Daging Qurban yang Dibungkus Kantong Plastik Kresek Dapat Sebabkan Kanker

Aug 11, 2019 2:30 AM

Hanya tinggal beberapa hari lagi, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Adha. Di hari raya ini, orang-orang yang sudah mampu akan berkurban dengan menyembelih hewan, seperti sapi dan domba, untuk kemudian dibagikan ke yang membutuhkan. 

Biasanya, daging-daging kurban ini akan dikelola oleh panitia kurban, untuk kemudian dibagi-bagikan dalam kemasan kantong kresek. Kondisi ini sudah cukup lama dilakukan di Indonesia dan di beberapa negara lainnya karena penggunaan kantong kresek ini dianggap jauh lebih praktis. 


Hati-Hati Sebabkan Kanker


Kantong kresek sebabkan kankerSource: Tribunnews
Kantong kresek sebabkan kanker

Meskipun terkesan simple dan lebih memudahkan saat pembagian daging hewan kurban, faktanya belakangan ini banyak pihak yang mulai berteriak melarang penggunaan kantong kresek. Selain karena faktor lingkungan, kantong daging hewan kurban dalam kantong kresek bisa memicu kanker.

Muhammad Ghozali. MT., Peneliti Bioplastik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Kimia, menjelaskan jika setiap produk kantong plastik pasti mengandung bahan pelentur. Nah, bahan pelentur inilah yang berbahaya karena terdapat zat karsinogen yang pemicu kanker.

Baca Juga: Makan Daging Kambing Ternyata Tidak Selamanya Bikin Darah Tinggi

Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan bahan lainnya, kresek hitam (biasanya warnanya terlihat lebih butek, teksturnya kasar dan berbau tidak sedap) jauh lebih berbahaya ketimbang kresek warna lainnya yang terlihat lebih cerah.

Alasannya, setiap plastik pada dasarnya berwarna bening. Khusus untuk kresek hitam, produk ini sudah mengalami proses daur ulang hingga 4-5 kali. Hal inilah yang menyebabkan warnanya jadi terlihat hitam, kasar dan berbau busuk. Umumnya, kresek hitam butek ini harganya lebih murah.

Selain itu, kantong kresek hitam umumnya berbahan HDPE (High Density Polyethylene), salah satu bahan yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Bahan ini  tidak dianjurkan bersentuhan langsung dengan makanan, dan hanya boleh dijadikan sebagai pembungkus luar saja. 

Ramai-ramai Pakai Bungkus Daun


Daun jati bungkus daging kurbanSource KRJogja
Daun jati bungkus daging kurban

Isu kantong kresek yang tidak hanya sulit diurai tanah sehingga dapat mencemari lingkungan, dan isu kesehatan yang bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya, sepertinya cukup ditanggapi serius oleh beberapa kepala daerah di Indonesia. 

Setelah Jakarta, beberapa daerah lainnya mulai memberlakukan aturan pembagian daging kurban tidak menggunakan kresek. Misalnya Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, yang langsung mengeluarkan surat edaran terkait himbauan tidak menggunakan kantong kresek berwarna. 

Baca Juga: Waduh! Konsumsi Nasi Putih Ternyata Picu Kerusakan Lingkungan

Lebih lanjut lagi, Pihak Pemerintah Ciamis lebih menyarankan kepada para pengurus DKM, maupun panitia kurban, untuk menggunakan daun jati atau daun pisang sebagai bungkus daging kurban. Alasannya, daun jati dan daun pisang lebih aman, dan tersedia cukup banyak di Ciamis. 

Hal yang sama dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, yang melarang penggunaan kantong kresek sebagai bungkus daging kurban dengan alasan kantong kresek diragukan kebersihan dan keamanannya. 


Daun dan anyaman bambu bukung dagingSource Mataairradio
Daun pisang dan anyaman bambu

Ada juga Pemerintah Kota Sukabumi, lewat Wali Kotanya, Achmad Fahmi, yang menegaskan larangan penggunaan kantong kresek sebagai bungkus daging kurban. Alasannya terkait faktor keamanan, kebersihan, kesehatan dan tentu saja kelestarian alam. 

Selain itu, beberapa pemerintah daerah di Indonesia pun telah mengeluarkan himbauan terkait larangan penggunaan kantong kresek sebagai bungkus daging kurban. 

Baca Juga: Tahukah Kamu Kenapa Warna Daging Berbeda-Beda? Ini Dia Penyebabnya

Sebagai gantinya, ada banyak jenis daun yang cukup potensial bisa digunakan sebagai bungkus daging kurban, dan sumbernya cukup melimpah di Indonesia, misalnya daun pisang, daun jati, daun pepaya, daun talas, anyaman daun kelapa hingga daun pandan. 

Tentu selain lebih sehat dan ramah lingkungan, beberapa daun pun memiliki khasiat yang lebih baik, misalnya daun pepaya yang dapat membuat daging lebih empuk dan membuat aroma daging kambing lebih bersahabat, daun pisang yang kaya antioksidan dan lainnya. 

Bagaimana dengan kamu. Sudah mempersiapkan daun apa yang akan digunakan sebagai pengganti kantong kresek untuk bungkus daging kurban?