Dianggap Penyebab Penyakit, 5 Bahan Makanan Ini Justru Tidak Berbahaya Bagi Tubuh

August 12, 2019 6:00 AM

Bahan-bahan kimia hingga saat ini tak lepas dari pembuatan produk yang bersifat konsumtif, seperti makanan, kosmetik, hingga produk rumah tangga. Dampak positif dan negatif untuk kesehatan tubuh dari bahan kimia yang terkandung di produk-produk konsumsi tersebut sudah sering sekali digaungkan oleh para ahli, bahkan info tentang dampak bahan-bahan kimia itu cepat menyebar dari mulut ke mulut.

Sejak sebuah produk harus dituntut untuk bisa tahan lama hingga waktu yang ditentukan, peran bahan-bahan kimia menjadi semacam "pembantu" dari produk tersebut agar tetap bisa dikonsumsi atau dinikmati oleh konsumennya. Selain itu bahan-bahan itu juga bisa menjadi penambah untuk mempercantik wujud hingga membuat produk itu menjadi makin menggugah selera.

Baca Juga: Tips Traveling Bagi Penderita Diabetes Tanpa Ribet

Meski begitu, efek dari masuknya bahan-bahan kimia untuk makanan jika berada di dalam tubuh kita bisa memicu adanya berbagai penyakit, seperti kanker, masalah reproduksi, hingga masalah organ tubuh lainnya. Hingga saat ini, anggapan tersebut ada benarnya.

Seperti yang dilansir Science Alert dan Business Insider, lima bahan kimia ini awalnya dianggap sebagai "racun" atau bahan kimia yang berbahaya untuk dikonsumsi oleh tubuh tapi setelah diteliti lebih lanjut ternyata tidak seberbahaya yang dikira.

1. Aspartam


AspartamSource: medicalnewstoday.com
Sering dianggap sebagai pemicu kanker

Seperti yang dikutip dari hellosehat.com, Aspartam merupakan salah satu zat aditif yang berperan sebagai pemanis buatan yang konon memiliki tingkat kemanisan 200 kali lebih kuat dari gula biasa. Zat yang mengandung amino asam aspartat dan fenilalanin itu sempat dikabarkan menjadi salah satu bahan makanan yang memicu kanker selama bertahun-tahun lamanya hingga kabar tersebut dibantahkan oleh para ilmuwan.

Bahkan beberapa otoritas yang mengatur tentang makanan di seluruh dunia sudah memberikan lampu hijau bagi bahan kimia tersebut sebagai bahan yang aman untuk dikonsumsi dan tak ada fakta ilmiah yang menunjukkan bahwa Aspartam bisa memicu kanker dan bahkan kerusakan otak. Namun, menurut BPOM, batas aman konsumsi Aspartam adalah 50 miligram per kilogram berat badan.

Aspartam sendiri biasa ditemui pada minuman berenergi dan minuman soda.

2. Sakarin


Sakarin, bahan pemanis buatan yang juga sering dianggap berbahaya bagi tubuhSource: alibaba.com
Sakarin, bahan pemanis buatan yang juga sering dianggap berbahaya bagi tubuh

Sama seperti Aspartam, Sakarin pun juga dikategorikan sebagai bahan pemanis buatan yang cukup sering digunakan untuk beberapa produk makanan dan minuman, seperti yang dikutip dari Alodokter.com. Ditambah bahan tersebut mengandung kalori yang sangat minim membuat Sakarin dipakai sebagai pengganti gula untuk para penderita diabetes.

Juga memiliki nasib yang sama dengan Aspartam, zat aditif ini juga pernah dianggap menjadi pemicu kanker karena dianggap memiliki tingkat kemanisan yang mencapai 300-400 kali lebih manis dari pemanis alami seperti gula. Lalu anggapan tersebut kembali dibantahkan oleh hasil penelitian lebih lanjut yang mengatakan jika Sakarin tidak menyebabkan kanker dan naiknya gula darah.

Meski begitu konsumsi Sakarin tetap tidak bisa sembarangan dan ada kadar amannya demi menghindari dari masalah-masalah tubuh yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Pria Yang Tidur Terlalu Lama, Akan Mudah Terserang Diabetes

3. Aluminium di deodoran


Kandungan aluminium dalam deodoran justru tidak berbahaya bagi kesehatan kulitSource: nyponros.com
Kandungan aluminium dalam deodoran justru tidak berbahaya bagi kesehatan kulit

Dikutip dari Science Alert, sekitar akhir 1990 sempat heboh soal kabar bahwa kandungan aluminium dalam deodoran bisa membuat orang terkena kanker payudara. Klaim itu didukung oleh penelitian pendahuluan, namun pada akhirnya klaim tersebut terbukti salah.

Kemudian dari American Cancer Society menyebut jika Aluminium dalam kandungan deodoran tidak memicu adanya kanker payudara dan belum ada penelitian yang berhasil membuktikan klaim yang pernah heboh tersebut. Selain itu, kadar aluminium juga tidak menyebabkan Alzheimer bagi para penggunanya.

Seperti yang dilansir dari hellosehat.com, aluminium adalah bahan aktif yang terdapat pada kebanyakan produk deodoran dan anti keringat. Kulit akan menyerap bahan aktif ini dan fungsinya adalah menghambat kelenjar keringat pada ketiak. Dengan begitu, tubuh tidak akan memproduksi keringat sebanyak biasanya sehingga bakteri tak akan berkumpul. Bakteri yang dihasilkan oleh kelenjar keringat adalah penyebab bau badan tak sedap.  

4. Paraben


Bahan kimia paraben yang digunakan untuk kosmetikSource: makingcosmetics.com
Bahan kimia paraben yang digunakan untuk kosmetik

Bahan kimia ini mungkin cukup asing didengar oleh sebagian orang. Namun, jika kalian yang memiliki perhatian lebih terhadap produk-produk kosmetik rasanya ada yang tahu tentang bahan tersebut. Paraben sendiri adalah salah satu zat pengawet yang ada dalam beberapa produk kosmetik serta perawatan kulit.

Sempat dikabarkan menjadi zat pemicu kanker dan mengganggu hormon estrogen, Faktanya bahan kimia tersebut membantu mencegah terbentuknya bakteri berbahaya di make-up, lotion, atau tabir surya Anda.

5. MSG (Monosodium Glutamat)


Monosodium Glutamat atau micin yang masih menjadi momok menakutkan bagi siapa saja yang ingin memasakSource: washingtonpost.com
Monosodium Glutamat atau micin yang masih menjadi momok menakutkan bagi siapa saja yang ingin memasak

Jika Anda mendengar nama ini, yang ada di pikiran kita adalah "mecin" atau penyedap masakan yang konon bisa memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan, terutama untuk kecerdasan anak. Maka dari itu banyak di antara kita yang menghindari penggunaan MSG tersebut demi menghindari efek buruk yang mereka ketahui selama bertahun-tahun lamanya.

Namun, ternyata anggapan tersebut kembali dipatahkan oleh para ilmuwan yang mengatakan efek negatif tersebut berasal dari konsumsi MSG yang berlebihan. Padahal untuk bahan masakan, MSG yang memiliki kepanjangan dari Monosodium Glutamat sendiri hanya digunakan sangat sedikit dan hanya berfungsi sebagai pemberi pengaruh rasa gurih saja.

Baca Juga: Wajib Dicoba, Trik Menurunkan Berat Badan dengan Mengonsumsi Madu

Sebagai perbandingan, rata-rata asupan harian MSG di Amerika Serikat hanya sekitar kurang dari satu gram per hari atau sekitar 0,55-0,58 gram. Dengan kata lain, penggunaan MSG sebagai bahan masakan terhitung aman asal tidak berlebihan.

Masih banyak fakta dari beberapa bahan lain yang dianggap berbahaya, namun sebenarnya tidak berefek apa-apa bagi kesehatan. Selain itu, jika bahan tersebut digunakan secara baik maka efek buruk sudah pasti akan sedikit demi sedikit menjauh.