Bila Bulan Jatuh ke Bumi, Kengeriannya Bakal Mengagumkan

Apr 8, 2019 7:00 AM


Ambilkan bulan bu, ambilkan bulan bu, untuk menemani tidurku yang lelap di malam gelap..


Masih ingat penggalan lirik lagu anak-anak Ambilkan Bulan tersebut? Gimana jadinya ya kalau bulan benar-benar bisa diambil?

Tidak ada kata lain yang bisa menggambarkannya selain BENCANA! Mungkin kengerian yang tergambar dalam film-film bertemakan kiamat tidak ada apa-apanya.

Ilustrasi bulan (Sumber foto: Pixabay)Source: Pixabay
Ilustrasi bulan

Realitanya bulan tidak sekecil yang kita lihat pada malam hari. Terlihat kecil karena jaraknya yang jauh. Ukuran bulan mencapai diameter 3.475 km atau seperempat ukuran bumi.

Baca Juga: Bisakah Astronot Bercinta di Luar Angkasa?

Jadi mari bayangkan bila entah kenapa tiba-tiba bulan "jatuh" ke bumi.

Dijelaskan video What If the Moon Fell to Earth?, bulan sebagai satelit alami bumi akan hancur berkeping-keping begitu memasuki batas Roche.


Batas Roche adalah titik di mana gravitasi yang menyatukan satelit dengan planet, lebih lemah dari gaya pasang surut yang menyatukannya. Singkatnya, bulan hanya mampu mendekati bumi maksimal sejauh 18.470 km.

Baca Juga: Segini Biaya yang Dikeluarkan Jika Kamu Pergi ke Luar Angkasa

Memasuki titik tersebut, pecahan-pecahan raksasa dari bulan akan membentunk cincin bumi seperti yang dimiliki Saturnus. Meski begitu, pecahan-pecahan tersebut lama-kelamaan akan jatuh menghujani planet kita. Kota-kota pun akan hancur tersapu ratusan bahkan ribuan asteroid.

Belum lagi soal tarikan gravitasi bulan yang menyebabkan gaya pasang surut di bumi. Pada keadaan normal, hanya gelombang pasang surut yang akan terjadi. Begitu bulan memasuki batas Roche, akibatnya adalah gelombang tsunami raksasa setinggi 7.600 meter akan terjadi sebanyak 10 kali sehari di bumi.

Tapi di sisi lain, dengan mendekatnya bulan ke bumi, rotasi bumi akan lebih cepat. Hari akan terasa semakin pendek. Iklim juga terpengaruh. Suhu akan turun sehingga masalah lingkungan terbesar kita, pemanasan global akan terselesaikan. Well, meski begitu, umat manusia mungkin sudah tidak ada untuk menikmatinya.

Baca Juga: Jika Bumi Kotak, Begini Rasanya Kehidupan Kita

Yakin minta diambilkan bulan?

Tapi tenang saja, bulan bergerak menjauh sebanyak 4 cm setiap tahunnya. Jadi skenario mengerikan di atas mungkin tidak akan pernah terjadi. Yang penting, selalu jaga bumi pertiwi selagi bisa. Tidak harus menunggu bulan "jatuh" dulu kan?

(ruw)