Cerita Zein Alitamara, Seniman Poster asal Palangka Raya, yang Karyanya Telah Dipamerkan di Mancanegara

Dec 22, 2019 2:00 AM


ZeinZein Alitamara Mufthihati
Sumber: Instagram @zeinalitamara

Kurik itu dalam bahasa Dayak artinya kecil, mungkin dari hal kecil bisa membawa perubahan," Kata Zein Alitamara Mufthihati pemilik Studio Kurik saat diwawancara di rumah makan miliknya, Cengkrama, Jalan Seth Aji No 41, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Setelah lulus Sarjana dari jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Zein pulang kembali ke tanah kelahirannya, Palangka Raya. Ia menganggap Kota Palangka Raya memiliki potensi kreativitas yang bisa dikembangkan. 

Pada 2016, Studio Kurik menjadi salah satu langkah Zein untuk mengembangkan potensi yang ada di Palangka Raya. Studio tersebut digunakan untuk kegiatan kreatif, workshop, pameran dan diskusi.

Meski ruangan studio tersebut tergolong kecil, perempuan berumur 28 tahun itu berharap Studio Kurik dapat menjadi wadah warga Palangka Raya yang ingin mengembangkan kreativitasnya.

Dari situ, Zein mulai mengenalkan Seni Poster melalui pameran di Studio Kurik saat bertepatan Hari Ulang Tahun Kalimantan Tengah.

"Pertama kali tuh aku tahun 2016, aku bikin pameran poster, waktu itu pas HUT Kalteng, jadi aku bikin puluhan poster series angkat Kalimantan Tengah," ujarnya saat diwawancara.

Zein Alitamara
Sumber: Abil Achmad Akbar/Infia

Setelah membuat event pameran di Studio Kurik,  Zein melihat ternyata ada warga Palangka Raya yang menyukai karya desain dan seni, seperti grafiti dan doodle art.

Zein memutuskan untuk mengenalkan seni poster lewat ajang kompetisi bergengsi seni poster internasional, seperti di Moscow Global Biennale of Graphic Design, Rusia, pada 2016; Lahti International Poster Triennial, Finlandia, pada 2017; Mut Zur Wut, German, pada 2017; Madrid Gráfica, Spanyol, pada 2017, dan  Poster For Tomorrow, Perancis, pada 2018. Pada tahun 2019, Zein baru saja menyelesaikan pamerannya di Solo bersama Bekraf Festival dan Dubai Desaign Week, Uni Emirates Arab.

"Menurutku poster merupakan media yang paling efektif dan sangat powerful saat menyampaikan pesan," Kata Zein saat ia menjelaskan tentang seni poster.

Dalam mengekspresikan dirinya, Zein banyak mengangkat beragam tema isu sosial, budaya Dayak dan Kalimantan, lingkungan, sampai isu politik.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin
(tengah) bersama Zein Alitamara (kanan)
Sumber: Abil Achmad Akbar/Infia

Pada Kamis (19/12/2019) pagi, Zein diajak untuk bertemu Wali Kota, Fairid Naparin. Dalam pertemuannya, Zein bercerita dengan Fairid, tentang latar belakang dan karyanya.

"Waktu saya ketemu dia (Fairid), beliau terlihat open minded,"

"Beliau juga tampaknya ingin mendukung ekonomi kreatif yang ada di Palangka Raya," tambahnya.

Harapan Zein saat bertemu Wali Kota Palangka Raya ingin semakin banyak ruang kreatif di Palangka Raya. Misalnya seperti Art Space atau ruang seni yang tidak kaku dan monoton. Jadi dalam ruangan tersebut para pegiat seni dan kreatif bisa berkumpul dan saling terkoneksi.