Di Ukraina, Seorang Komedian Terpilih Menjadi Seorang Pemimpin Negara

Apr 22, 2019 8:00 AM

Semua orang bisa jadi presiden. Kalimat tersebut memang bukan pernyataan yang terkesan main-main. Dengan makin banyaknya penerapan demokrasi di berbagai negara memungkinkan sesorang bisa mewujudkan impiannya menjadi pemimpin sebuah negara.

Termasuk pula bagi Volodymyr Zelensky yang saat ini merayakan kesuksesan dalam pemilihan presiden negara Ukraina tahun 2019. Zelensky yang menjadi calon presiden Ukraina di pemilihan presiden tahun 2019 berhasil menumbangkan presiden petahana, Petro Poroshenko dengan persentase cukup besar yaitu 70 persen meski baru berdasarkan exit poll.

Baca juga: Inilah Cerita Keunikan Saat Pencoblosan Pemilu 2019 di Lebanon!

Mungkin untuk orang Indonesia nama Volodymyr Zelensky memang berasa cukup asing di telinga masyarakat tanah air. Meski begitu, tak ada yang menyangka jika pria berusia 41 tahun itu memiliki profesi dan awali karir sebagai komedian. Ditambah dirinya pun membuat acara sitkom yang bertemakan kepresidenan sebelum ia benar-benar menjadi kandidat terpilih presiden Ukraina.

ZelenskySource: Reuters
Volodymyr Zelensky, seorang politisi, pengusaha, dan komedian yang sejauh ini berhasil terpilih menjadi presiden Ukraina periode 2019-2024 meski baru berdasarkan exit poll.
Karir Volodymyr Zelensky sebagian besar digeluti di bidang hiburan, terutama di ranah komedi yang cukup membesarkan namanya ketika membintangi serial komedi satir berjudul "Servant of the People" di tahun 2015 hingga 2019. Uniknya, serial komedi yang berceritakan tentang seorang guru sejarah SMA di Ukraina yang tiba-tiba terpilih menjadi presiden negaranya secara ajaib melambungkan namanya di bidang politik dan keputusan Zelensky maju ke pemilihan presiden pun terbilang sangat tepat.

Servant of the PeopleSource: newsweek.com
Volodymyr Zelensky ketika membintangi serial komedi satir Servant of the People.
Mengapa sangat tepat? karena konon katanya di Ukraina tingkat kepercayaan warganya terhadap presiden Petro Poroshenko sangat rendah. Ditambah dengan konflik yang terjadi antara Ukraina dengan Rusia yang makin meruncing dalam lima tahun terakhir membuat masyarakat seperti ingin cepat-cepat mengganti sosok presiden dengan yang orang yang lebih "segar" serta mampu redam konflik tersebut dan itu ada di dalam sosok Zelensky.

Baca juga: Unik! Begini Cerita India Sebagai Negara Penyelenggara Pemilu Terbesar di Dunia

Zelensky yang didukung oleh partai Servant of the People (Sluha Narodu) maju ke dalam kontestasi pemilihan presiden Ukraina tahun 2019 dengan menghadapi lawan-lawan politiknya, termasuk pula Petro Poroshenko yang notabene presiden petahana negara eks Uni Soviet tersebut. Dalam dua ronde, Zelensky berhasil mendominasi perolehan suara terbanyak dan mengalahkan presiden petahana dengan hasil persentase cukup mencolok.

Debat presiden UkrainaSource: Reuters
Debat capres antara Petro Poroshenko dan Volodymyr Zelensky yang berlangsung di NSC Olimpiyskiy, Kyiv 19 April lalu.
Sebelum dimulainya pemilihan ronde kedua, Ukraina sempat membuat acara debat presiden namun dengan venue yang beda dari biasanya yaitu di stadion terbesar Ukraina, NSC Olimpiyskiy pada 19 April lalu. Pada debat yang disaksikan lebih dari 70 ribu penonton di stadion itu, kedua calon presiden saling mengemukakan pendapat sebelum hari pemilihan pada tanggal 21 April 2019.

Hingga artikel ini ditulis, Zelensky masih unggul dalam perolehan suara di pemilihan presiden 2019 dengan persentase 73,04 persen atas Petro Poroshenko yang hanya meraih 24,63 persen. Dalam pernyataannya di acara perayaan kemenangan Zelensky yang dikutip dari Reuters, ia mengungkapkan meskipun ia belum resmi jadi presiden Ukraina, namun dirinya berjanji tak akan kecewakan warga serta pendukungnya dan membuktikan bahwa ia bisa mewujudkan impiannya menjadi presiden.

Baca juga: Begini Cara Astronot Ramaikan Pemilu dari Luar Angkasa

"Walaupun saya belum secara resmi menjadi presiden, sebagai warga negara Ukraina saya dapat memberi tahu semua negara pasca-Soviet: Lihatlah kami! Segalanya mungkin!" Tegas Zelensky seperti yang dikutip dari Reuters (22/4/2019).

Zelensky menjadi suatu bukti bahwa menjadi seorang presiden tak mesti memiliki background politik yang muluk-muluk. Kemenangan komedian berusia 41 tahun itu menjadi salah satu momentum bahwa seorang komedian pun bisa berkecimpung di ranah politik dan menembus kursi pemimpin tertinggi suatu negara.