Peneliti Buktikan Kecoa Hewan yang Tangguh

Oct 23, 2019 1:34 PM

Sebagai hewan yang menjijikan dan biasa ditemui dalam lingkungan kumuh, kecoa terkadang bisa menjadi musuh bersama bagi kita. Apalagi jika kita harus berhadapan dengan kecoa terbang yang tiba-tiba bisa menyerang tanpa alasan, rasa jengkel tentu sudah pasti didapat.

Namun patut diakui jika kecoa adalah salah satu serangga yang sangat kuat. Bukan kuat dalam arti mampu mematikan makhluk lainnya, namun kecoa diyakini kuat ketika harus bertahan dalam kondisi apapun, termasuk saat berada di daerah yang terkontaminasi radiasi nuklir.

Kemudian ketangguhan dari seekor kecoa kembali dibuktikan dengan fakta baru, yaitu tahan dengan cairan pembasmi serangga atau insektisida dan mampu mengembangkan resistensinya terhadap cairan pestisida atau pembasmi hama yang bahkan belum pernah hewan tersebut temui. Kecoa yang berjenis Blatella germanica atau Kecoa Jerman jadi bukti bahwa serangga tersebut mampu tahan terhadap cairan racun serangga tertentu.

Baca Juga: Buat Kalian yang Benci Kecoa, Ini Lho 4 Fungsi Keberadaan Kecoak di Bumi!


Kecoa, salah satu jenis serangga yang konon memiliki tingkat ketahanan tinggi dibanding jenis serangga lainnyaSource: idntimes.com
Kecoa

Para peneliti dari University of Purdue melakukan sejumlah pengujian terhadap spesies kecoa Jerman dan bereksperimen tentang ketahanan dari serangga tersebut pada beberapa cairan pembasmi serangga. Hasilnya, kecoa tersebut ternyata mampu mengeluarkan sisi ketahanan mereka dari beberapa cairan insektisida dan pestisida dan konon menyimpulkan bahwa untuk mematikan kecoa tidak bisa hanya dengan menyemprotkan cairan pembasmi serangga saja.

"Kecoa mengembangkan resistensi terhadap berbagai kelas insektisida sekaligus akan membuat mengendalikan hama ini hampir mustahil dengan bahan kimia saja. Ini adalah tantangan yang sebelumnya tidak terealisasi dalam kecoa." kata Michael Scharf, salah satu peneliti dari Departemen Entomologi University of Purdue.

Baca Juga: Sulit Dimusnahkan, Penasaran Rahasia Bertahan Hidup Kecoa?


Kecoa Jerman (Blatella germanica), salah satu jenis kecoa yang ternyata mampu bertahan ketika terkena paparan pembasmi seranggaSource: pestworld.org
Kecoa Jerman (Blatella germanica)

Scharf dan rekan mencoba lakukan pengujian metode-metode membasmi kecoa dengan cairan insektisida di gedung multi-unit di Indiana dan Illinois selama enam bulan. Dalam satu pengujian, tiga insektisida dari kelas yang berbeda diganti dan mulai digunakan setiap bulan selama tiga bulan dan terus diulang. 

Pada kedua, mereka menggunakan campuran dua insektisida dari kelas yang berbeda selama enam bulan. Ketiga, mereka memilih insektisida yang mana kecoak memiliki resistensi awal tingkat rendah dan menggunakannya sepanjang waktu.

Dari hasil pengujian tersebut para peneliti mengungkapkan bahwa dengan insektisida populasi kecoa bisa dipertahankan, namun kesulitan untuk mengendalikan populasinya. Selain itu pada percobaan dengan mencampurkan insektisida dengan tingkatan berbeda, populasi kecoa justru berkembang dan campuran itu tidak bekerja dengan baik dalam membasmi serangga tersebut.

Baca Juga: Alasan Banyak Orang Sangat Takut dengan Kecoa

Kemudian para peneliti mengungkapkan bahwa adanya resistansi silang yang terjadi pada seekor kecoa tersebut yang menyebabkan beberapa jenis pestisida tidak akan berpengaruh alias kebal. Selain itu fakta seekor kecoa betina yang memiliki siklus reproduksi tiga bulan yang dapat melahirkan hingga 50 ekor membuat pencegahan berkembangnya populasi kecoa makin sulit.

Demi efektifitas dalam hal membasmi kecoa, Michael Scharf merekomendasikan teknik pembasmian dengan cara menggunakan jebakan, pemeliharaan sanitasi hingga vakum, selain tentu saja dengan percobaan lewat cairan pembasmi serangga. Lebih singkatnya, membasmi populasi kecoa tidak cukup hanya dengan semprotan pembasmi serangga yang biasa kita temui di supermarket-supermarket meskipun kita bisa mematikannya hanya dengan membalikkan badannya saja.