Benarkah Setiap Orang Pasti Akan Terkena Cacar ?

Apr 10, 2020 6:00 AM

Anda pasti sudah tak asing dengan penyakit cacar? Bintil-bintil merah yang terasa gatal dan panas. Tak cukup berhenti di situ, setelah sembuh, masih ada masalah lain yakni bekas cacar, dari bekas yang kehitaman bahkan bopeng. Namun, tahukah Anda, siapa pun yang pernah mengalami cacar sebelumnya bisa terserang kembali, tak terkecuali anak-anak. Lalu seperti apa gejala awal dan perawatan selama cacar. 

Baca Juga : Dianggap Penyebab Penyakit, 5 Bahan Makanan Ini Justru Tidak Berbahaya Bagi Tubuh

Pengertian Cacar Air


Source : https://style.tribunnews.com  Cacar airSource : https://style.tribunnews.com
Cacar air

Cacar atau varicella memang merupakan penyakit anak-anak yang sudah ratusan tahun dikenal orang. Diawali dengan gejala melemahnya kodisi tubuh, pusing, demam yang kadang-kadang diiringi batuk, dalam waktu 24 jam timbul bintik-bintik yang berkembang menjadi lesi (mirip kulit yang terangkat karena terbakar) dan terakhir menjadi benjolan-benjolan kecil berisi cairan. 

Baca Juga : Percaya atau Tidak, 4 Penyakit ini Cuma Ada di Indonesia

Gejala Cacar


Source : https://www.alodokter.com  Demam disertai ruam merahSource : https://www.alodokter.com
Demam disertai ruam merah

Gejala utama yang dapat Anda kenali adalah demam yang diikuti dengan munculnya ruam merah. Ruam merah ini akan berubah menjadi bintil berisi cairan dengan bentuk dan tekstur yang mudah dikenali. Kondisi tersebut biasanya juga disertai dengan gejala lainnya –seperti nyeri otot dan sakit kepala. Setelah ruam merah muncul, Anda akan merasa gatal. Ketahuilah bahwa tidak semua penderita cacar air mengalami gejala ruam yang sama. Ada yang mengalaminya di sekujur tubuh (hingga area mulut, telinga, dan bokong). Namun ada juga yang hanya pada bagian tubuh tertentu saja –seperti kulit kepala, wajah, lengan, dan kaki, Bentol-bentol kecil kemerahan yang perlahan menebal dan terisi cairan, Setelah 1-2 hari, bintil mengering, mengelupas, dan menjadi koreng.

Kumpulan cacar baru akan muncul setelah 4-5 hari setelahnya, Diameter bintil tidak lebih dari 0.5 cm, Ruam kemerahan yang muncul biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1-2 hari, Demam Semakin banyak bintil cacar yang mucul, semakin tinggi demam. Namun, anak Anda mungkin tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika bintil yang muncul tidak terlalu parah, Ruam juga umum terjadi dalam mulut, kelopak mata, dan kelamin, Anak Anda terkena kontak dengan anak penderita cacar air 10-21 hari sebelumnya

Baca Juga : Bahaya Nipah, Penyakit Berbahaya Sekelas Ebola

Pencegahan Penyebaran Cacar


Source : https://www.cnnindonesia.com  Isolasi penderita cacarSource : https://www.cnnindonesia.com
Isolasi penderita cacar

Untuk mencegah cacar menyebar, ada beberapa cara. Salah satunya, mengisolasi penderita cacar, dan menjaga agar imunitas kita tetap prima.  Penyakit cacar akan menular cepat pada orang dengan imunitas yang lemah, menderita penyakit tertentu seperti kanker, dan pada ibu hamil. Komplikasi pada ibu hamil dinilai serius, karena bisa berakibat fatal pada janinnya. Bayi dalam kandungan bisa cacat akibat ibunya yang tertular cacar. Anggapan penderita cacar dilarang mandi juga dinilai tak tepat. kebersihan kulit harusnya menjadi prioritas utama bagi penderita penyakit cacar. Namun, memang penggunaan air dingin untuk membersihkan badan, perlu dihindari terlebih dahulu. Penderita cacar bisa menggunakan air hangat untuk menyeka badannnya. Hal tersebut dilakukan,  sebagai upaya pencegahan timbulnya infeksi sekunder akibat cacar. 

Pengobatan Cacar Air


Source : https://kumparan.com  kompres air dingin untuk hilangkan gatalSource : https://kumparan.com
Kompres air dingin untuk hilangkan gatal

Cacar air yang terjadi pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang baik tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, untuk meringankan gejala yang dialami penderita, beberapa upaya berikut ini dapat dilakukan di rumah, yaitu: Banyak minum dan dan mengonsumsi makanan yang lembut dan tidak asin atau asam, terutama jika ruam cacar tedapat pada mulut, Jangan menggaruk ruam atau luka cacar air, karena meningkatkan risiko infeksi. Guna mencegahnya, potong kuku hingga pendek atau kenakan sarung tangan, terutama saat malam hari, Kenakan pakaian berbahan lembut dan ringan, Mandi dengan air hangat, 3-4 kali sehari, selama beberapa hari setelah timbulnya ruam. 

Setelah itu, keringkan dengan cara tepuk-tepuk dengan handuk hingga kering, Kompres ruam atau luka dengan air dingin untuk meringankan gejala gatal, Beristirahat cukup dan hindari kontak dengan orang lain untuk mencegah penyebaran cacar air. Di samping upaya mandiri di rumah, dokter juga dapat memberi salep atau obat minum, seperti antihistamin, untuk mengurangi rasa gatal. Sedangkan untuk meredakan demam dan nyeri, dokter dapat meresepkan paracetamol. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jika hendak membeli obat pereda nyeri yang djual bebas di pasaran. Pemberian aspirin pada penderita cacar air tidak dianjurkan karena dapat memicu penyakit sindrom Reye. Begitu pula dengan obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen, yang dapat memicu infeksi sekunder atau kerusakan jaringan.