Demam Berdarah: Perlukah Kita Bunuh Semua Nyamuk di Dunia?

Feb 15, 2019 1:09 PM

sumber foto : shutterstock

Kehadiran nyamuk memang menyebalkan. Sampai jadi lagu anak populer di era 1990-an yang dinyanyikan oleh Enno Lerian.

Jika nyamuk datang, tangan kita pasti gatal ingin membunuhnya dengan sekali tepukan. Obat nyamuk bakar, semprot atau lotion anti nyamuk pun menjadi andalan. Tapi sudah diusir, dibunuh bolak-balik, “vampir” satu ini masih saja datang.

Mungkin bagi beberapa orang, tiada nyamuk di dunia ini akan membuat kita merasa nyaman. Secara, menurut WHO, jutaan orang di dunia mati setiap tahunnya gara-gara penyakit yang ditularkan melalui nyamuk:  demam berdarah, malaria dan virus Nil Barat, hingga Zika.

Perlukah kita bunuh semua nyamuk di dunia?

Fakta uniknya, dari seluruh populasi nyamuk yang ada di planet bumi, hanya 0,05% yang memakan darah loh. Sisanya? Vegetarian! Masa tega membunuh semua nyamuk?

Jadi, tak perlu bunuh semua nyamuk, ya seperlunya saja. Jangan kebanyakan juga menggunakan racun untuk membunuhnya, hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan kalau terhirup. Dan yang penting, selalu jaga kebersihan rumah, diri dan lingkungan.

Lagipula, bayangkan berapa banyak orang akan kehilangan pekerjaannya dan menganggur akibat pabrik obat nyamuk tutup?

Dan karena belakangan musim demam berdarah datang lagi di Indonesia, jangan lupa mengecek lalu membersihkan keberadaan jentik nyamuk di genangan-genangan air sekitar kita seperti bak mandi, ember, dan lain sebagainya.

Juga, kalau ada gejala demam berdarah menyerang diri dan keluarga, segera pergi ke dokter, ya!