Bunyi "Krek" Ketika Jari Ditarik, Perdebatan Puluhan Tahun Para Ilmuwan

Apr 7, 2019 3:00 AM

(Sumber foto: Pixabay)Source: Pixabay
Ilustrasi


Krek! Krek!


Mungkin kamu sering menarik jari tangan sampai berbunyi "krek." Entah cuma kebiasaan atau merasa bisa menghilangkan kekakuan sendi. Tukang pijat juga kerap melakukannya. Rasanya seperti tidak lengkap kalau tidak melakukannya. Tak cuma jari, biasanya leher, punggung dan persendian lainnya juga. Badan yang dipijatnya konon jadi terasa lebih lentur, dan enteng.

Baca Juga: Kenapa Orang Dapat Tersetrum Saat Saling Bersentuhan?

Tapi pernah kepikiran tidak kenapa bisa bunyi seperti itu? Kok bunyinya seperti ada yang patah ya di dalam?

Dilansir berbagai sumber, meski pada umumnya kita menganggap hal itu biasa saja, para peneliti ternyata telah bergulat selama puluhan tahun lho untuk mencari penjelasannya. Pada tahun 1947 dua peneliti bernama JB Boston dan RW Haines menerbitkan hasil penelitian soal fenomena ini. Mereka melakukan eksperimen menggunakan radiografi untuk memvisualisaikan tingkat jaringan saat jari ditarik. Hasilnya terungkap bahwa sumber suara "krek" adalah dari perubahan pada sendi otot jari.

Saat normal, permukaan sendi otot padat. Namun saat ditarik, permukaannya bisa mengembang menyebabkan tekanan pada cairan sendi meningkat sehingga gas di dalamnya keluar. Proses ini lah yang menghasilkan retakan dan gelembung yang akhirnya memicu bunyi "krek-krek."

Baca Juga: Ternyata Beberapa Hal Ini Dapat Menyebabkan Kita Menjadi Insomnia

Tapi hasil penelitian JB Boston dan RW Haines dibantah dengan sebuah penelitian baru 24 tahun kemudian. Pada 1971 A Unsworth dan rekan-rekannya dari Durham University, Inggris mempublikasikan hasil penelitian mereka. Menggunakan metode penelitian yang sama dengan JB Boston dan RW Haines, A Unsworth justru mendapatkan hasil yang sebaliknya. Unsworth menemukan bahwa bunyi "krek" terjadi bukan akibat gelembung yang keluar dalam cairan sendi, melainkan karena pecahnya gelembung tadi.

Sejak saat itu para ilmuwan terus berusaha menemukan mana yang benar diantara dua penelitian tadi. Hingga kini pun mereka masih berdebat soal tersebut. Banyak sekali penelitian dilakukan menggunakan berbagai macam metode. Sebuah studi mengungkapkan bahwa suara "krek" akibat pembentukan gelembung. Penelitian lainnya mengatakan suara tersebut timbul karena hancurnya gelembung, yang tidak selalu seluruhnya, bisa hanya sebagian.

Baca Juga: Fakta Tentang Arsenik, Racun Paling Mematikan Namun Kita Butuhkan Untuk Hidup

Entah lah. Belum ada jawaban pasti sejauh ini. Tapi yang jelas, bunyi "krek" adalah gara-gara gelembung. Dan, ilmu pengetahuan tidak pernah berhenti mencoba memberikan jawaban pada segala pertanyaan.

(ruw)