Era Digital, Selebgram, dan Standar Pernikahan yang Lebih Prestisius

Jan 21, 2019 9:46 AM

Setiap orang pasti punya pernikahan impian. Sekalipun sederhana, pasti pernah kan membayangkan gimana konsep pernikahan yang kalian inginkan? Enggak cuma cewek kok, karena sebenarnya jauh di hati para cowok-cowok juga sering terbersit pikiran mengenai pesta pernikahannya suatu saat nanti.

Sejauh ini, pesta pernikahan menjadi budaya yang nggak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Selain sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan sahabat, pesta pernikahan menjadi prestige tersendiri untuk menunjukan kelas sosial seseorang.

Jika dulunya standar pesta pernikahan cenderung seragam. Pernikahan digelar sesuai adat masing-masing, atau justru mengangkat konsep internasional sekalian. Pilihannya pun nggak ribet, karena mereka bisa mendirikan tenda di depan rumah atau menyewa gedung sesuai dengan isi kantongnya.

Namun kini berbeda, semenjak era digital menawarkan keindahan isi feed Instagram. Nggak dipungkiri kan, kalau gaya hidup kita jadi ikut berubah saat ramai selebgram atau kini lebih sopan disebut sebagai influencer atau key Opinion leader (KOL) bermunculan.

Kita akan cenderung percaya pada apa yang mereka katakan. Ingin mengikuti apa yang mereka pakai, makan, beli dan lakukan. Sederhananya, gaya hidup mereka sangat mempengaruhi pilihan hidup kita sehari-hari. Tak terkecuali dengan konsep pernikahan yang jadi ikut naik standarnya. Mengikuti pesta pernikahan para selebgram yang viral dan menjadi tren tersendiri di masyarkat.

Mulai dari desain undangan, hantaran, cincin perkawaninan, konsep pesta pernikahan, hingga busana pengantin dari desainer yang harus memenuhi standar tertentu. Rasanya belum afdol, kalau belum menyamai dengan milik selebgram yang serba kekinian.

Jika dulu lamaran hanya mengundang pihak keluarga, maka kini harus digelar secara mewah menyamai pesta perkawinannya sendiri. Bahkan, tempatnya pun harus di hotel atau restoran yang Instagramable, demi terlihat menarik saat di posting di media sosial. Nggak ketinggal jasa fotografer mahal ikut disewa demi mengabadikan momen tersebut.

Lokasi pernikahan pun jadi lebih pilih-pilih, seperti misalnya hotel pinus yang menawarkan konsep rustik dan outdoor. Bahkan, ada yang lebih ekstrem, dengan menghadirkan konsep Game of Thrones dalam pernikahan mereka. Diikuti dengan budaya membagikan dresscode untuk para bridesmaid. Sebenarnya, kalau mau kita renungi ini hanyalah sebuah keputusan yang tidak terlalu membawa manfaat dengan biaya yang lumayan besar lo.

Bukan berarti, kita nggak sayang teman-teman jika tidak memberikan mereka baju seragaman. Bahkan, boleh ditanyakan pada teman-teman, apakah ada yang merasa keberatan untuk mengeluarkan biaya baju seragaman? Pasalnya, kadang-kadang ongkos jahit jatuh lebih mahal dibanding dengan kado yang diberikan pada calon mempelai. Bener nggak nih?

Tapi kita kembalikan semuanya pada setiap orang ya, Guys. Semua sah-sah saja, jika memang didukung dengan ketersedian biaya dari kedua calon mempelai. Jangan sampai, karena gengsi dan ambisi sesaat buat kantong bolong setelah menikah Guys. Karena, sesungguhnya perjalanan dan tantangan dimulai setelah pesta pernikahan selesai digelar. Trust me!

Pikirkan untung dan rugi saat berencana menggelar pesta mewah. Konyol jika setelah pesta digelar, kalian jadi menggadaiakan barang-barang yang ada di rumah yah! Namun ada satu hal yang paling penting dan harus diingat, selain memikirkan konsep dan biaya pesta pernikahan. Pastikan dulu, kalian sudah punya calonnya dulu ya, guys.(ayi)