Benarkah Orang Sering Digigit Nyamuk Karena Darah Manis?

Mar 26, 2019 1:59 PM

Nyamuk merupakan jenis serangga yang cukup banyak di Indonesia dan bagi sebagian orang hal ini sangat cukup mengganggu. Apalagi jika di malam hari banyak nyamuk, tentu hal ini akan menjengkelkan. Bisa membuat kamu tidak tidur semalaman bukan?

Baca juga: Demam Berdarah: Perlukah Kita Bunuh Semua Nyamuk di Dunia?

Selama ini ada anggapan bahwa ada orang yang memang sangat mudah digigit nyamuk karena darahnya yang manis. Pasti kamu sering mendengar jika ada orang yang mengeluh digigit nyamuk padahal yang lain tidak pasti akan dikatakan bahwa ia memiliki darah manis. Padahal anggapan ini tak seluruhnya benar loh! Darah tidak ada hubungannya dengan seseorang yang seirng digigit nyamuk.

nyamukGigitan nyamuk. (Photo: pixabay)

Setiap orang ternyata sama-sama berpeluang digigit nyamuk. Tak ada hubungannya dengan fisik atau bahkan darah seseorang. Digigit nyamuk disebabkan oleh posisi yang memang sangat banyak nyamuk sehingga sangat mungkin digigit. Meski kesempatan untuk digigit nyamuk memang sama tetapi mungkin ada reaksi yang membedakan. Hal inilah yang membuat seseorang merasa sangat sering digigit nyamuk.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Filosofi Keren Mengapa Sarung Bermotif Kotak-kotak

Selain itu, ada faktro lain yang menyebabkan nyamuk sangat senang mengigit manusia. Tentu saja hal ini bukan disebabkan oleh darah manis. Nyamuk sendiri tertarik pada manusia karena disebabkan oleh dua hal yaitu karbon dioksida serta panas yang memang dikeluarkan oleh tubuh. Nah saat nyamuk mendekat, setiap orang akan mengeluarkan senyawa yang berbeda pada kulit. Hal ini yang akhirnya membuat nyamuk jadi mendekat atau justru malah semakin menjauh.

nyamukIlustrasi nyamuk saat menghisap darah. (Photo: pixabay)

Maka dari itu, faktor senyawa yang menyebabkan seseorang jadi sering digigit nyamuk. Jika nyamuk tertarik maka ia akan menghinggap dan menusukkan mulut yang bentuknya seperti jarum dan dapat menembus kulit. Air liur nyamuk juga akan keluar supaya mempermudah nyamuk untuk mengambil darah. Namun jika nyamuk tidak tertarik tentu ia akan pergi dan mencari mangsa lain. Hal ini lah yang menyebabkan tak semua orang mengalami digigit nyamuk meski ada dalam satu tempat yang sama.

Baca juga: Kerap Mendarat dengan Selamat, Kucing Jatuh Melawan Hukum Fisika?

Lalu, apa yang jadi faktor pendukung dari senyawa yang dikeluarkan oleh kulit? Senyawa tersebut bisa datang dari makanan, genetik hingga bakteri di kulit. Maka memang tak heran jika setiap orang memiliki perbedaan pada saat mengeluarkan senyawa. Memang tak ada yang tahu pasti senyawa apa yang dikeluarkan sehingga nyamuk sangat tertarik. Tapi yang apsti senyawa tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Maka jangan heran jika ada sebagian orang yang digigit nyamuk dan sebagian tidak padahal kondisinya sedang dalam tempat yang sama. Apakah kamu termasuk orang yang mudah atau sering digigit nyamuk? (gn)