Dikira Emas, Temuan Batu di Australia Ini Ternyata Meteorit Langka!

Oct 16, 2019 8:00 AM

Entah apa yang dirasakan oleh seorang penggali emas asal Australia, David Hole setelah mengetahui bahwa batu yang telah ia simpan bertahun-tahun adalah sebuah meteorit sangat langka. Awalnya ia mengira jika batu yang ditemukan tahun 2015 itu adalah bongkahan emas besar sebelum pada akhirnya mengetahui jika temuannya merupakan sesuatu yang lebih berharga dari emas itu sendiri.

Pada 2015, David Hole menjelajah taman regional di Maryborough, Australia untuk mencari emas di sana. Kemudian dirinya temukan sebuah batu kemerahan yang berada di tengah-tengah tanah di sana. Kemudian batu tersebut ia bawa ke rumah dan mencoba membongkar batu untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya dengan cara membelahnya.

Baca Juga: Wow! Ilmuwan Universitas of Leeds Sukses Membuat Emas Terkecil di Dunia


batuan yang ditemukan di Maryborough, Australia yang ternyata adalah meteorit langkaSource: Melbourne Museum
 Meteorit langka

Untuk membelah penemuannya, Hole mencoba dengan segala cara dari menggergaji, bor hingga memasukannya ke dalam cairan asam. Namun, anehnya batu tersebut tidak mudah dihancurkan. Kemudian setelah diteliti oleh pihak dari Melbourne Museum, barulah ia mengetahui jika batu tersebut merupakan sebuah meteorit yang berusia jutaan tahun yang lalu.

Batuan yang diteliti oleh dua ahli geologi Melbourne Museum, Dermot Henry dan Bill Birch tersebut akhirnya diketahui jika itu adalah sebuah meteorit setelah menggergaji bagian kecil dari batu tersebut untuk diteliti kandungannya. Lalu batu yang diketahui memiliki berat sebesar 17 kilogram terindentifikasi memiliki kandungan besi dan nikel yang sangat tinggi.

"Batu ini memiliki penampilan yang sudah terpahat, batuan ini terbentuk dan atmosfer yang membuat itu meleleh dan membentuk sebuah pahatan." kata Dermot Henry seperti yang dikutip dari Sydney Morning Herald.

Baca Juga: Kok Emas Bisa Jadi Barang yang Berharga? Ternyata, Ini Sebabnya!

Selain itu Bill Birch, seorang peneliti lainnya, menyebut batu tersebut lebih berat dari batu yang biasa ditemui di Bumi pada umumnya karena ditengarai memiliki kandungan besi dan nikel yang banyak.

"Jika kamu melihat batu di bumi seperti ini dan kamu mengangkatnya, itu tidak akan seberat itu." kata Bill Birch.


Dermot Henry bersama Bill Birch, dua peneliti yang memeriksa batuan yang ternyata adalah meteoritSource: Sydney Morning Herald
Dermot Henry bersama Bill Birch

Meski begitu, para peneliti belum mengetahui pasti dari mana meteorit tersebut berasal dan berapa lama benda itu ada di Bumi. Namun mereka memiliki beberapa dugaan tentang asal usul batuan tersebut karena Tata Surya kita dulunya adalah tumpukan debu dan batu chondrite dan gaya gravitasi menarik banyak bahan ini bersama-sama ke planet-planet, tetapi sisanya sebagian besar berakhir di sabuk asteroid besar.

Chondrite sendiri adalah salah satu jenis batuan meteorit yang ditemukan di Bumi dan di dalam batu tersebut terkandung material besi dan nikel. Di dalam chondrite tersimpan apa yang dinamakan chondrule yang berupa material batu-batuan kecil yang membentuk meteorit.

"Meteorit khusus ini kemungkinan besar keluar dari sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, dan telah didorong keluar dari sana oleh beberapa asteroid yang saling bertabrakan, lalu suatu hari ia menghancurkan Bumi," tambah Dermot Henry.

Baca Juga: Amankah Mengonsumsi Makanan Bertopping Emas? Begini Penjelasan Ahli


Meteorit yang ditemukan di Maryborough diketahui memiliki kandungan besi dan nikel yang cukup besarSource: Museum Victoria
Meteorit yang ditemukan di Maryborough

Meteorit tersebut merupakan yang kedua yang diteliti oleh Henry setelah 37 tahun meneliti ratusan batuan untuk memeriksa apakah ini batuan meteorit atau bukan. Kemudian batu tersebut juga termasuk salah satu dari 17 meteorit yang ditemukan di negara bagian Victoria, Australia.