Kemanakah Sampah Luar Angkasa Dibuang? Ternyata Inilah Tempatnya!

Oct 8, 2019 6:31 AM

Ketika sebuah roket diluncurkan menuju luar angkasa, pertanyaan yang muncul di benak orang awam adalah, "Kemana atau akan melakukan misi apa roket tersebut di luar angkasa?" namun pernahkah kamu berpikir satu hal yang selama ini kerap tak pernah dibayangkan oleh kebanyakan orang? Ketika satelit atau roket yang menuju luar angkasa selesai menjalankan sebuah misi dan telah menjadi sampah, kemanakah sampah tersebut akan dibuang?

Pertanyaan di atas banyak tak terpikirkan oleh orang-orang awan lantaran sebagian orang beranggapan benda seperti satelit yang dibuat manusia untuk diluncurkan ke luar angkasa, akan tetap mengambang begitu saja ketika tidak berfungsi lagi. Padahal kenyataannya, ada sebuah tempat khusus yang seringkali dijadikan sebagai target satelit atau roket luar angkasa bekas untuk dibuang, karena masa pakainya sudah selsai atau rusak.

SatelitSource: armaghplanet.com
Ilustrasi satelit buatan yang mengorbit Bumi

Baca Juga: Begini Cara Astronot Buang Air di Luar Angkasa, Ribet Banget!

Seperti pemaparan yang dilansir dari Science Alert, di Samudera Pasifik terdapat  sebuah lautan yang dinamakan Point Nemo, tempat di lautan ini menjadi penampungan berbagai "sampah" luar angkasa yang jatuh dari langit atau luar angkasa. Tentunya sampah di sini diartikan adalah satelit, stasiun luar angkasa atau roket luar angkasa yang sudah tidak berfungsi ataupun sudah habis masa hidupnya, bukan seperti sampah yang selama ini kita kenal dalam kehidupan sehari-hari.

Jika kita melihat dari Google Earth, tempat penampungan sampah dari luar angkasa tersebut berada di koordinat 48°52'36.0" Lintang Selatan 123°23'36.0" Bujur Barat yang memiliki batas di Amerika Selatan dan Antartika. NASA mengungkapkan, lautan di Samudera Pasifik tersebut diyakini merupakan tempat yang tepat bagi sampah"luar angkasa untuk dikubur di dalam bumi, dengan pertimbangan letaknya yang sangat jauh dari titik manapun di daratan termasuk dari pemukiman manusia yang hidup di bumi.


Point NemoSource: Google Earth
Lokasi pembuangan sampah luar angkasa yang dibuang ke Bumi.

Tempat penampungan sampah yang berasal dari luar angkasa tersebut berjarak 2.250 kilometer dari titik manapun di daratan dan dianggap sebagai titik yang cukup jauh bagi puing-puing sampah luar angkasa tersebut untuk jatuh ke sebuah pulau maupun daratan yang terdapat manusia. Maka atas pertimbangan tersebut, NASA menamai Point Nemo sebagai "kuburan wahana antariksa" atau "Spacecraft Cemetery".

Baca Juga: Bila Bulan Jatuh ke Bumi, Kengeriannya Bakal Mengagumkan

Point Nemo dijadikan NASA sebagai tempat pembuangan sampah luar angkasa karena jaraknya yang jauh dari daratan serta karena dianggap zonanya yang cukup luas dengan memiliki jarak aman sekitar 17 juta kilometer persegi, dengan jarak aman seperti itu Point Nemo sangat luas untuk ukuran sebuah kuburan laut yang berisi satelit mati berupa puing-puing besi yang jatuh ke bumi dari luar angkasa.

Fakta lainnya yang wajib diketahui adalah, tidak semua satelit luar angkasa yang jatuh ke bumi menuju ke Point Nemo, karena khusus satelit berukuran kecil ketika turun ke bumi akan alami gesekan dengan udara di atmosfer bumi, hal itu membuatnya terbakar dengan kecepatan ribuan mil/jam dan dalam waktu tertentu akan habis seketika sebelum jatuh ke bumi.

Oleh karena itu Point Nemo dapat dibilang sangat cocok untuk puing dari sampah luar angkasa yang berukuran cukup besar, seperti stasiun luar angkasa dan bagian dari roket atau wahana antariksa yang sudah tak berfungsi lagi. Tidak heran jika Stasiun Internasional Antariksa (ISS) berada lebih dekat dengan Point Nemo dibandingkan dengan stasiun antariksa lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi jika ISS sudah tak lagi berfungsi, maka akan dijatuhkan  ke Point Nemo sebagai tempat penguburannya.


ISSSource: Space.com
International Space Station, stasiun luar angkasa yang juga akan menjadi puing dan jatuh ke Point Nemo
Seperti dalam data dari Popular Science, diketahui setidaknya sejak tahun 1971 hingga 2016 tercatat sudah ada puing-puing dari wahana luar angkasa yang jatuh ke Point Nemo berjumlah 260., dari angka tersebut  wahana antariksa Rusia menjadi yang terbanyak menyumbang sampah dengan total sampah lebih dari 190 objek, sampah-sampah tersebut meliputi roket, satelit, hingga stasiun luar angkasa.

Baca Juga: Siapa yang Berhak Mengadili Kejahatan yang Dilakukan di Luar Angkasa?

Pembuangan sampah luar angkasa ini tidak dilakukan secara sembarangan, ada pihak yang bertugas sebagai badan antariksa yang mengatur dimana tempat yang tepat untuk benda dari luar angkasa tersebut akan dikubur. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan satelit bekas yang sudah tidak lagi berfungsi jatuh di tempat yang salah, terlebih lagi jika jatuh ke daratan yang terdapat pemukiman manusia.

Ternyata tidak hanya di bumi saja kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, dari luar angkasa juga ada aturannya. Masih mau buang sampah sembarangan?