak di rahimSource: hellosehat.com
Bayi sudah memiliki rambut sejak di rahim.

Bayi ketika dalam kandungan mengalami pertumbuhan di segala sisi, termasuk pertumbuhan rambut. Ketika bayi lahir, beberapa telah memiliki rambut, baik tebal atau tipis. Pertumbuhan rambut tiap bayi berbeda-beda bergantung pada umur, jenis kelamin, hormon, kecukupan nutrisi, dan faktor genetik.Di dalam perut, janin diselubungi oleh rambut halus yang disebut lanugo. Rambut ini berfungsi untuk melindungi bayi dan menjaga agar suhu bayi tetap hangat. 

Lanugo tumbuh ketika bayi berusia 5 minggu dan akan hilang pada usia 7 atau 8 minggu. Pada beberapa kelahiran, lanugo masih akan terbawa hingga lahir lalu rontok pada beberapa minggu kemudian. Sebenarnya, ada tiga fase pertumbuhan rambut pada bayi, yaitu anagen adalah fase ketika rambut tumbuh. Lalu, Katagen adalah fase peralihan sebelum masuk ke fase terakhir yaitu telogen. Akhirnya, bayi pada umumnya akan lahir dengan rambut di kepala yang sudah cukup tebal.

Baca Juga: Benarkah Bayi Akan Kepedesan Saat Minum ASI Jika Ibu Menyusui Memakan Pedas? Ini Fakanya!


Bayi Memakan Apa Saja yang Dimakan Ibu


sumber www.alodokter.com Bayi memakan apa saja yang di makan ibuSource: www.alodokter.com
Bayi memakan apa saja yang dimakan ibu.

Apakah anda pernah berpikir dari mana banyi mendapat gizi yang cukup saat di dalam rahim? Sehingga gizi mereka terpenuhi dengan baik. Ibulah yang menyediakan semuanya oleh karena itu penting bagi ibu untuk memakan makan yang bergizi agar bayi tumbuh dengan baik. Disamping itu ternyata banyi juga mampu merasakan makanan yang ibu makan. Para peneliti percaya bahwa janin bisa merasakan beberapa rasa makanan ibu melalui ketubannya. Janin bisa ikut merasakan ketika ibunya menyantap makanan yang memiliki rasa kuat seperti bawang putih, jahe, atau makanan manis. Hal ini merupakan salah satu rangsangan yang baik untuk persiapan si kecil membangun rasa yang akan dirasakan saat lahir. Oleh karena itu ibu harus meperhatikan makan yang dimakannya.


Janin Bisa Menangis dan Tertawa


sumber hellosehat.com Janin bisa menangis dan tertawaSource: hellosehat.com
Janin bisa menangis dan tertawa.

Dokter kandungan akan selalu meyarankan ibu untuk tidak terlalu stress dan sedih saat mengandung bayi karena bayi mampu merasakan apa yang dirasakan oleh ibu baik dalam keadaan sedih maupun sedang gembira. Dalam merasakan kesedihan dan kegembiran ibu, bayi akan mengekspresikan dengan cara tertawa dan menangis. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa janin pada usia kehamilan 26 minggu sudah bisa menangis. Pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa janin mampu menoleh, membuka mulut dan berekspresi seperti orang menangis. Selain menangis, janin juga dapat menunjukkan ekspresi tertawa. Hal ini perlu diperhatikan calon orang tua untuk menjaga kestabilan emosi seorang ibu.

Baca Juga: Kenapa Kita Tidak Ingat Kejadian Semasa Bayi?


Janin Adalah WC Pertama Bayi


sumber www.fimela.com Janin adalah wc pertama bayiSource: www.fimela.com
Janin adalah wc pertama bayi.

Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Memberi Nama Bayi Anda

Rahim merupakan rumah pertama dari bayi. Apapun aktifitas semua dilakukan dirahim, baik makan, minum bahkan buang air kecil dan besar pun ada di dalam rahim sehingga kita bisa menyebut rahim menjadi wc pertama dari bayi. Tapi tahukah anda fakta unik lainya adalah saat membuang air kecil di dalam rahim bayi akan meminumnya lagi setelah diolah.Sebagian besar air ketuban adalah hasil daur ulang dari urin yang dikeluarkan oleh janin. Sejak usia 16 minggu, janin minum melalui air ketuban dan mengeluarkan urine yang akan dioleh kembali menjadi air ketuban. Hal ini diperlukan untuk mengembangkan dan membangun fungsi ginjal pada janin.