Bernilai Rp 14,2 Triliun, Inilah Gedung Kedubes Termahal di Dunia

Apr 9, 2019 9:00 AM

Dengan banderol harga $ 1 miliar, kedutaan Amerika Serikat untuk Britannia Raya yang baru di London adalah salah satu bangunan termahal di dunia. Apa latar belakang pemerintah AS membangun bangunan megah ini? dan bagaimana di dalamnya?

Komentar kontroversial diungkapkan presiden AS, Donald Trump terkait pembangunan gedung Kedubes mereka di London. Trump menyalahkan pemerintahan Barrack Obama lantaran sebelumnya memindahkan kedubes mereka dari gedung Grosvenor Square yang berada di distrik Mayfair ke wilayah bekas lokasi industri, bagian selatan sungai Thames.

Pada kenyataannya, keputusan keluar dari Grosvenor Square merupakan perintah dari mantan presiden AS, George Bush pada tahun 2008. Alasan keamanan menjadi alasan sekaligus isu perpindahan Kedubes AS di London. Tak sampai disitu, Trump sempat membatalkan kunjungannya beberapa hari setelah bangunan mewah tersebut dibuka.

Baca Juga: Punya 16 Ribu Rupiah Bisa Dapat Rumah di Italia


Kedubes AS.source: Washingtonnews.com
Lobby gedung kedubes yang terlihat megah nan luas.

Seperti dikutip CNN, bangunan bernilai triliunan tersebut dibiayai dengan menjual beberapa aset pemerintah AS di Inggris saat terjadi pembengkakan biaya pembangunan hingga tiga kali lipat. Dampaknya, beberapa anggota kongres AS melayangkan kritik atas besarnya biaya pembangunan gedung tersebut.

Bangunan megah ini menggunakan kubus kaca pada 12 lantai ini dirancang oleh firma arsitektur Philadelphia yang dipimpin Kieran Timberlake. Dengan mengusung tema alam terbuka, gedung ini berdiri diatas tanah seluas 500 hektar dan diklaim mampu menampung 800 ribu staff yang akan melayani 1,000 pengunjung di setiap harinya.

Baca Juga: Sampai Berapa Tinggi Kita Bisa Mendirikan Bangunan?


Kedubes AS.Source: news.com.au
Gedung Kedutaan Besar AS yang baru di London adalah satu-satunya bangunan termahal di negeri ini.

James Timberlake mengatakan bahwa spesifikasi pekerjaan untuk bangunan itu mencapai 1.000 halaman. Visinya sendiri terbilang kompleks namun sederhana, yakni menciptakan kedutaan yang nyaman dan aman serta mengukur keinginan untuk mengekspresikan "transparansi, keterbukaan, kesetaraan" terhadap kebutuhan untuk "menyaring semua dan segala sesuatu dan semua orang yang masuk."

Timberlake memberi alasan soal penggunaan kubus kristal karena dinilainya menjadi elemen yang efisien. Tak hanya itu, ia menginginkan bahwa kedubes megah ini merupakan simbol arsitektur yang ikonik dengan interior yang penuh cahaya, lapang, dengan pemandangan indah sekaligus ramah lingkungan.


Kedubes AS.Source: news.com.au
The Canyonlands Garden mewakili Grand Canyon dan lanskap gurun di barat daya AS.

Dengan dinding berlapis tiga susun dengan kubus kaca, gedung ini memiliki keamanan anti-sadap elektronik yang terletak 30 meter dari "zona ledakan" di jalan utama. Tak sampai disitu, terdapat 21 kamar tidur bagi militer AS, ruang fasilitas medis, gym, bar, dan kantor dalam bangunan megah tersebut.

Baca Juga: Kenapa Bosscha Cuma Ada di Bandung?

Namun terlepas dari teknologi aman terbaru yang tertanam dalam desain, bangunan ini secara mengejutkan terlihat oleh masyarakat umum tanpa adanya pagar pembatas untuk mencegah gangguan luar. Sebagai gantinya, sang arsitek membuat kolam bergaya parit besar yang menutupi satu sisi guna mencegah pengunjung yang tidak diinginkan masuk melalui Sungai Thames.


Kedubes AS.Source: news.com.au
Sebuah koridor di bagian Konsuler menampilkan foto taman Winfield House, kediaman resmi duta besar AS untuk Inggris.

Pada bangunan megah ini, arsitek membuat landscape terkenal Grand Canyon hingga hutan pasifik yang memunculkan kesegaran di dalamnya. Di ruangan sang Dubes, Woody Johnson sendiri terdapat taman pribadi dengan layar plastik untuk mencegah bangunan menjadi terlalu panas.

Baca Juga: Seberapa Dalam Kita Bisa Menggali Bumi?

Sedangkan, Kedutaan AS sebelumnya di Grosvenor Square telah dijual ke Qatar Sovereign Wealth Fund dan akan dijadikan hotel mewah.